Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
263. Semangat untuk Rehan.


__ADS_3

Malam hari kemudian, Mami Diana dan Papi Revan pamit berangkat keluar negeri soalnya Papi masih harus mengurus perusahaannya yang ada disana.


Malam ini semuanya sedang berkumpul diruang keluarga, Mami Diana dan Papi Revan sudah bersiap untuk berangkat.


"Rama, Mami dan Papi berangkat keluar negeri dulu ya. jaga Anak dan Istrimu dengan baik." pesan Mami pada Rama.


"Iya Mi, Rama akan menjaga mereka dengan naik." jawab Mami.


"Rehan, Kamu juga harus jaga Ayu dengan baik dan cepat berikan kabar baik untuk Mami dan Papi dari kalian ya." pesan Mami buat Rehan.


"Siap Mi, doakan ya Mi biar adonan Rehan cepat jadi." jawab Rehan.


Mami Diana yang sudah paham apa yang dimaksud dengan adonan, langsung menjawabnya.


"Pasti Nak, semangat terus kerja kerasnya." kata Mami Diana pada Rehan.


"Kalau perlu lembur Han, biar cepat jadi." sambung Papi Revan.


"Papi..." sahut Ayu dengan nada malu.


"Iya Yu? semangat ya Nak." Papi memberikan semangat pada Ayu.


"Siap Pi." jawab Ayu sambil mengangkat dua jempolnya.


Mami Diana dan Papi Revan saling melempar senyum, mereka bersyukur punya keluarga yang sangat bahagia seperti saat ini.


Kini Mami Diana dan Papi Revan berpamitan dengan Niah.


"Niah, Kakek dan Nenek pergi dulu ya, sampai jumpa lagi sayang." pamit Mami Diana dan Papi Revan pada Niah.


Kini Papi Revan dan Mami Diana langsung mencium Niah, dengan penuh kasih sayang.


Setelah berpamitan Mami Diana dan Papi Revan, berangkat diantar oleh supir, Rama dan yang lainnya mengantar Orangtua mereka kedepan rumah. setelah mobil yang dinaiki Papi Revan dan Mami Diana sudah tidak terlihat, Rama dan Ana kembali masuk sedangkan Ayu dan Rehan pamit pulang kerumahnya karena sudah lama menginap dirumah Rama.


"Kak, kita pulang dulu ya." pamit Rehan.


"Kenapa pulang?disini saja." jawab Ana.


"Mau fokus bikin adonan Kak," jawab Rehan dengan begitu jailnya.


Ana dan Rama saling melihat Ayu dan Rehan secara bersamaan.


"Semangat." Ana dan Rama memberikan semangat pada Rehan dan Ayu.


Ayu dan Rehan langsung berjalan menuju ke rumah mereka, lalu Rama dan Ana kembali masuk kedalam rumah.


Dikamar Rama.


"Niah tidur sayang?" tanya Rama.


"Iya tidur." jawab Ana.


Rama mendekat kearah Ana, lalu berkata pada Ana.


"Mumpung Niah lagi tidur, Kita bikinkan Adik buat Niah yuk sayang." kata Ana pada Rama.


Puasa Rama akhirnya selesai, karena sudah 40 hari sudah berlalu bahkan usia Ana sekarang sudah 3 bulan.


tanpa mendengarkan jawaban Ana lebih dulu, Rama langsung memulai aksinya.

__ADS_1


Rama langsung ******* bibir Ana dengan begitu nikmat.


"Eemmhh..." desah Ana.


Kini Rama mulai menelusuri leher Ana, namun tiba-tiba Niah menangis.


"Eeeahh...eah...." suara tangisan Niah.


Rama memberhentikan permainan, lalu Ana langsung mengambil Niah dari dalam Bok bayi untuk menyusuinya.


Rama membaringkan tubuhnya diatas kasur sambil bergumam.


"Haah gagal lagi, padahal Aku sudah tidak tahan sekali." gumam Rama.


"Istirahatlah sayang, besok Kamu kan harus berangkat kerja." kata Ana.


"Lalu bagaimana dengan permainan Kita?" tanya Rama.


Ana melihat kearah Rama, lalu tersenyum.


"Itu bisa lain kali, sekarang Niah sedang rewel." Ana berusaha memberikan pengertian pada Rama.


Ana tahu pasti Suaminya sudah tidak tahan, apalagi mereka sudah lama tidak melakukannya.


Rama menuruti perintah Ana, lalu Rama tidur disamping Ana, kini Ana membaringkan Niah ditengah-tengah mereka tidur.


