
"Valin aku butuh bantuanmu." Jawab Kevin sambil melipat kedua tangannya ke dada.
"Bantuan apa Tuan Kevin?" Tanya Valin dengan tatapan bingung.
Kevin menarik nafasnya dengan pelan sebenarnya Kevin malas sekali berurusan dengan Valin, Apalagi banyak gadis cantik diluaran sana. Tapi salahnya Kevin membawah Valin ke acara pernikahan sang kakak waktu.
"Kenapa harus gadis lelet ini yang waktu itu aku bawa ke acara pernikahan kakak sih?" Kevin marah pada dirinya sendiri di dalam hati.
Valin menatap Kevin dengan tatapan bingung, Dengan hati-hati Valin duduk di sofa dekat Kevin duduk, Kevin yang sadar Valin duduk disampingnya langsung menatap kesal pada Valin, Membuat Valin rasanya ingin mencongkel kedua mata Kevin.
"Apa-apaan dia ini, Dia datang kesini untuk meminta bantuanku tapi dia menatapku dengan tatapan menyebalkan seperti itu." Gumam Valin dalam hati.
"Jika kamu bukan bosku, Aku pasti sudah menendangmu keluar dari rumahku." Gerutu Valin dengan suara pelan dan ternyata di dengar oleh Kevin.
"Kamu bilang apa? Kamu ingin menendangku?" Dengan tatapan membunuh Kevin mempertegas perkataannya.
"Maaf tuan, Anda mau meminta bantuan dariku apa? Jangan buat semuanya menjadi lama katakan saja cepat!" Bukannya menjawab pertanyaan Kevin dengan benar, Valin juga balik bertanya pada Kevin.
Dalam hati Kevin, Dasar gadis lelet berani sekali dia balik bertanya padaku bukannya menjawab pertanyaan dariku.
Kevin kembali terdiam kini dirinya memikirkan bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Valin?
"Emmhh ikutlah denganku ayo kita ketemu orang tuaku!" Tanpa bertele-tele Kevin mengatakannya pada Valin.
Valin membulatkan matanya dirinya begitu kaget mendengar perkataan dari sang bos.
"Maaf tuan untuk apa bertemu dengan orang tua anda?" Tanya Valin dengan hati-hati.
"Orang tuaku ingin bertemu denganmu, Karena dia menyangka kamu adalah kekasihku dan aku mau kamu menjadi kekasih pura-pura aku." Jelas Kevin yang membuat Valin semakin kaget.
Valin sungguh tidak percaya apa yang dikatakan oleh bosnya"Kekasih pura-pura?" Apa dia ini sudah tidak waras? Kali ini pikiran Valin semakin kacau.
"Maaf tuan saya tidak bisa, Ini adalah hal besar dan jika kita melakukan ini maka akan menjadi kebohongan besar dan menjadi masalah untuk kita berdua." Dengan lembut Valin menolak apa yang dikatakan oleh sang bos.
"Aku tidak menerima penolakan darimu, Cepatlah bersiap aku akan mengurus semuanya jika ada apa-apa aku yang akan bertanggungjawab." Dengan lantang Kevin membatah penolakan dari Valin, Membuat Valin menatapnya dengan kesal.
"Tidak usah menatapku seperti itu, Cepatlah ganti pakaianmu atau aku yang akan melakukannya!" Dengan ketus Kevin kembali mempertegas perkataannya.
"Tapi....." Kata-kata Valin terpotong.
"Tapi apa? Sudahlah turuti apa perintah dariku!" Sambung Kevin yang enggan mendengar penolakan dari Valin.
Valin mendengus kesal dan beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamarnya.
"Aku ini cuma gadis miskin yatim piatu, Tapi apakah aku harus menghadapi hal ini, Aku sadar ini adalah kebohongan besar." Gumam Valin sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Kevin memang seperti Rama, Dirinya paling tidak suka jika ada yang menolak perintahnya padahal Kevin bukan anak kandung Rama, Tapi sifat Rama ada pada Kevin mungkin karena dari Kevin lahir sudah dirawat oleh Rama dan Ana jadi wajar kalau sifat Rama menurun ada diri Kevin.
Dikamar Valin...
__ADS_1
Valin membuka pintu lemarinya dengan malas, Lalu mengambil satu gaun yang menurut dirinya bagus dan cocok untuk bertemu dengan kedua orang tua Kevin.
"Tuan Kevin berasal dari keluarga kaya, Aku yakin keluarga Tuan Kevin pasti akan menghina gadis miskin seperti diriku ini." Batin Valin menebak-nebak.
Biarpun Valin pernah bertemu keluarga Kevin waktu dipesta pernikahan Niah, Tapi Valin sungguh belum mengenal keluarga Kevin seperti apa? Karena waktu itu juga semuanya sibuk jadi mereka tidak bertegur sapa dan Kevin malah mengajak Valin bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang waktu itu juga menghadiri acara pernikahan Niah dan David.
Setelah mengambil gaun yang menurutnya cocok, Valin langsung memakainya, Valin bercermin sambil berputar-putar.
"Hanya gaun ini yang bagus yang aku punya." Sambil bercermin Valin bicara sendiri.
Valin adalah gadis sederhana hidupnya yang sebatang kara karena kedua orang tuanya sudah meninggal, Jadi dia begitu mandiri apa-apa dirinya lakukan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain dengan alasan tidak mau merepotkan orang lain.
