
Beberapa bulan telah berlalu, Niah sedang duduk sendirian di depan rumahnya, Suaminya baru saja berangkat ke kantor.
Vina, Ralin dan Valin, mereka hari ini pergi kerumah Niah bersama-sama. Iya mereka pergi kerumah Niah untuk membuat kue bersama-sama.
"Kok, mereka belum datang ya." Niah melihat ke gerbang rumah tapi belum ada mobil yang datang.
Vina, Valin dan Ralinsyah sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Niah, mereka pergi satu mobil, mereka pergi dengan mobil Ralin yang disupirin oleh supir pribadinya Vina.
Karena mereka sedang hamil, jadi suami-suami mereka tidak mengizinkan mereka membawa mobil sendiri, alhasil kalau mereka pergi pasti diantar oleh supir-supir mereka.
"Valin, kamu sudah beli bahan-bahan untuk membuat kue?" Tanya Vina, ia duduk disebelah Valin.
"Sudah kak, aku beli bahan-bahan kue semalam bersama Kevin." Jawab Valin, ia menunjukkan bahan-bahan kue yang ada di kantong plastik di pangkuannya.
Valin sudah membeli tepung terigu, blue band, telur, dan bahan-bahan kue lainnya yang dibutuhkan untuk membuat kue.
"Kak, lihat perut aku! Anak aku sedang menendang-nendang perut aku." Ralin tersenyum bahagia, ia mengelus-elus perut dengan lembut.
Valin dan Vina menaruh tangannya diatas perut Ralin, dan benar sesekali anak yang ada di dalam kandungannya itu sedang menendang-nendang.
"Anak aku juga sudah sering nendang-nendang biarpun sesekali." Timpal Valin, ia mengalihkan tangannya ke perutnya yang sudah terlihat membesar.
Valin dan Ralin hamil bersamaan jadi wajar saja, jika kandungan mereka menginjak bulan yang sama.
"Sebentar lagi, kita akan menjadi seorang ibu." Kata Vina, ia sudah tidak sabar menanti buah hatinya lahir ke dunia ini.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah Niah.
Mereka langsung turun dari mobilnya, lalu berjalan menuju kerumah Niah, mereka melihat Niah sedang duduk di teras depan rumahnya, Niah terlihat menahan rasa sakit ia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Sakit sekali perutku." Rintih Niah, ia mengelus-elus perutnya.
Vina yang melihat sepertinya Niah sedang menahan rasa sakit, ia berlari menuju ke tempat Niah duduk.
"Niah, Niah, kamu kenapa?" Tanya Vina, ia sangat kawatir apalagi wajah Niah terlihat pucat.
Niah terus merintih kesakitan, ia memegangi perutnya terus.
"Perut aku sakit Vin." Jawab Niah dengan suara lirih.
"Kak Niah, kenapa?" Tanya Ralin, ia tidak kalah kawatir, pikirannya sudah kemana-mana takut kakaknya itu kenapa-kenapa.
__ADS_1
Valin mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, lalu ia menggeser layar ponselnya untuk menelpon kakak iparnya.
"Sepertinya Kak Niah, mau melahirkan. Cepat kak kita bawa dia kerumah sakit! Aku telpon Kak David." Kata Valin, ia sedang menelpon David tapi belum diangkat.
Ralin memanggil supirnya, untuk membantu Niah masuk ke dalam mobil. Dan mereka langsung membawa Niah kerumah sakit terdekat dari tempat tinggal Niah.
Di dalam mobil, Niah terus merintih kesakitan dan Valin terus berusaha menghubungi David Sampai telponnya diangkat oleh David.
Mendengar ponselnya terus berbunyi, akhirnya David mengangkat telponnya.
"Randi, kamu lanjutkan mittingnya! Aku mau angkat telpon dulu." David keluar dari ruang mitting untuk mengangkat telpon dari Valin.
"Tumben, Valin menelponku?" Batin David dalam hatinya.
"Hallo Val, ada apa?" Tanya David.
