
Malam menunjukkan pukul 11 malam, Niah belum tidur ia sedang mengelus-elus perutnya yang merasa agak tidak enak, kakinya juga terasa pegal, mungkin karena hari ini Niah merasa kelelahan, apalagi ia juga ikut mendampingi Vina selama acara repsesi pernikahan tadi.
"Sayang, kok belum tidur?" Tanya David, ia duduk disebelah Niah sambil mengusap pipi Niah dengan lembut.
"Kakiku sakit, perutku juga rasanya tidak enak." Jawab Niah, dengan suara lemas.
David merasa panik, perasaannya begitu kawatir, ia takut istrinya kenapa-kenapa dan anaknya kenapa-kenapa.
"Kita ke Dokter, sekarang ya! Ayo kita periksa saja ya." Ajak David, dengan nada lembut.
"Tidak mau, sayang pijitin kaki aku ya!" Pinta Niah dengan manja, ia menyandarkan kepalanya di bahu kekar suaminya.
David mencubit pipi Niah dengan pelan, ia merasa gemas dengan sikap manja istrinya.
"Iya aku pijitin ya!" Jawab David, ia mulai memijit kaki Niah dengan lembut, Niah sungguh bahagia punya suami seperti David ia begitu perhatian dan sangat menyayangi dirinya.
Mengingat dulu awal pernikahannya, mereka sering berdebat bahkan sempat membuat perjanjian konyol. Tapi semua itu mereka lalu dengan baik, sampai akhirnya David menyatakan perasaan cintanya pada Niah.
"Apa, kamu pernah belajar memijat?" Tanya Niah dengan nada lembut.
"Tidak, apa pijitanku enak?" David balik bertanya.
"Sangat enak, kakiku juga sudah lumayan enak dan tidak sepegel tadi." Jawab Niah.
Setelah selesai memijat kaki istrinya, David menyuruh Niah berbaring dan kini David juga ikut berbaring disamping Niah.
Niah membenamkan wajahnya di dada bidang David, David berbaring tangannya mengelus-elus perut Niah sampai Niah tertidur pulas dipelukan.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan melahirkan dan kamu akan dipanggil mama. Tapi aku belum menyiapkan nama untuk calon anak kembar kita." Kata David, ia sedang memikirkan nama yang cocok untuk anak kembarnya nanti.
"Aku harus siapkan nama anak kembar untuk perempuan dan laki-laki," Kata David, ia begitu antusias.
Ia mengambil ponselnya lalu membuka internet, ia mencari nama-nama anak kembar yang menurutnya cocok untuk anak-anaknya.
Karena David merasa bingung, ia menaruh kembali ponselnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.
"Besok sajalah cari namanya, aku sudah sangat mengantuk." Batin David dalam hatinya.
Ia memejamkan matanya, ia tidur sambil memeluk istrinya dengan penuh kehangatan.
Vano dan Vina.
Vina sudah tidur dengan lelap, tapi Vano masih terjaga. Pikirannya masih teringiang-giang untuk melaksanakan malam pertamanya.
__ADS_1
"Sayang, masa malam pertama saja pakai ditunda segala." Vano merasa kesal dalam hatinya.
Vina gulang-guling, ia tidur begitu nyenyak tanpa memperdulikan suaminya yang gelisah tidak tenang karena pingin ehem-ehem.
Vano menyalakan lampu kamarnya, membuat Vina terusik dan ia perlahan-lahan membuka matanya.
"Sayang, kenapa dinyalakan lampunya?" Rengkek Vina, ia agak kesal karena gara-gara lampu menyala ia jadi terusik tidurnya.
"Aku belum mengantuk, ini aku mau main game." Vano sudah memegang ponselnya, ia Sudah bersiap-siap untuk bermain game online.
"Matikanlah lampunya." Omel Vina dan Vano langsung mematikan lampunya.
Kini Vina kembali memejamkan matanya, sedangkan Vano mulai gamenya. Ia tiba-tiba ingat dengan kado yang diberikan oleh David.
"Kira-kira apa kado dari suaminya Niah itu?" Tanya Vano dalam hatinya.
Ia menaruh ponselnya diatas nakas, lalu ia mengambil kado yang diberikan oleh David di dalam koper bajunya.