"Valin kamu itu berganti pakaian atau apasih? Lama sekali." Teriak Kevin dari ruang tengah.
Valin mendengar teriakan Kevin karena memang kamarnya tidak jauh dari ruang tengah dan kamarnya juga tidak kedap suara.
"Sebentar......" Teriak Valin dari dalam kamar.
"Aduh ini kenapa susah sekali." Keluh Valin sambil berusaha mengakali restselting gaunnya yang rusak.
"Aish rusak....." Kesal Valin.
Valin berjalan pelan-pelan lalu membuka pintu kamarnya.
"Tuan Kevin bisa tolong bantu saya." Pinta Valin dari balik pintu kamarnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Kevin.
Haahh... Kevin tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
"Apa dia mau menggodaku dikamarnya." Batin Kevin dengan pikiran mesumnya.
Kevin berjalan menuju ke kamar Valin, Sesampainya dikamar Valin, Valin memasang wajah memelas membuat Kevin bingung.
"Kamu kenapa?" Tanya Kevin.
"Tolong restselting saya rusak." Valin meminta tolong pada Kevin, Valin juga sudah menghadapkan punggungnya ke belakang membuat Kevin bisa melihat lekuk tubuhnya.
"Punggung dia begitu mulus." Batin Kevin dalam hatinya.
"Tuan tolong bantu aku, Kenapa anda hanya diam saja?" Sentak Valin mengagetkan Kevin.
"Iya ya..." Jawab Kevin kaget, Kevin berusaha mengakali restselting gaunnya Valin tapi tetap tidak bisa dan membuat Kevin sangat kesal.
"Ini tidak bisa, Sudahlah ayo kita beli gaun baru saja!"Ajak Kevin yang sudah berpindah tempat dan kini berdiri tepat dihadapan Valin.
Kevin melepaskan jas miliknya, Membuat pikiran Valin traveling kemana-mana.
"Apa dia mau memperk*saku?" Batin Valin dalam hatinya.
__ADS_1
Kevin yang mengerti pasti pikiran Valin sudah kemana-mana, Menjitak kepala Valin dengan pelan.
"Dasar gadis lelet, Buang pikiran mesummu itu." Omel Kevin yang membuat Valin tersenyum malu-malu.
Biarpun Kevin agak tengil tapi Kevin itu tidak pernah menodai kesucian seorang wanita, Jadi sampai saat ini, Kevin masih perjaka karena belum pernah meyelupkan miliknya ke wanita manapun dan Kevin juga bukan tipe laki-laki yang suka menanam benih sembarangan atau Rama Ardiyansyah akan menghajarnya.
Setelah melepaskan jasnya Kevin memakaikan jas tersebut pada tubuh mungil Valin.
Kevin langsung menarik tangan Valin untuk keluar dari rumahnya, Sebelum pergi kerumah Kevin, Kevin mengajak Valin ke salon terlebih dahulu.
"Diamlah, Aku akan menjadikanmu angsa cantik hari ini." Kata Kevin yang langsung melajukan mobilnya menuju ke salon biasanya mama dan kakaknya nyalon.
"Aku ini manusia kenapa tuan akan menjadikan aku angsa, Aku tidak mau!!" Tolak Valin dengan begitu polos, Yang membuat Kevin ingin sekali mencium pipi mulusnya.
Kevin geleng-geleng kepala dan memilih untuk diam saja, Kevin tahu jika Kevin menjawab perkataan Valin pasti yang ada urusannya akan tambah panjang dan tidak sampai-sampai rumah.
Dirumah Rama dan Ana...
Niah yang masih asik bercanda dengan sang suami, Kini Niah mengajak David memakan Ayam pedas manis yang dibawah oleh Vano tadi.
"Ayo kita makan ini berdua." Ajak Niah sambil menunjukkan Ayam pedas manis yang ada ditangannya.
"Aku tidak mau, Buat kamu saja." Tolak David dengan nada agak kesal.
"Dasar gadis polos, Lihatlah tatapan laki-laki itu padamu aku yakin dia itu pasti menyukai kamu Niah." Pikir David dalam hatinya.
Melihat sorot mata Vano saja David langsung tahu dan paham kalau sorot mata Vano itu menyukai istrinya membuat David kesal.
"Enak saja kamu menyuruhku memakan makanan yang laki-laki itu bawa." Batin David dalam hatinya.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau, Aku mau memakannya sendiri saja." Jawab Niah dan langsung membawa makanan tersebut ke atas meja makan untuk memakannya.
David berdecak kesal dan langsung bangun dari tempat duduknya, Kini dirinya menyusul sang istri yang sudah duduk dimeja makan.
Niah menikmati Ayam pedas manis yang Vano bawa dengan begitu nikmat, Membuat David merasa kesal.
"Niah ayo kita punya anak secepatnya!" Kata David tiba-tiba membuat Niah hampir tersendak, Dan David langsung menyodorkan air putih buat Niah.
"Minumlah pelan-pelan makannya!" Pinta David sambil menyodorkan air putih buat Niah.
Niah meminum air putih yang diberikan oleh suaminya.
"Apa kamu bilang?" Tanya Niah memastikan.
"Ayo kita punya anak secepatnya!" David mengulang kata-katanya.
"Punya anak?"
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