Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
323.Kesedihan Vano S2.


__ADS_3

Sesampainya dikamar, Kira-kira apa yang bakal mereka lakukan dimalam pertama mereka?


Niah yang masih mengenakan gaun pengantin hanya duduk ditepi ranjang, Karena dirinya sangat bingung sekali.


"Menikah tanpa cinta," batin Niah sedih.


"Kenapa kamu malah duduk sana mandi!" Suruh David dengan nada membentak. Niah beranjak dari tempat tidur lalu langsung menuju ke kamar mandi.


Dikamar mandi Niah mau melepas baju pengantinnya, Namun Niah begitu kesusahan.


"Aku harus panggil dia dengan sebutan apa ya? Tidak mungkin aku panggil dia dengan sebutan sayang atau suamiku, Ya sudah aku panggil namanya saja." pikir Niah.


Ceklek..


Niah membuka sedikit pintu kamar mandi, Lalu langsung memanggil David.


"David, Tolong bantu aku melepaskan gaun pengantinku!" pinta Niah dengan lembut.


David langsung berdecak kesal, Karena menurut David Niah sangat menganggu dirinya yang sedang main game diponselnya.


David menaruh ponselnya dikasur, Lalu dirinya langsung pergi menuju ke kamar mandi.


"Melepaskan baju saja tidak bisa." omel David yang sudah masuk kedalam kamar mandi, Niah hanya tersenyum dan rasanya begitu malu.


"Aduh ini pertama kalinya, Ada laki-laki yang membantu melepaskan bajuku." batin Niah.


"Restseltingnya susah dibuka." jelas Niah.


Pelan-pelan David mulai membuka resleting gaun yang dipakai oleh Niah, David langsung menelan ludahnya dengan kasar "Bahkan aku sekarang bisa melihat lekuk tubuhnya." Batin David yang melihat punggung mulus Niah.


Setelah selesai membantu Niah, David langsung keluar dari dalam kamar mandi.


David kembali keatas ranjang, Lalu kembali merebahkan tubuhnya. Niah yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung berjalan menuju ranjang tempat tidur.


"Jangan sampai aku tergoda dengannya." Batin David.


"Kenapa kamu memakai bajuku?" Tanya David dengan nada agak membentak.


Niah malam ini memakai kemeja warna putih lengan panjang, Iya soalnya Niah tidak membawa baju ganti dan dikamar mandi hanya ada kemeja David saja. Jadi Niah terpaksa memakainya.


"Aku tidak ada baju ganti," jawab Niah apa adanya.



Visual David dan Niah.


"Kamu tidak mandi dulu?" Tanya Niah gugup.


"Aku malas, Lagian aku sudah ganti baju tidur. Aku mau tidur." Jawab David yang terus menatap Niah tanpa berkedip, Niah hanya diam lalu tiba-tiba David menarik tangan Niah, Hingga Niah jatuh kekasur, Niah terus menatap David "Apa yang mau dia lakukan padaku?" Batin Niah, Saat ini jantung Niah berdetak lebih kencang.

__ADS_1


David bisa merasakan detak jantung Niah, Lalu David berkata pada Niah.


"Apa kamu merasa deg-degan, Aku bisa merasakan detak jantungmu." goda David yang terus menatap mata Niah, Membuat Niah semakin sulit menyembunyikan detak jantungnya..


Tatapan David pada Niah semakin dalam, Membuat Niah semakin deg-degan "Berhentilah menatapku seperti itu," Gumam Niah.



"Kamu mau apa?" Tanya Niah pelan.


"Apalagi?Aku ini sekarang suamimu ya aku mau melakukan tugasku sebagai suami," jawab David yang membuat Niah langsung membrontak.


Nia langsung mendorong tubuh David, Agar menyingkir dari atas tubuhnya.


"Ingat ya, Dikertas perjanjian yang kamu buat waktu itu!" tegas Niah dengan tatapan kesal.


David langsung memegang dagu Niah lalu mendekatkan dengan wajahnya, Kini Niah dan David saling bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.


"Aku bisa merobek perjanjian itu kapan saja, Lagian aku ini suamimu, Jadi aku juga ingin mencicipi bibir manismu dan keindahan lekuk tubuhmu istriku." David terus menggoda Niah, Membuat Niah semakin tidak tenang.


Niah langsung mendorong tubuh David, Namun David malah menarik Niah kedalam pelukannya.


"Lepaskan aku, Lepaskan aku." Niah meronta-ronta meminta David untuk melepaskan dirinya.


David hanya tersenyum dan terus mendekatkan wajahnya ke wajah Niah, Membuat Niah semakin kesal dan rasanya ingin menendang Adik kecil David.


"Punyaku belum masuk, Kamu sudah meronta-ronta. Apa kamu sudah tidak tahan?" David kembali menggoda Niah, Membuat Niah semakin kesal.


"Jangan lakukan itu, Aku tidak mau jika sampai hamil, Aku tidak mau anakku lahir tanpa cinta." kata Niah dengan pelan namun benar-benar membuat David tersentak.


David langsung melepaskan dagu Niah, Lalu terus menatap wajah Niah. Membuat Niah langsung menundukan kepalanya.


Iya biar bagaimanapun mereka tidak saling mencintai, Jadi wajar jika Niah berkata seperti itu.


"Tidurlah, Aku akan tidur di sofa!" pinta David sengaja untuk mengakhiri perdebatannya dengan wanita yang tadi pagi baru saja sah menjadi Istrinya.


