
Setelah beberapa bulan kemudian, Akhirnya pembangunan perpustakaan dan toko kue impian Siska sudah jadi.
Hari ini Rama, semua keluarganya, para sahabatnya dan Ibu Yani dan Anak-anak pantai juga ikut hadir untuk meresmikan perpustakaan tersebut yang diberi nama "Perpustakaan Cinta Sejati"
Rama dan Ana sudah memegang guting untuk memotong pita, Sebagai tanda peresmian perpustakaan dan toko kue tersebut.
Setelah memotong pita, Rama langsung mengucapkan terimakasih pada semuanya.
"Terimakasih pada semua tamu undangan yang sudah hadir dalam peresmian perpustakaan dan toko kue yang diberi nama Perpustakaan Cinta Sejati." Rama mengucapkan kepada semua tamu yang sudah hadir.
Kenapa Rama memberikan nama Perpustakaan tersebut "Perpustakaan Cinta Sejati" Itu karena lambang cinta Kevin dan Siska yang sehidup semati.
Setelah Rama mengucapkan terimakasih pada para semua tamu undangan, Ana juga membagi sedikit cerita tentang perpustakaan dan toko kue, Alasan mengapa semua itu dibangun.
"Perpustakaan dan toko kue ini dibangun untuk mewujudkan impian seseorang sudah tidak ada di dunia ini, Sebagai saudara Aku ingin mewujudkan impian terakhir saudaraku." Cerita singkat Ana.
Setelah selesai acara, Semua tamu undangan menikmati hidangan yang sudah disajikan.
Setelah selesai Rama dan Ana langsung ikut bergabung dengan keluarga dan para sahabatnya.
"Terimakasih sudah Kalian sudah hadir." Rama mengucapkan terimakasih pada semuanya sahabatnya.
"Sama-sama." Bagas dan Rian dengan kompak menjawab ucapan terimakasih dari Rama.
Mami Diana dan Papi Revan melihat Rama dengan perasaan yang begitu bangga, Apalagi Anaknya ini sudah mewujudkan impian terakhir seseorang yang sudah tidak ada di dunia ini dan impian ini juga sangat mulia, Karena niat perpustakaan ini dibangun untuk belajar Anak-anak yang kurang mampu.
"Mami dan Papi bangga sekali padamu Nak." Kata Mami Diana dan Papi Revan secara bersamaan.
"Ini semua karena Ana Mi, Pi." jawab Rama, ya semua ini karena dukungan dari Ana, Rama bisa mewujudkan impian mulia Siska.
"Kakak hebat!" Puji Rehan pada Rama.
Ayu dan Ana hanya saling melempar senyum bahagia mereka.
Alena, Via, Ayu dan Ana, Kini mereka sedang berbincang dengan begitu asik.
"Perpustakaan ini dibangun untuk Anak-anak yang tidak mampu agar mereka bisa belajar disini, Rama juga sudah menyiapkan beberapa guru untuk mengajar secara langsung." Jelas Ana pada para sahabatnya.
"Aku juga siap mengajari mereka!" Sambung Alena dengan penuh semangat.
"Aku juga akan turun langsung, Aku akan mengajari mereka tentang kesehatan." Sambung Via, Yang mempunyai profesi sebagai Dokter.
"Aku akan membacakan dongeng untuk mereka." Sambung Ayu yang diiringi dengan senyum manisnya.
"Mari Kita berkerja sama!" Kata Ana penuh dengan semangat.
Setelah selesai acara mereka semuanya langsung pulang kerumahnya masing-masing.
Keluarga kecil Bagas dan Alena.
Bagas dan Alena hidup bahagia dengan dikaruniai satu orang Anak laki-laki yang diberi nama Kenan Bagas Pratama. Kini putra kecil mereka sudah bisa berjalan.
Alena dan Bagas sedang bercanda dengan Putra mereka satu-satunya, Mungkin Kenan merasa lelah atau apa tiba-tiba tidur begitu saja dipangkuannya Alena.
