Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
345.David vs Vano S2.


__ADS_3

"Aku pergi sekarang pa, Kak Niah hari ini ada suamimu jadi kamu selamat dariku." Kevin bangun dari tempat duduknya dan langsung pergi menuruti apa kata sang papa.


"Aku harus bicara apa pada Valin?" Pikir Kevin sambil menuju ke mobilnya.


Kevin menaiki mobilnya dan langsung melajukan mobilnya kerumah Valin.


Niah, David, Rama dan Ana,Mereka masih mengobrol diruang keluarga sambil menonton televisi, Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Rama.


"Tok....tok...." Suara ketukan pintu.


"Ada orang, Siapa ya?" Kata Ana yang beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya.


Niah berjalan menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek....." Suara gagang pintu.


"Vano, Masuk nak!" Sapa Ana dan menyuruh Vano masuk kedalam rumahnya.


"Iya Tante Ana," Jawab Vano yang sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Ana.


Ana dan Vano berjalan menuju ruang tengah, Vano melihat Niah sedang duduk disamping David sambil menyandarkan kepalanya di bahu David.


"Niah seandainya aku adalah David pasti aku beruntung mendapatkanmu." Pikir Vano yang terus menatap wajah cantik Niah.


Melihat Vano yang datang Niah tersenyum, Dan membenarkan posisi duduknya.


"Vano...." Sapa Niah dengan lembut.


David menatap Vano dengan tatapan kesal.


"Untuk apa dia datang kesini? Sudah matanya terus manatap wajah cantik istriku, Rasanya aku ingin mencongkel kedua matanya."Gerutu David dalam hatinya.


"Niah, Ini mama menyuruhku membawakan ini buat kamu." Jawab Vano, Vano menyodorkan tentengan yang ada ditangannya pada Niah.


Vano datang kerumah Niah karena disuruh oleh sang mama untuk mengantarkan ayam pedas manis buat Niah.


Niah menerima tentengan yang diberikan oleh Vano.


"Ini apa Van?" Tanya Niah.


"Itu makanan kesukaanmu ayam pedas manis." Jawab Vano dengan tatapan datar.


Niah membuka tentengan tersebut, Lalu tersenyum.


"Baunya harum sekali." Kata Niah sambil mencium aroma makanan tersebut.


"Ini yang masak Tante Via?" Tanya Niah sambil melirik kearah Vano.


"Iya itu mama yang masak." Jawab Vano dengan tatapan datar lagi.

__ADS_1


Niah menghela nafasnya, Niah terus berpikir kenapa tatapan Vano begitu datar padanya.


"Sebenarnya Vano kenapa? Kenapa sekarang dia menjadi aneh bahkan dia terus-terusan menatapku dengan tatapan datar." Pikir Niah dalam hatinya.


Niah yang selama ini tidak tahu akan perasaan Vano pada dirinya, Jadi Niah menganggap sikap Vano itu menjadi aneh tiba-tiba.


"Van, Gadis yang bersamamu waktu itu siapa nak? Apa dia kekasihmu?" Tanya Ana tiba-tiba membuat Vano agak gugup.


Vano yang duduk di sofa tepat dihadapan Ana, Membuat Vano merasa agak canggung.


"Hanya teman, Tan." Jawab Vano dengan lembut.


"Tante kira itu kekasihmu nak." Cetus Ana yang membuat Vano tersenyum simpul.


"Bukan kok tan, Vano belum punya kekasih tan, Vano mau fokus kerja dulu. Lagian gadis yang Vano cintai selama ini dia juga sudah menikah dengan laki-laki lain." Jelas Vano yang sebenarnya masih mengharapkan Niah.


Niah menatap Vano dengan tatapan bingung.


"Sejak kapan Vano mencintai seseorang gadis? Aku lihat selama ini Vano tidak pernah membawa gadis kerumahnya." Pikir Niah yang merasa bingung dalam hatinya.


"Kalau gadis itu sudah menikah lebih baik kamu mencari gadis lain saja daripada mengharapkan gadis itu kembali ke sisimu, Karena itu tidak mungkin." Sambung David tiba-tiba, David sadar sorot mata Vano dari awal melihat Niah itu memang ada sesuatu yang Vano sembunyikan.


"Aku belum memikirkan mencari pengantinya, Aku masih ingin sendiri." Jawab Vano dengan tatapan datar lagi.


"Siapa gadis yang kamu cintai selama ini?" Tanya Niah tiba-tiba membuat hati Vano begitu tersentak.


