
Setelah selesai memberikan kejutan untuk bibi Rani, akhirnya Rama dan yang pulang menuju kerumah Rama sedangkan bibi langsung mengurus kepindahan rumahnya ke rumah yang baru saja dikasih oleh Rama.
Didalam kamar.
"Sayang, pernikahan kita sudah hampir 1 tahun rasanya aku sudah sangat menantikan tangisan anak bayi sayang" Ucap Rama sambil duduk disamping ana.
"Sabar sayang, mungkin Allah belum mempercayai kita untuk punya keturunan" Jawab ana sambil menggenggam tangan Rama.
"Andai saja ya Rama, waktu itu kita tidak berdebat dan aku salah paham padamu pasti anak kita masih ada didalam perut aku" Ucap ana yang sudah meneteskan air matanya.
"Sayang, kenapa kamu menangis nanti anak kita sedih disurga sana kalo lihat mama nya sedih seperti ini" Jawab Rama sambil menarik ana kedalam pelukannya.
"Maafkan aku ya sayang, aku belum bisa kasih keturunan untuk kamu" Ucap ana dengan Isak tangisnya.
"Tidak apa-apa sayangku, kelak kalo sudah saatnya pasti Allah akan memberikan buat kita" Jawab Rama dengan senyum manisnya, yang membuat ana jauh lebih tenang.
Seperti biasa, dikala asik mengobrol pasti ana tertidur dan sekarang ana tertidur dipelukan Rama.
*Sayang maafkan aku sudah membuatmu sedih, tidak seharusnya aku membicarakan hal seperti ini disaat kamu habis kehilangan anak kita, itu pasti terasa berat kamu sayang* Guman Rama dalam hati sambil membelai rambut istrinya yang sedang tertidur dipelukannya.
Ponsel Rama berdering dan itu telpon dari Bagas, Rama pun segera mengangkatnya.
__ADS_1
"Hallo tuan, ini ada berkas yang harus tuan tandatangani" Ucap Bagas dari sebrang sana.
"Apa harus sekarang?" Tanya Rama
"Iya tuan, soalnya ini berkas yang harus dikirim hari ini ke perusahaan xx" Jawab Bagas.
"Baiklah kamu bahwa saja kerumah Bagas, aku tidak bisa ke kantor sekarang" Jawab Rama yang memang hari ini hanya ingin menemani istrinya.
"Baik tuan, saya akan segera bawakan kerumah" Jawab Bagas, sambil mematikan saluran teleponnya.
Setelah beberapa saat sampelah Bagas dirumah Rama.
Tuk .. tuk...
"Masuklah, nak Bagas" Sapa mami Diana
"Apa kabar tante, tante saya mau mengantar berkas ini" Ucap Bagas sambil menunjukkan berkas yang dibawa oleh dirinya.
"Tante baik baik, duduk dululah nak tante panggilkan Rama sebentar" Ucap mami Diana.
Tiba-tiba..
__ADS_1
"Bagas, kamu sudah datang?" Tanya Rama.
"Sudah tuan, ini berkasnya tuan" Jawab Rama sambil memberikan berkas tersebut kepada Rama.
Rama pun langsung menerimanya dan segera menandatangani berkas tersebut, setelah selesai di tandatangani Rama pun memberikan berkas tersebut kembali pada bagas.
"Terimakasih tuan, saya langsung balik ke kantor ya tuan" Ucap Bagas pada Rama.
"Kamu hati-hatilah dijalan, terus jangan lupa segera kenalkan kekasihmu padaku ya" Jawab Rama dengan nada mengejek.
"Tuan, segera buatlah nona untuk hamil agar tuan punya mainan baru dan tidak mengganggu saya lagi" Jawab Bagas seperti biasanya Bagas paling senang meledek Rama disaat hanya berdua saja.
"Benar apa kata Bagas, itu Rama sayang" Celetuk mami tiba-tiba, membuat Rama merasa kalah karena diserang oleh maminya juga.
"Bagas, ingatlah kalo aku punya anak nanti belikan kado yang mahal untuk anakku" Jawab Rama penuh kemenangan.
"Akan ku belikan mainan sebanyak mungkin nanti tuan" Jawab Bagas, yang membuat Rama kesal.
"Sana-sana, segeralah ke kantor" Ucap rama dengan nada mengusir namun sambil tersenyum jahat pada Bagas.
Bagas yang sudah mengerti akan sifat dan sikap bos nya jadi tidak pernah memasukkan candaan bos ke dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya Bagas pun pergi meninggalkan Rama Dan mami Diana setelah berpamitan.
selamat malam pembaca setia mudah-mudahan kalian semua sehat selalu ya, maaf kalo authornya suka lemot kalo up .. hari ini beneran sibuk banget dari tadi pagi 🙏😘