"Biar aku saja, Sesuai dengan perjanjian!" jawab Niah yang berniat menuju sofa, Namun David langsung menarik tangannya.


"Menurutlah padaku, Masalah perjanjian bisa kapan saja aku hapuskan." tegas David, Niah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu David mengambil bantal lalu langsung menuju ke sofa "Untuk malam ini aku yang tidur di sofa saja, Kasian dia seharian habis berdiri menerima tamu." batin David.


Niah sudah memejamkan matanya, Sedangkan David masih terjaga sambil menatap wajah cantik Niah yang sudah tertidur pulas.


Malam pertama yang diimpikan setiap pasangan setelah sah menjadi suami istri, Itu tidak terjadi pada Niah dan David. Karena malam ini mereka tidur terpisah Niah tidur di kasur sedangkan David tidur di sofa.


Kevin.


Setelah selesai acara Kevin langsung mengantarkan Valin pulang kerumahnya.


Sesampainya didepan rumah Valin, Kevin mengeluarkan amplop coklat yang berisi uang lalu memberikannya pada Valin.

__ADS_1


"Ini untukmu," kata Kevin sambil menyodorkan amplop coklat yang ada ditangannya. Namun Valin langsung menatap Kevin dengan tatapan tajam.


"Simpan saja Tuan, Aku hanya membantu anda saja dan satu lagi aku bukan wanita bayaran!" jawab Valin dengan tegas yang membuat hati Kevin langsung tersentak.


Kevin kembali menaruh amplop coklatnya, Lalu berkata pada Valin.


"Dasar gadis sombong, Turunlah dari mobilku." Cetus Kevin namun Valin hanya menurutinya saja, Lalu segera turun dari mobil Kevin "Dasar tidak tahu terimakasih, Beruntung aku mau menemani ke pesta pernikahan kakaknya." batin Valin.


Valiana Alita adalah sekretaris Kevin yang selalu membuat Kevin kesal, Karena Valin kadang suka lelet dalam berkerja. Dan hari ini Kevin meminta Valin untuk menemaninya ke acara pernikahan David dan Raniah.


"Saya bukan sombong, Saya hanya ingin menegaskan tidak semuanya bisa dibeli dengan uang Tuan Kevin yang terhormat!" tegas Valin yang kembali membuat hati Kevin tersentak.


Valin memang hanya gadis sederhana yang bekerja sebagai sekretaris Kevin, Dan hari ini Valin mau menemani Kevin ke acara pesta pernikahan sang kakak ya karena menurut Valin ini adalah tugasnya sebagai sekretaris, Yaitu menuruti apa yang dikatakan oleh sang bos. Namun sayangnya Kevin menilai apa-apa itu selalu dengan uang.


Valin langsung turun dari mobilnya, Setelah Valin turun dari mobilnya Kevin langsung melajukan mobilnya tanpa mengucapkan terimakasih pada Valin "Untung kamu itu bosku, Coba kalau bukan sudah aku lempar pakai sandalku." gerutu Valin dalam hatinya.


Dengan perasaan kesal, Valin langsung masuk kedalam rumahnya.


Diperjalanan menuju rumahnya, Kevin merasa kesal pada Valin "Dasar gadis sombong, Lihat saja nanti aku akan membuatmu menyukaiku dan bertekuk lutut padaku." batin Kevin dengan ide liciknya.


Sesampainya dirumah Kevin langsung masuk kamar, Dan langsung tertidur.


Dirumah Rian dan Via.


Rian dan Via masih menunggu Vano yang belum pulang kerumah, Padahal sudah jam 10 malam.


"Pa, Vano kok belum pulang juga ya?" Tanya Via dengan begitu kawatir pada sang anak.


"Mungkin Vano butuh waktu sendiri Ma, Sudahlah ma jangan terlalu kawatir! Vano kan sudah besar dia bisa jaga dirinya baik-baik," Rian mencoba memberi pengertian pada Via, Namun Via langsung memanyunkan bibirnya.


"Vi, Vano sudah besar! Mending ayo kita ke kamar buat main baru biar kita punya Vano kecil lagi!" goda Rian yang membuat Via langsung menjewernya.


"Dasar kamu ini kita sudah tua, Aturan mikirin pernikahan Vano biar kita cepat punya cucu." omel Via, Via melepaskan tangannya dari telinga Rian. Lalu Rian langsung mengangkat tubuh Via dan langsung masuk kedalam kamar mereka.


Biarpun mereka sudah berumur, Tapi hubungan mereka selalu romantis. Ntah apa yang akan dilakukan Via dan Rian didalam kamar.


Vano.


Vano sedang meratapi nasibnya, Kini dirinya sedang duduk ditepi danau sambil melemparkan kerikil-kerikil batu kecil ke danau.


"Niah, Aku menyesal aku tidak pernah menyatakan perasaanku padamu." kata Vano sambil melemparkan kerikil-kerikil kecil ke danau.


"Sekarang kamu sudah menikah dengan laki-laki lain,"


"Niah jika waktu bisa diputar, Pasti aku akan menyatakan perasaanku padamu."


"Sakit sekali melihat kamu bersanding dengan laki-laki lain,"


Berbagai macam isi hatinya selama ini, Vano katakan pada danau dengan begitu lantang. Malam ini danau tersebut menjadi saksi bisu kesedihan Vano.

__ADS_1


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2