Vano berusaha menguatkan dirinya, Dia juga tidak mau mengakui kalau gadis itu adalah Niah. Bukan Vano tidak mau tapi Vano memikirkan rumah tangga Niah yang belum ada seumur jagung.


"Van, Kenapa kamu diam saja?" Tanya Niah dengan tatapan lembut.


"Tidak apa-apa, Sudahlah jangan membahasnya! Oh iya Om Rama, Tante Ana Vano pamit pulang ya." Jawab Vano yang sekalian berpamitan dengan Ana dan Rama.


"Iya nak, Terimakasih ini Ayam pedas manisnya bilang sama mama ya." Jawab Ana yang diiringi ucapan terimakasih.


"Iya tante, Nanti Vano bilang sama mama." Jawab Vano dan langsung berlalu dari hadapan Ana dan yang lainnya.


Kali ini Niah benar-benar bingung sungguh Vano yang sekarang itu bukan Vano yang dulu dirinya kenal, Bahkan Vano sekarang berbicara pada dirinya saja dengan tatapan datar.


"Sepertinya ada yang disembunyikan dari Vano." Batin Niah dalam hatinya.


Niah terus menatap punggung Vano hingga Vano tidak terlihat lagi, Melihat tatapan Niah pada Vano membuat David agak kesal.


"Matanya dijaga sudah punya suami!" Sindir David yang membuat Niah sadar dari lamunannya.


Niah mengalihkan tatapan matanya lalu tersenyum pada suaminya.


"Mataku sedang hilaf." Ledek Niah membuat David meliriknya dengan tajam.


Melihat tingkah anak dan menantunya Ana hanya tersenyum, Rama juga ikut tersenyum Rama ingat sekali dulu dirinya juga begitu pencemburu seperti David.

__ADS_1


"Dasar kalian ini lucu sekali." Gumam Ana yang terus menatap Niah dan David dengan penuh ketulusan.


"David, Niah, Mama dan pergi kerumah Tante Alena dulu ya ada urusan." Pamit Ana dan langsung mengajak Rama untuk pergi ke rumah Alena.


"Iya ma, David ih jangan gelitikin aku geli ih." Jawab Niah yang merasa kegelian karena David dengan jail, Terus menggelitikin pinggang Niah, Membuat Niah merasa kesal.


Niah dan Rama pergi kerumah Alena sedangkan David dan Niah mereka masih diruang keluarga.


"Siapa suruh kamu terus menatap dia dengan tatapan lembut, Kamu tidak perduli padahal ada suamimu disampingmu." David mengomeli Niah gara-gara Niah menatap Vano dengan tatapan lembut.


"Apa kamu ini sedang cemburu?" Ledek Niah yang juga ikut menggelitikin pinggang David.


David meronta-ronta karena merasa kegelian, Tapi Niah terus menjailinya membuat David juga langsung membalasnya.


Perdebatan, Candaan David dan Niah lakukan gara-gara tatapan lembut Niah pada Vano.


Kevin ..


Kevin baru saja sampai didepan rumah Valin dengan perasaan ragu-ragu Kevin mengetuk pintu rumah Valin.


"Tok....tok....tok..." Kevin mengetuk pintu.


"Lagi-lagi aku harus memohon pada dirinya untuk membantuku lagi." Gumam Kevin.


Valin yang sedang duduk sambil menonton televisi, Beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya.


"Sebentar......." Sahut Valin dari dalam rumah.


Sambil berjalan Valin terus ngedumel dalam hatinya, Siapa sih yang pagi-pagi datang ke rumah orang?


"Ceklek...." Valin membukakan pintu rumahnya.


"Tuan Kevin?" Sapa Valin dengan tatapan terkejut.


"Tidak usah terkejut seperti itu, Minggir aku mau masuk!" Kata Kevin sambil mendorong tubuh munggil Valin agar bergeser dari pintu.


Valin ternganga tidak percaya.


"Aku ini tuan rumahnya, Tapi dia malah bersikap tidak sopan padaku." Gumam Valin.


Kevin sudah berjalan menuju sofa bahkan sudah duduk tanpa Valin mempersilahkan dirinya untuk duduk terlebih dahulu.


"Maaf Tuan Kevin ada apa kesini?" Tanya Valin dengan tatapan kesal.


"Valin aku butuh bantuanmu." Jawab Kevin sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Bantuan apa Tuan Kevin?" Tanya Valin dengan tatapan bingung.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf banget ya baru up, Sibuk banget dari tadi ada acara keluarga soalnya 🙏


__ADS_2