"Sayang, Terimakasih atas cinta dan kasih sayangmu selama ini." Alena mengucapkan terimakasih pada Bagas.
Bagas tersenyum, lalu mencium kening Alena dengan begitu bahagia.
"Tidak perlu berterimakasih, Karena itu semua sudah tugasku menjadi suamimu istriku." Jawab Bagas dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Berjanjilah terus seperti ini, Sampai maut memisahkan Kita!" Pinta Alena sambil menatap mata Bagas.
Bagas tersenyum, lalu langsung memindahkan Kenan dari pangkuan Alena kini Kenan sudah ada ditengah-tengah mereka.
"Aku janji, Aku akan selalu mencintaimu semasa hidupku." Janji Bagas untuk Alena.
Alena langsung memeluk Bagas, Kini mereka berpelukan dengan penuh cinta.
Iya keluarga kecil Bagas dan Alena, Kini selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.
Bagas juga sudah tidak menjadi Sekretaris Rama, Sekarang Bagas sudah meneruskan perusahaan milik Alena, Kini Bagas sudah menjadi Direktur Utama.
Keluarga Kecil Rian dan Via.
Rian dan Via hidup bahagia, Mereka juga dikaruniai satu orang Anak laki-laki yang diberi nama *Rev**ano Hardiyanto*. Kini Vano sudah bisa bicara dan berjalan dengan lancar, bahkan Vano sudah bisa mengobrol dengan Raniah.
Rian dan Via kini mereka sedang memperhatikan Vano yang sedang main mobil-mobilan.
"Kamu bahagia bersamaku?" Tanya Rian pada Via dengan lembut.
Via mendekatkan dirinya kepada Rian, lalu merebahkan kepalanya di dada bidang Rian.
"Tentu saja Aku bahagia." Tegas Via.
Siapa yang tau takdir memisahkan mereka begitu lama, Tapi karena penantian Rian yang begitu setia akhirnya Via dan Rian biar bersatu disebuah ikatan yang suci yang itu sebuah pernikahan.
"Kalau bahagia, Berati Aku boleh nambah Anak dong." Ledek Rian dengan begitu jail.
"Dasar Kamu ini." Omel Via.
Vano tiba-tiba berlari menuju ke tempat Rian dan Via duduk.
Via membenarkan posisinya, Lalu Rian langsung mengangkat Vano menaruh dipangkuannya.
"Sini sayang, Biar Papa benarkan." Jawab Rian dengan penuh kasih sayang.
Via tersenyum bahagia melihat kedua jagoannya, Begitu saling menyayangi.
Setelah membenarkan mobil-mobilan Vano, Rian dan Via langsung mencium pipi Vano secara bersamaan.
"Kita sayang sama Vano." Kata Rian dan Via yang langsung mencium pipi Vano bersamaan.
Betapa bahagianya melihat keluarga kecil Via, Kini Via menjadi Ibu rumah tangga dan untuk sementara meninggalkan profesinya sebagai Dokter, Sedangkan Rian sekarang sudah membuka beberapa cabang cafe dimana-mana.
Keluarga kecil Rehan dan Ayu.
Diantara yang lain mereka adalah pasangan yang paling muda, Tapi tetap saja Rehan yang paling jail.
Ayu dan Rehan juga dikaruniai satu Anak perempuan yang diberi nama Ralinsyah Putri Ardiyansyah. Setelah perjuangan mendapatkan Anak begitu lama akhirnya Ayu hamil Ralinsyah, kini putri kecil mereka sudah bisa duduk dan masih belajar berjalan.
"Ralin sini peluk Mama sayang!" Pinta Ayu sambil mengajari Ralin berjalan.
Tiba-tiba Rehan yang baru keluar dari Kamarnya, Langsung mengendong Ralin.
"Anak Papa, Ayo main sama Papa!" Ajak Rehan.
