
Setelah ana dan Rama selesei makan, Rama pun mengantar ana pulang kerumahnya karena memang sudah hampir malam.
"Aku langsung antar kamu pulang dulu ya, ingat istirahat dengan baik pernikahan kita tinggal dua hari lagi jadi kamu harus jaga kesehatan ya" Ucap Rama kawatir.
"Iya sayang, aku akan menjaga kesehatanku dengan baik" Ucap ana dengan nada lembut.
Sampailah dirumah ana, Rama memberhentikan mobilnya, Rama turun dari mobilnya untuk membukakan pintu mobil buat ana.
"Turunlah ana, hati-hati jangan terburu-buru" ucap Rama pelan.
"Terimakasih kasih sayang, aku pamit langsung masuk kerumah ya, kamu hati-hati dijalan" ucap ana dengan lembut.
"Baiklah, kamu masuklah dulu baru aku akan pergi dari sini" ucap Rama yang memang ingin melihat ana masuk rumah.
Ana pun masuk rumah sedangkan Rama meninggal rumah ana dengan mobilnya untuk menuju kerumah.
Dikamar ana.
Selesei mandi ana membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Rasanya hari ini lelah sekali, aku juga tidak menyangka ternyata pernikahan aku dan Rama tinggal dua hari lagi" ucap ana bicara dengan diri sendiri.
Ana mulai menajamkan matanya karena memang hari ini sangat lelah sekali.
__ADS_1
Dirumah Rama.
Rama juga telah sampai dirumah, sekarang Rama sedang membersihkan tubuhnya karena badannya sudah lengket sekali, setelah selesai mandi Rama langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Dua hari lagi, aku tidak akan tidur sendirian lagi dan setiap aku pulang kerja akan ada yang selalu menungguku setiap hari dirumah ini, ana terimakasih sudah mau menikah denganku" Ucap Rama bicara dengan diri sendiri.
Rama memejamkan matanya dan tertidur begitu pulas. dua hari ini Rama sudah mulai ambil cutti kerja dan memberikan semua tugas kantor pada Bagas.
Ke esokan harinya, pagi ini pasti akan sangat sibuk. karena ada acara berkunjung kerumah ana untuk memberikan seserahan dan hadiah untuk keluarga ana, mami papi dan rehan datang dari kota A kerumah Rama untuk ikut menyiapkan keperluan Rama untuk menikah, seperti menyiapkan seserahan untuk ana dan keluarganya dan beberapa hadiah lainnya.
Mami, papi dan rehan sudah sampe dirumah Rama.
"Bibi, apa kabar?" tanya mami Diana dengan ramah.
"Rama belum bangun Bi" ucap mami Diana.
"Belum nyonya, akan saya bangunkan nyonya" Ucap bibi.
"Biar saya saja bi yang membangunkan Rama" ucap mami sambil menuju kamar Rama.
"Tuan muda, mari saya antar ke kamar" ucap bibi pada rehan.
"Tidak usah bibi, saya ke kamar sendiri saja" ucap rehan pada bibi dengan nada sopan.
__ADS_1
Rehan menuju kamar sedangkan papi Revan duduk di kursi menunggu istrinya yang sedang membangunkan anak pertamanya.
Dikamar Rama.
"Bangunlah anak mami, bukannya kita mau mengantar seserahan dan hadiah buat keluarga ana" ucap mami pelan.
"Mami, sudah datang ini masih sangat pagi mami" Ucap Rama dengan nada males.
"Bergegaslah nak, siap-siap kita pergi kerumah ana pagi ini" Ucap mami dengan nada mulai kesal yang memang sangat susah membangun Rama.
*Ana kelak kamu bersabarlah kalo membangunkan Rama dipagi hari* Gumam mami dalam hati yang memang anaknya sulit dibangunkan apalagi kalau lagi libur kerja seperti ini.
"Iya mam Rama bangun sekarang" ucap Rama Sambil bangun dari tidurnya.
"Bersiaplah ayo kita pergi kerumah ana untuk memberikan seserahan dan hadiah untuk keluarga ana" Ucap mami menjelaskan.
"Iya mam iya, mami tunggulah dibawah Rama akan mandi dan bersiap-siap" ucap Rama Sambil memeluk maminya.
"Baiklah nak, jangan lama-lama mami sudah sangat merindukan ana" Ucap mami sambil melepaskan pelukannya dari Rama.
Menuju rumah ana.
Maaf ya baru author lanjutin lagi ceritanya
__ADS_1
maaf juga kalo Carita author masih acak-acakan, terimakasih buat semuanya yang sudah membaca karya author dan meninggalkan jejak dikarya author 🙏🙏