
Keesokan harinya, seperti biasa Rama berangkat ke kantor setelah selesai sarapan.
Hari ini Rama, Rehan dan Bagas berangkat dengan satu mobil. mereka sengaja berangkat bareng karena mobil Rehan sedang ada dibengkel sedangkan Rama sedang malas menyetir.
Bagas sudah siap menunggu Rama dan Rehan di depan rumah Rama.
Kini Rama dan Rehan keluar dari rumahnya secara bersamaan, Ana juga mengantarkan mereka sampai depan rumahnya.
"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya" pamit Rama, sambil mencium kening Ana.
"Iya hati-hati dijalan!!" jawab Ana, dengan senyum manisnya.
Bagas yang sudah menunggu terlalu lama, akhirnya mamanggil Rama.
"Tuan Rama, lanjutkan nanti saja mesra-mesraannya" goda Bagas, dengan nada yang begitu jail.
"Dasar perusuh!!" kesal Rama, yang sudah berjalan menuju arah mobil Bagas.
Rehan terkekeh melihat kakaknya kesal karena ulah Bagas.
Rama menatap tajam kearah Rehan.
"Ini satu lagi lalat penganggu!!" kesal Rama, sambil menatap kesal ke arah Rehan.
Rehan langsung buru-buru lari menuju mobil Bagas, Rehan sekarang sudah naik ke dalam mobil dan kini Rehan duduk disamping Bagas.
Bagas menatap kesal kearah Rehan.
"Kamu duduk dibelakang saja!!" suruh Bagas, karena sedang tidak mau berdekatan dengan Rehan.
"Tidak kak, aku tidak mau dekat dengan kak Rama" jawab Rehan, yang kini sudah memakai sabuk pengaman.
Rama juga langsung membuka pintu mobil dan kini Rama sudah masuk kedalam mobil.
"Jalanlah, tidak usah bergosip!!" suruh Rama, yang mendengar obrolan Bagas dan Rehan.
Bagas dan Rehan saling menatap penuh kemenangan.
Bagas menyalahkan mesin mobilnya dan langsung melajukan menuju ke kantor mereka.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu macet, akhirnya Bagas dan yang lainnya sampai dikantor.
Dikantor Rama.
Rama berjalan lebih dulu, Bagas dan Rehan berada dibelakang Rama mengikuti langkah kaki Rama dengan pelan.
"Kamu sudah dengar kalau Rehan dan Rahel ternyata pacaran!!"
"Itu cuma gosip!!"
"Setau aku Rehan sudah punya pacar!!"
"Rahel yang bilang padaku kalau dia pacaran dengan Rehan!!"
"Anggap saja angin berlalu!!"
"Tau sendiri kan, Rahel memang sangat antusias ingin pacar Rehan!!"
Bagas dan Rama yang mendengar berbagai ucapan gosip yang beredar dari para pegawai dikantornya, akhirnya sama-sama menatap Rehan dengan tatapan meminta penjelasan.
__ADS_1
"Rehan, apa semua itu benar?" tanya Rama dengan begitu tegas, sebagai kakak Rehan. Rama tidak mau Rehan sampai melukai Ayu yang tidak lain adalah sahabat dari istrinya.
"Jelaskan pada kami!!" suruh Bagas, dengan tatapan meminta penjelasan dari Rehan.
Rehan menarik tangan kakaknya untuk segera masuk ke dalam ruangan kerjanya, Bagas mengikuti langkah kaki mereka.
Diruangan kerja Rehan.
Mereka duduk bertiga disofa yang ada diruangan kerja Rehan, kini Rehan berasa sedang ada dalam persidangan.
"Rehan!!" panggil Rama, dengan tatapan tajam.
"Jujur saja!!" timpal Bagas.
"Baiklah-baiklah, kak Rama, kak Bagas itu semua hanya gosip. aku dan Rahel tidak punya hubungan apapun apalagi pacaran itu tidak benar!!" jelas Rehan, dengan penuh ketegasan.
Mendengar penjelasan dari Rehan akhirnya Rama dan Bagas mengerti.
"Jangan sampai nyakitin hati Ayu!!" kata Rama, memperingatkan Rehan.
"Baik kak!!" jawab Rehan.
"Ayu udah cantik, jadi tidak usah mencari wanita lain!!" nasehat Bagas.
"Siap kak Bagas!!" jawab Rehan.