"Kak, sepertinya Kak Niah mau melahirkan dan ini sedang dibawa kerumah sakit dekat tempat tinggal kakak." Jawab Valin, nada bicaranya begitu kawatir.
"Niah akan melahirkan! Baiklah aku akan langsung menuju Kerumah sakit." Jawab David, ia langsung mematikan saluran teleponnya.
David kembali keruang mitting, lalu ia menemui Randi yang sedang melanjutkan mitting hari ini.
David bergegas menuju kerumah sakit, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. di pikirannya hanya ada istrinya, ia ingin segera bertemu dengan istrinya.
Dirumah Sakit.
Niah dan yang lainnya sudah sampai dirumah sakit, Niah langsung dibawa masuk ke dalam ruang persalinan.
Niah terus merintih kesakitan dan Dokter langsung menangani di dalam ruang persalinan itu.
Vina, Ralin dan Valin, mereka terus berdoa agar persalinan Niah lancar. Kini mereka duduk diruang tunggu.
"Kak David, kok belum datang ya?" Tanya Vina, ia melihat kearah Valin.
"Aku sudah menelponnya kak, katanya tadi mau kesini." Jawab Valin, wajahnya tampak kawatir.
"Kak David, kamu itu ya tidak datang-datang." Ralin marah-marah sendiri, perasaannya juga begitu kawatir.
David baru saja sampai dirumah sakit, ia memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya David langsung berlari menuju ke dalam rumah sakit.
Ia menanyakan Niah diruang mana pada suster, dan suster menjawab kalau Niah sudah dibawa masuk ke dalam ruang persalinan.
__ADS_1
David langsung menuju ke ruang persalinan, ia melihat Vina, Valin dan Ralinsyah sedang duduk diruang tunggu.
"Kak David?" Sapa Valin.
"Bagaimana, keadaan Kak Niah?" Tanya David, wajahnya tampak kawatir, ia tidak sabar ingin melihat Niah.
"Masih di dalam ruangan persalinan kak, dari tadi Dokter belum keluar dari dalam sana." Jawab Valin, David duduk dikursi ia merasa sangat kawatir.
Dalam hati David, selamatkanlah anak dan istriku. Aku sangat menyayangi istriku dan sangat menantikan kehadiran buah hati kembarku, anak-anak papa. Papa menunggu kalian lahir ke dunia ini.
Setelah satu jam berlalu, Dokter keluar dari dalam ruang persalinan. Ia memanggil keluarga dari Niah.
"Keluarga pasien." Panggilannya dengan nada sopan.
David beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menghampiri Dokter itu.
"Saya Dok, saya suaminya." Jawab David.
"Tuan, saya sudah berusaha untuk istri anda agar bisa lahiran normal. Tapi sepertinya tidak bisa dan kita harus melakukan operasi Caesar," Kata Dokter pada David, David terdiam sejenak ia berpikir.
Dalam hati David, aku ingin istri dan anakku semuanya baik-baik saja. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada mereka.
"Dok, lakukankan Operasi Caesar saja! Saya mohon selamatkan anak saya dan istriku." Pinta David, dengan mata yang berkaca-kaca.
Dokter menganggukkan kepalanya, lalu ia memberikan beberapa kertas yang ada di dalam map untuk David tanda tanganin.
David menanda tangani kertas-kertas itu, Setelah mendapat persetujuan dari David. Dokter langsung masuk ke dalam ruang persalinan untuk melakukan Operasi Caesar pada Niah.
David kembali duduk, ia terus berdoa dalam hatinya agar anak dan istrinya selamat.
Vina, Valin dan Ralin, mereka juga hanya diam saja sambil berdoa dalam hati mereka agar persalinan Niah berjalan dengan lancar.
Diruang tunggu hanya ada keheningan diantara mereka, perasaan mereka sedang sama-sama kawatir memikirkan Niah yang sedang berjuang di dalam ruang persalinan.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Dokter keluar dari dalam ruang persalinan.
"Tuan David......" Kata-kata Dokter terpotong.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1