
"Auh," rintih Niah sambil sosok laki-laki yang ada dihadapannya.
Laki-laki tersebut langsung mengangkat dagu Niah dengan tangannya, Membuat Niah bisa melihat dengan jelas wajah tampan David.
"Kamu," kata Niah dengan tatapan kesal.
"Kamu apa? Tunggu-tunggu kamu mau kemana? Kenapa kamu berdandan, Apa kamu mau jalan sama laki-laki lain?" Tanya David dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.
Iya malam ini Niah memoles wajah cantiknya dengan sedikit riasan begitu natural.
David mendekatkan wajahnya, Lalu menarik tengkuk leher Niah agar mendekat ke wajahnya. "Dia mau apa?" batin Niah.
David semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Niah, Membuat Niah langsung memejamkan matanya.
Visual David dan Raniah.
Vano ternyata dari tadi berdiri di depan gerbang dan melihat adegan panas yang ada dihadapannya "Dasar brengsek, Mau apa dia?" batin Vano dengan tatapan kesal.
Sebenarnya ntah apa yang akan dilakukan David pada Niah? Namun Vano tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Vano langsung berjalan menuju ketempat Niah dan David berdiri, Lalu Vano langsung berdehem.
"Ehem..ehem ini tempat umum, Kalau mau bermesraan nanti saja." kata Vano yang diiringi dengan deheman, Niah langsung menginjak kaki David hingga membuat David langsung merintih kesakitan, Lalu langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Niah.
"Dasar gadis s*alan." batin David.
Niah langsung salah tingkah dihadapan Vano, Sedangkan David memegangi kakinya yang diajak oleh Niah barusan.
"Vano, Ayo kita berangkat!" ajak Niah untuk berusaha menutupi dirinya sedang salah tingkah.
"Dasar, Haduh malu sekali. Vano juga seperti siluman tiba-tiba muncul," gumam Niah.
"Br*ngsek, Lagian kamu kenapa sih datang tiba-tiba menganggu saja? Terus kamu ajak Niah kemana? Disini ada calon suaminya jadi aku melarang mengajak calon istriku," kata David panjang lebar, Namun Vano langsung menarik tangan Niah tapi dengan cepat David menepisnya.
"Jangan pegang-pegang!" Kata David yang dengan cepat menipis tangan Vano, Agar tidak memegang tangan Niah, Wanita yang saat ini berstatus sebagai calon istrinya.
David langsung memegang tangan Niah dan tidak menbiar Vano mengambil kesempatan untuk memegang Niah.
"Sudah-sudah, Ayo berangkat!" ajak Niah.
Kevin baru saja keluar dari dalam rumah, Melihat Niah, Vano dan David. Kevin hanya geleng-geleng kepala.
"Mudah-mudahan tidak terjadi perang," batin Kevin penuh harap.
"Kak Vano, Sudah kamu denganku saja!" ajak Kevin yang langsung merangkul pundak Vano, Lalu segera menuju ketempat BBQ an yang sudah Kevin dan sahabat-sahabatnya siapkan dari tadi.
Kini mereka berempat langsung menuju ke lokasi acara BBQ an. Disana bahkan sudah ada Ralinsyah dan Kenan yang sudah mulai membakar macam-macam yang sudah disiapkan dari tadi ada Sosis, Bakso, Daging dan lain-lain.
__ADS_1
Kevin langsung menghampiri Ralin, Lalu berkata pada Ralinsyah.
"Alin, Sini biar Kak Kevin saja yang melakukan ini! Kamu duduk saja nanti tangan halusmu ini jadi lecet. Lagian itu laki-laki tidak peka sekali membiarkan gadis cantik melakukan semua ini," Kevin langsung mengambil alih posisi Ralin. Kevin juga memberikan sindiran pedas pada Kenan.
Kenan yang sadar Kevin menyindir dirinya, Lalu mengembangkan senyumnya.
"Kan biar romantis Vin, Main bakar-bakaran bareng sama calon istri." Balas Kevin yang membuat Niah langsung ikut membalasnya.
"Ralin, Calon istri? Apa Kenan sudah menerima semuanya?" Sambung Niah.
"Dia plin-plan kak," jelas Ralin yang langsung melihat kearah Kenan, Membuat Kenan langsung tersenyum manis pada Ralinsyah.
Ralin duduk sambil melihat Kenan yang sedang membakar berbagai macam sate, Niah juga langsung duduk disamping Ralin sedangkan David, Vano dan Kevin langsung bergabung dengan Kenan yang sedang membakar berbagai macam sate.
"Kak Niah, Lihat dia tampan sekali!" kata Ralin sambil melihat kearah David, Membuat Niah geleng-geleng kepala.
"Jangan memujinya nanti dia terbang, Kak!" jawab Ralin, Kenan yang mendengar jawaban Ralin langsung menyahutinya.
Kenan langsung menoleh kearah Niah dan Ralin yang sedang duduk berduaan.
"Iya terbang ke hatimu, Ralin." sahut Kenan, Yang langsung ditatap tajam oleh Vano dan Kevin.
