
Seperti biasa, rama pun tidur dengan memeluk istrinya apalagi sudah beberapa bulan istrinya tidak mau disentuh oleh dirinya karena anak yang dikandungnya tidak mau berdekatan dengan papanya.
"Sayang, minggu depan rian dan via akan menikah ini rian sudah memberikan undangannya padaku" ucap rama, sambil mengambil undangan yang ada dimeja dekat tempat tidurnya.
"Sungguh, akhirnya kak rian menemukan dampatan hatinya. sayang kita akan memberi kado apa buat kak rian dan dokter silvia?" ucap ana dengan begitu antusias, namun rama malah mencubit pipi ana dengan tangannya.
"Sayang, kenapa kamu malah mencubitku apa apa aku salah bertanya ingin memberikan kado apa pada mereka?" ucap ana dengan nada ngambek pada rama.
Namun rama malah tersenyum karena merasa gemas melihat tingkah istrinya, rama pun bangun dari tidurnya dan sekarang posisinya duduk dan menyandarkan kepalanya dibantal yang agak tinggi, rama manarik istrinya agar lebih dekat dirinya, sekarang ana berbaring di dadah bidang rama.
"Sayang, kamu tidak salah kita juga tidak perlu menyiapkan kado untuk mereka, karena rian sudah meminta salah satu mobil kesayanganku dan aku juga sudah berjanji padanya untuk memberikan mobil itu pas hari pernikahannya nanti" ucap rama penuh penjelasan, tangan rama pun membelai rambut ana dengan begitu lembut.
Ana yang mendengar semuanya pun tidak kaget dan tidak melarang suaminya, untuk memberikan mobil kesayangannya pada sahabatnya karena pikir ana rama pasti akan membeli mobil keluaran terbaru lagi.
"Hanya orang kaya ya sayang, yang memberikan kado pernikahan tanpa melihat harga beda dengan kita para orang miskin sayang, pingin beli apa-apa aja harus benar-benar mikir dulu" ucap ana dengan kenyataan yang ada, karena dulu dirinya setiap kali ingin membeli sesuatu atau memberikan kado pada temannya selalu mikir dan harus benar-benar menghitung uangnya agar tidak kurang, bahkan ana selalu mencari kado yang murah namun bagus dan bermanfaat menurut ana.
Rama, yang mendengar cerita istrinya pun memeluk istrinya dengan begitu erat.
__ADS_1
"Sayang, itu semua dulu sekarang kamu ingin apa saja dan mau apa saja? tinggal katakan padaku aku pasti akan memberikan semua yang kamu inginkan" ucap rama, ana membalas pelukan suaminya dengan erat.
"Sayang kamu sudah memberikan semuanya padaku, dan untuk saat ini dan seterusnya aku hanya ingin kamu selalu ada di sampingku itu sudah lebih dari cukup sayang" ucap ana, sambil menc*um pipi rama dengan lembut, waktu ana melepaskan c*umannya rama pun menarik tekuk leher ana, sekarang rama sudah mendaratkan b*birnya dib*bir ana, selesei menc*ium b*bir ana rama pun mulai menjelajahi semua tubuh istrinya dengan lembut karena memang rama sudah sangat merindukan ana, akhirnya rama dan ana malam ini memadukan cinta mereka didalam selimut, ntah apa yang mereka lakukan dan kesesokan paginya rambut ana sudah acak-acakan, baju ana dan rama sudah tidak tau entah kemana, sekarang mereka hanya berbalut dengan selimut yang ada ditubuh mereka.
"Sayang, terimakasih untuk semalam" ucap rama, sambil mengecup bibir ana dengan pelan dan penuh kelembutan.
Ana tersenyum malu-malu pada suaminya, karena setelah beberapa lama baru memberikan jatah pada suaminya lagi.
"Sama-sama sayangku, mana bayaranku" ledek ana pada suaminya, rama pun terkekeh mendengar ledekan istrinya.
"Akan kubayar nanti sayang, pakai cinta dak kasih sayangku untuk hari ini dan seterusnya" ucap rama, sambil menjitak kepalanya istrinya dengan pelan.
"Sayang, hentikan ini menggelikan sekali" ucap rama, yang masih tertawa dengan keras.
Ana pun menghentikan gelitikannya pada suaminya.
"Baik-baiklah aku akan menghentikannya, sayang apa kamu tidak berangkat kerja hari ini?" tanya ana, yang sudah kembali duduk dan menyandarkan kepalanya di bidang dada rama.
__ADS_1
"Aku ingin bersamamu saja sayang, lagian aku kan bos nya jadi kariawanku tidak mungkin memecatku" jawab rama, setiap kali ana mendengar ucapan itu rasanya ana sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi pada suaminya.
"Sayang, biarpun kamu habis sakit tapi semalam kamu kuat juga" ledek rama, yang membisikan ucapan tersebut ditelinga ana.
"Sayang, berhentilah menggodaku aku malu, tapi sayang itu semua juga karena kamu yang sudah banyak mengajariku dengan sabar" ucap ana sambil tersenyum malu-malu.
Ana pun bangun dari tempat tidurnya dan segera menuju kamar mandi untuk mandi.
"Mau kemana" tanya rama
"Aku mau mandi sayang" jawab ana.
Ana pun pergi mandi sedangkan rama melanjutkan tidurnya karena masih sangat lelah sekali.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya.
__ADS_1
Biar authornya makin semangat nulisnya 🙏