"Suamiku, Aku sedang mengajarinya berjalan." Omel Ayu yang langsung mengejar Rehan yang sudah berjalan menuju halaman belakang rumahnya.
Kini mereka sudah sampai di halaman belakang rumahnya.
__ADS_1
Kini Ayu dan Rehan duduk dikursi taman yang ada dihalaman belakang rumahnya. Rehan duduk sambil memangku Ralin sedangkan Ayu duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rehan.
"Rehan, Aku bahagia sekali punya Suami sepertimu." Kata Ayu dengan penuh rasa syukur.
"Terimakasih Istriku, Aku juga bahagia bisa menikahimu." Jawab Rehan.
Perjuangan cinta Rehan akhirnya berakhir disebuah ikatan yang suci dengan Ayu.
Rehan juga sudah tidak bekerja dikantor Rama, Kini Rehan sudah mengurus perusahaan sendiri yang diberikan oleh Papi Revan pada dirinya.
Keluarga kecil Rama dana Ana.
Rama dan Ana sama-sama menatap kedua Anaknya yang sedang tidur pulas, Lalu keduanya sama-sama tersenyum.
"Bahagia punya mereka." Kata Ana sambil melihat kedua Anaknya yang sedang tidur.
Rama dan Ana duduk ditepi ranjang, Kini Ana duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rama.
"Impian Siska sudah Kita wujudkan, Sekarang Apa Kamu mempunyai keinginan lain Istriku?" tanya Rama pada Ana.
Ana menggelengang kepalanya, Lalu tangannya memegang tangan Rama.
"Aku hanya menginginkan cinta dan kasih sayang darimu setiap hari." Jawab Ana dengan nada lembut.
"Apa cinta dan kasih sayangku, Selama ini kurang sayang?" tanya Rama memastikan.
"Cinta dan kasih sayang sudah Aku berikan, Harta yang melimpah Aku berikan, Dua anak yang begitu cantik dan tampan sudah Aku kasih, Mertua yang menyayangimu sudah Kamu dapatkan, Katakan padaku apalagi yang Kamu mau?" tanya Rama pada Ana.
Ana tersenyum, Ana sadar semuanya sudah Ana dapatkan dari Rama, Bahkan sudah lebih dari cukup cinta dan kasih sayang yang Rama berikan pada Ana.
"Aku hanya ingin Kamu selalu mencintaiku disetiap harimu." Jelas Ana.
"Itu sudah Aku lakukan setiap hari." Tegas Rama.
"Mungkin kalau cerita cinta Kita dibuat novel pasti akan seru." Kata Ana sambil tersenyum.
"Lalu cerita cinta Kita dikasih judul apa?" Tanya Rama sambil melihat wajah cantik Ana.
"Gadis miskin yang dicintai oleh seorang CEO kaya" Jawab Ana.
Rama hanya tersenyum, Lalu mengangkat dagu Ana, Kini Rama langsung mendaratkan bibirnya dibibir Ana.
Mereka saling berciuman dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.
Iya keluarga kecil Rama dan Ana bahagia sekali, Mereka dikaruniai dua orang Anak. Anak pertama mereka perempuan yang diberi nama Raniah Putri Ardiyansyah dan Anak kedua mereka laki-laki yang diberi nama Kevin Putra Ardiyansyah.
Kevin adalah Anak angkat Rama dan Ana, Tapi mereka menyayanginya seperti Anak mereka sendiri.
Akhirnya semuanya hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka masing-masing.
Mami Diana dan Papi Revan juga sangat bahagia melihat Anak-anaknya hidup bahagia dan rukun.
Sedangkan Dimas, Sampai sekarang Dimas tidak ada kabar sama sekali, Ntahlah Dimas itu sebenarnya dimana? Iya hanya Authornya yang tahu.
TAMAT
Terimakasih para pembaca setia 😊.
Mau buat cerita tentang Anak-anaknya, Menurut para pembaca setia lebih baik dilanjutin disini atau buat novel baru ya?
__ADS_1