"Lain kali Aku akan menitipkan Niah pada pada Rehan dan Ayu, agar Aku bisa menikmati malam berdua dengan Ana." gumam Rama dengan idenya yang begitu cemerlang.


Dirumah Rehan dan Ayu.


Ayu sudah menunggu Rehan diatas ranjang tempat tidurnya.


"Maaf tadi, Aku selesein dulu kerjaan Aku." Rehan meminta maaf pada Ayu.


Rehan menghampiri Ayu yang sedang duduk diatas ranjang.


"Ayo sekerang kita tidur." ajak Rehan.


Ayu menggelengkan kepalanya, lalu Rehan bertanya pada Ayu.


"Terus Kamu mau apa?" tanya Rehan.


"Membuat adonan, biar cepat jadi." jawab Ayu dengan begitu manja.


Dengan begitu manja Ayu sudah mulai membelai-belai pipi Rehan, kini Ayu langsung mencium bibir Rehan.


"Cup....." ciuman dibibir Rehan.


Perlahan-lahan Rehan menikmati ciuman dari Ayu, hingga Rehan mulai terbuai dan tanpa sadar langsung ******* bibir Ayu, lalu mengulumnya dengan begitu nikmat.


"Eemmhh..." Ayu mulai mengeluarkan desahan yang begitu nikmat.


Ayu membuka mulutnya, lalu Rehan memasukkan lidahnya kedalam mulut Ayu, kini Rehan menelusuri setiap rongga mulut Ayu.


"Ahh.. ahh.." desahan Ayu.


Rehan melepaskan ciumannya, lalu keduanya kini saling membuka baju masing-masing, lalu membuangnya kesembarang tempat.


"Sayang..." panggil Ayu.

__ADS_1


Belum selesai perkataan Ayu, Rehan langsung kembali melancarkan aksinya.


Rehan mulai menelusuri setiap inchi tubuh Ayu, kini tanda merah kepemilikan Rehan sudah bertebaran ditubuh Ayu.


Setelah puas bermain, kini tinggal senjata Rehan yang beraksi, Rehan langsung duduk lalu melepaskan dalaman Ayu, terus membuangnya kesembarang tempat.


Kini Rehan langsung memasukkan miliknya dengan pelan-pelan kedalam milik Ayu.


"Ahhh ahhhcchhh." desah Rehan sambil memasukkan miliknya dengan sempurna kedalam milik Ayu.


Akhirnya milik Rehan masuk sepenuhnya kedalam milik Ayu.


Rehan mulai mengular masukan miliknya, lalu menghentak-hentakan miliknya dengan cepat kedalam milik Ayu.


"Eemmhh ahhh ahhhcchhh." desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya.


Sampai beberapa lama, akhirnya Rehan mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Ayu.


"Ahhh...." desah Ayu.


Setelah semuanya masuk kedalam rahim Ayu, Rehan langsung mencabut miliknya dari milik Ayu.


"Ahh enak sekali sayang." kata Rehan.


"Mudah-mudahan adonan kita cepat jadi ya, Aku sudah tidak sabar pingin punya Anak." kata Ayu yang diiringi dengan doanya.


"Sekali lagi mau?" tanya Rehan.


Ayu menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Rehan.


"Aku capek, besok lagi saja sayang." jawab Ayu.


Ayu dan Rehan langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Kini mereka berdua langsung tidur, karena sudah merasa ngantuk sekali.


Dirumah Rian dan Via.


Malam ini Via dibuat tidak bisa tidur oleh Vano, karena Vano dari tadi menangis terus, Via berusaha menenangkan Anaknya. namun Rian sudah tertidur dengan begitu pulas.


"Bisa-bisanya Dia tidur dengan begitu pulas seperti itu." kata Via sambil melihat wajah tampan Rian yang sedang tertidur.


Via tersenyum melihat Suaminya tertidur, kini Via sedang tiduran sambil menyusui Anakkya.


Rian tiba-tiba membuka matanya, lalu membeberkan posisinya tidur.


"Kok bangun?" tanya Via.


"Aku ingin melihat wanita hebatku, mengurus Anaknya." kata Rian.


Rian membelai lembut pipi Via dengan tangannya, kini Rian terus melihat Via dengan senyum bahagianya.


"Masih malam tidur lagi, itu Vano juga udah tidur." Via menyuruh Rian untuk kembali tidur.


"Iya sayang, Kamu juga tidur mumpung Vano juga sedang tidur." jawab Rian.


Kini Rian dan Via sama-sama tidur, sedangkan Via membiarkan Vano berada ditengah-tengah tidur mereka malam ini.


Bersambung 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan rate 😊


__ADS_2