
Rama merasa sudah tahan dengan sikap ana akhirnya Rama meluapkan kemarahannya. karena memang Rama rindu sekali sama ana.
Rama bangkit dari duduknya dan langsung menarik ana kedalam kamarnya.
"Ana, ikutlah aku" Ucap Rama Sambil menarik tangan ana.
"Lepaskan tanganku" Renggek ana Sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rama.
Rama tidak menghiraukan ucapan istrinya tersebut setelah sampe didalam kamar. Rama pun melempar ana ketempat tidurnya dengan agak sedikit keras.
"Sekarang, katakan padaku apa maumu. apakah hanya masalah Elina kamu mengabaikan aku terus" Ucap Rama dengan nada marah.
"Wanita mana yang rela melihat suaminya dipeluk oleh wanita lain dan jelas itu mantan kamu yang masih mencintaimu" Jawab ana dengan nada marah juga.
"Apa itu salahku, aku tidak membalas pelukannya dan aku sudah menjelaskan aku sudah tidak ada perasaan apa-apa dengannya" Ucap Rama yang masih sangat marah.
"Iya sudah, singkirkan tubuhmu dari atasku" Ucap ana yang sama-sama merasa marah.
__ADS_1
"Ana jika kamu terus menyalahkanku hanya karena masalah ini, lalu bagaimana denganmu yang dipeluk oleh laki-laki lain yang jelas dia juga mantan kekasihmu" Ucap Rama mengikatkan kejadian waktu ana dipeluk oleh Angga mantan kekasihnya.
Ana terdiam mendengar ucapan suaminya, ana merasa bersalah karena waktu itu juga Rama sangat marah dan cemburu sekali pada Angga.
"Percayalah ana, aku sekarang hanya mencintaimu seorang kamu satu-satunya untukku, kamu gadis yang aku nikahi karena memang kamu sangat berbeda dari yang lain" Ucap Rama penuh kejujuran.
Ana mulai menangis, kenapa dia begitu bodoh padahal dia tau suaminya begitu mencintainya sejak awal, suaminya selalu bersabar menghadapi sikapnya
"Dengarkan aku baik-baik Elina denganmu itu itu jauh lebih baik dirimu ana. mungkin dari penampilan dan tubuh Elina begitu cantik tapi tidak dengan hati dan sifatnya" Ucap Rama dengan jujur pada ana.
"Berhentilah mengabaikanku ana, aku sangat merindukanmu" Ucap Rama ditelinga ana.
"Tidak mau, aku mau mengabaikanmu saja" Ucap ana dengan nada cuek.
"Ya sudah terserah kamu saja" Ucap Rama pada ana.
"Apa sekarang kamu yang merasa kesal padaku, mana bisa seperti itu sayang" Ucap ana yang tidak setuju dengan Rama yang merasa kesal.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia yang membuatku marah tapi dia juga yang kesal padaku, kenapa suamiku ini begitu aneh sekali, ana bicara dengan diri sendiri di dalam hati sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan sikap suaminya.
*Semua ini gara-gara Elina, istriku jadi mengabaikanku* Guman Rama dalam hati.
"Sayang" Panggil Rama.
"Aku mau tidur, aku sangat mengantuk" Ucap ana sambil menarik selimut.
"Ana, jangan marah terus" Ucap Rama dengan nada merengek, namun ana mengabaikannya karena masih terlalu kesal dengan kejadian di acara tadi.
Rama akhirnya tertidur tanpa sadar rengekannya sudah terhenti, ana terbangun dan melihat suaminya sudah memejam matanya, ana tersenyum dan menyelimuti tubuh suaminya dengan selimut.
"Tidurlah sayang, biarpun aku marah tapi aku tetap saja tidak bisa untuk tidak peduli padamu" Ucap ana sambil membelai pipi Rama dengan lembut.
Akhirnya ana pun ikut tertidur disamping Rama dengan nyenyak.
Lanjutkan ....😘😘🙏🙏
__ADS_1