"Sial ternyata Rahel benar-benar menyebarkan gosip kalau aku pacaran dengan dirinya" kesal Rehan dalam hati.
Rama dan Bagas beranjak dari tempat duduknya, kini mereka pergi meninggalkan ruangan Rehan dan langsung menuju ruangan kerja mereka.
Setelah Rama dan Bagas pergi meninggalkan ruangan Rehan, kini Rehan kembali sibuk dengan pekerjaannya yang sangat banyak.
Rama sudah sibuk dengan laptopnya.
Diruangan kerja Bagas.
Bagas sedang sibuk dengan berkas-berkas untuk metting hari ini.
Dirumah Rian dan Via.
Hari ini Rian tidak masuk ke kantor, karena ulah istrinya yang sedang sangat manja akhir-akhir ini.
Rian sedang menonton televisi, tiba-tiba Via menarik tangan Rian dengan manja.
"Kenapa?" tanya Rian, karena Via menarik tangannya dengan begitu manja.
"Sekarang apalagi mau istriku ini?" pikir Rian dalam hati.
Rian beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti langkah kaki istrinya.
Via membawa Rian ke kamar mereka.
"Kamar?"
"Sayang, ini sudah siang kita mau ngapain ke kamar?" tanya Rian, sambil menatap istrinya.
Sekarang Via dan Rian duduk ditepi ranjang Via menyandarkan kepalanya di bahu Rian dengan begitu mesra.
"Kesambet setan apa istriku ini?" hati Rian bertanya.
__ADS_1
Via menyunggingkan senyum manisnya kepada Rian, Rian yang tau pasti istrinya sedang menginginkan sesuatu akhirnya bertanya.
"Katakan kamu mau apa?" Rian bertanya pada Silvia dengan nada pelan.
"Sayang, aku mau kita pindah rumah" pinta Via dengan nada begitu manja.
"Kenapa? bukankah rumah ini sudah bagus dan sangat nyaman!!" jelas Rian, yang merasa nyaman dengan rumah yang dia miliki.
"Aku tau, tapi aku sangat kesepian disini" keluh Via, dengan nada membujuk suaminya.
Rian terdiam melihat istrinya.
"Katakan mau pindah kemana?" tanya Rian.
"Ke komplek tempat Ana dan Alena tinggal" jawab Via, dengan nada agak centil.
Rian menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak mau? ayolah sayang!!" bujuk Via, sambil menciumi pipi suaminya.
Rian merasa kegelian karena ulah istrinya.
"Via hentikanlah, ini sangat menggelikan sekali!!" pinta Rian, yang sudah tertawa merasa kegelian karena ulah istrinya.
Kini Via mengeluarkan jurusnya, agar Rian patuh dan mau menuruti keinginannya.
"Aku akan menggunakan saran dari Alena dan Ana, untuk membujuk suamiku" ide gila Via.
Via langsung mendorong Rian hingga sekarang Rian berbaring diatas tempat tidurnya. Via sudah berada diatas Rian.
"Kamu mau apa?" tanya Rian, karena tidak biasanya Via bersikap seperti nakal seperti ini.
Via menyunggingkan senyuman yang begitu menggoda.
"Aku mau kamu menuruti permintaanku" jawab Via, sambil membelai pipi suaminya dengan tangannya.
"Via kenapa kamu begitu nakal seperti ini!!" kesal Rian dalam hati.
Rian langsung bangun dan membalik badan Via, kini Via sudah berada dibawah Rian.
"Cup!!" Rian mencium bibir Via.
"Kamu tidak perlu melakukan ini, baiklah kita pindah ke komplek tempat Ana dan Alena tinggal, nanti aku akan mengurusnya" Ucap Rian, karena tidak mau melihat Via melakukan hal nakal seperti tadi.
"Sungguh!!" Via merasa senang.
"Cup!!" satu kecupan bibir dibibir Rian.
"Terimakasih sayang!!" ucap Via.
Rian menjatuhkan tubuhnya disamping istrinya, kini Via langsung memeluk suaminya dengan begitu erat.
Akhirnya Via berhasil membujuk suaminya, biarpun jurusnya belum dikeluarkan akhirnya Rian menuruti kemauan Via untuk pindah ke komplek tempat Ana dan Alena tinggal.
"Untung istri cuma satu, coba kalau lebih dari satu pasti hidupku tidak akan tenang" Rian bicara dalam hati.
Bersambung
Terimakasih buat yang sudah setia membaca karya author 🙏 🙏
__ADS_1