"Dasar laki-laki tukang gombal," cetus Kevin.
"Ralin jangan mau digombalin sama Kenan, Dia banyak ceweknya!" sambung Vano yang langsung ditatap kesal oleh Kenan.
"Jangan percaya sama Kak Vano!" cetus Kenan, Yang membuat Kevin dan Vano langsung mengeluarkan tawanya.
"Ini makanlah!" pinta David dengan wajah menyebalkan, David menyodorkan piring yang berisi sosis bakar pada Niah.
Niah menerima piring tersebut, Lalu David duduk disamping Niah. Ralin yang tidak mau menjadi obat nyamuk, Akhirnya ikut bergabung dengan Kenan, Kevin dan Vano.
"Kok kesini?" Tanya Kenan dengan tatapan lembut dimatanya, Membuat Ralin ingin memeluknya.
"Aku tidak mau menjadi obat nyamuk, Calon suamiku." jawab Ralin sambil memanyunkan bibirnya, Membuat Kenan ingin sekali mengigitnya.
"Ralin jangan seperti itu, Aku takut hilaf!" Batin Kenan.
Vano hanya diam, Lalu Kevin berkata pada Vano.
"Kak, Kalau panas itu ada air!" kata Kevin, Yang membuat Kenan langsung mencubit pinggang Kevin.
"Kevin, Jangan gitu nanti ada sepatu terbang." omel Kenan sambil mencubit pinggang Kevin, Kevin langsung menyingkirkan tangan Kenan.
Vano hanya diam saja, Mungkin kalau dibilang Vano cemburu ya pasti cemburu. Namun Vano juga tidak berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat pemandangan yang membuat panas dalam hatinya. Bayangkan saja wanita yang selama ini ada didalam hatinya sekarang dia sedang duduk berdua dengan laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti.
Niah langsung mencoba sosis yang dibakar oleh David, David melihat Niah lalu bertanya pada Niah.
"Kalian sering berkumpul seperti ini?" Tanya David, Sambil melihat indahnya langit malam ini.
__ADS_1
"Emm sering, Kalau ada waktu pasti kita kumpul, Apalagi rumah kita tetanggaan dan Aku dengan mereka juga bersahabat dari kecil." jelas Niah sambil memakan sosis yang dibakar oleh David.
"Apa kamu tidak pernah berkumpul dengan teman-temanmu?" Tanya Niah penasaran.
"Mereka lebih suka mabuk dan menghabiskan uang mereka di club' malam." jawab David.
Iya teman-teman David tidak seperti sahabat-sahabat Niah, Karena teman-teman David lebih suka main diclub malam dan selalu menghabiskan uang mereka dengan menyewa j*alang yang ada disana.
"Apa kamu juga suka mabuk-mabukan?" Tanya Niah dengan pelan.
"Ingat perjanjian kita, Jangan pernah mengusik hidupku!" tegas David pada Niah.
Niah hanya diam, Iya bagi Niah mau David suka mabuk atau tidak ya itu urusan David.
"Baiklah, Oh iya kamu jangan terlalu dekat sama Vano!" kata David tiba-tiba, Membuat Niah tersedak, David langsung mengambilkan minuman lalu memberikan pada Niah.
"Minumlah dulu!" pinta David sambil menyodorkan 1 botol air mineral pada Niah.
Niah langsung minum, Setelah selesei minum Niah memberikan kembali botol tersebut pada David.
"Aku dan Vano memang seperti itu, Lagian kalau aku dekat dengan Vano juga itu urusanku, Kamu tidak boleh mengusik hidupku!" jawab Niah dengan tegas.
David melarang Niah dengan Vano, Ya wajarlah sebentar lagi mereka akan menikah.
"Baiklah." jawab David dengan singkat.
Setelah semuanya selesai dibakar Vano, Kenan, Kevin dan Vano langsung membawa semuanya ketempat Niah dan David duduk.
"Sudah berduaannya nanti saja!" kata Vano dengan nada jutek.
"Iya Kak, Jangan pacaran mulu! kasian kan kalau ada yang kebakaran." cetus Kevin, Yang Membuat Niah langsung menatapnya.
"Kebakaran?" Batin Niah.
"Maksudmu Vin?" Tanya Niah dengan tatapan serius, Vano hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Dasar Kevin mulutnya tidak bisa dijaga," batin Vano.
Kevin jadi binggung lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Melihat itu semua Kenan langsung menyahutinya.
"Itu kak, Apinya lupa dimatikan jadi takut kebakaran." sahut Kenan yang langsung membuat Niah menganggukkan kepalanya.
David tahu sebenarnya ada yang disembunyikan dari mereka, David juga sadar tatapan Vano pada Niah itu bukan tatapan biasa.
"Sudahlah, Ayo makan!" kata Vano untuk merubah suasana.
Akhirnya mereka semuanya makan, Sambil menikmati hasil bakaran-bakaran, Mereka semua bercerita tentang hantu..
Malam ini mereka benar-benar mengingatkan waktu jaman muda orangtua-orangtua mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