"Apa yang dia berikan padaku?" Vano membuka kado itu, dan ternyata isinya jamu kuat, sungguh Vano merasa kesal ia juga ingin tertawa.
"Dasar David s*alan, bisa-bisa otak dia begitu mesum, ia memberikan jamu kuat padaku. Perlu kamu tahu istriku menunda malam pertama kita." Batin Vano dalam hatinya.
Vano menaruh kembali kado itu, lalu ia kembali berbaring diatas ranjang tempat tidurnya. Kini dengan perasaan sedih Vano memejamkan matanya.
Kevin dan Valin.
Mereka masih nonton tv, ia malam ini mereka nonton film dewasa. Biasalah ini kerjaan Kevin, ia meminta Valin untuk menemaninya menonton film dewasa.
"Sayang, kenapa harus menonton flim seperti itu sih?" Omel Valin, ia sebenarnya males menonton film seperti itu apalagi sekarang sudah jam 12 malam, tapi suaminya ada-ada saja.
Kevin membawa Valin masuk ke dalam pelukannya.
"Diamlah, kita tonton saja! Biar kamu tahu adegan ranjang yang bagus." Jawab Kevin, ia senyam-senyum dengan pikiran mesumnya.
Terserah apa yang dikatakan oleh Kevin, Valin hanya diam. Karena jika ia menjawab pasti urusannya akan panjang.
Malam ini Kevin sengaja mengajak Valin menonton film dewasa, biar tahu berbagai adegan yang bagus saat berperang diatas ranjang nanti.
Kenan dan Ralin.
Kenan sedang dipijat oleh Ralinsyah, katanya badannya pegal semuanya jadi sekarang mereka sedang main pijat-pijatan. Mereka bergantian saling memijat.
"Sayang, pijatnya yang enak dong!" Omel Kenan, ia kesal karena tangan Ralin tidak enak buat pijat.
__ADS_1
"Suamiku, aku sudah memijatmu dari tadi. Sekarang gantian, kamu pijat aku!" Jawab Ralin, ia merasa kesal karena suaminya terus mengomelinya.
Menurut Ralinsyah, jelas-jelas tanganya begitu enak buat memijat tapi kata suaminya tidak enak.
"Dasar, Kenan selalu saja mencari-cari kesalahan." Batin Ralin dalam hatinya.
"Baiklah, sini gantian aku pijatin kamu." Kata Kenan, ia memijat kedua pundak Ralin.
Takon merasa keenakan, dipijat oleh suaminya.
"Terus sayang, tanganmu enak sekali." Puji Ralin, ia sengaja agar Kenan terus memijat dirinya.
Dalam hati Kenan, sengaja sekali kamu memujiku, biar apa? Biar aku terus memijatmu, pintar sekali kamu istriku.
"Sayang, kamu cepat hamil dong! Aku sudah pingin dipanggil papa tahu." Kata Kenan, ia tersenyum penuh harap.
Ralin juga sudah ingin hamil, tapi kan belum dikasih dan tentunya harus terus berusaha lagi untuk cepat hamil.
"Sabar, kita usaha terus ya biar adonan cepat jadi." Jawab Ralin, ia mengusap rambut suaminya dengan penuh cinta.
Setelah lelah main pijat-pijatan, akhirnya mereka sama-sama tertidur pulas.
.
.
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, David sudah berangkat ke kantor, Kevin juga sudah berangkat ke kantor, Kenan juga sudah berangkat ke kantor. Setelah suami-suamnya berangkat ke kantor.
Kini Valin, Niah dan Ralin, mereka asik bergosip sambil membuat kue bersama.
"Ini hanya kurang Kak Vina." Kata Ralin, ia sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue.
"Vina, dia sedang menikmati bulan madunya Alin. Jadi jangan digosipin nanti dia tidak tenang disana." Sahut Niah, ia tertawa kecil.
"Iya pasti sedang asik, di dalam kamar mereka." Timpal Valin, ia sedang mengambil telur dikulkas.
Mereka bertiga asik membuat kue sambil bergosip, dan suami-suami mereka sedang bekerja.
Vina dan Vano, mereka sedang asik jalan-jalan, mungkin ritual malam pertama mereka belum terlaksana tapi jalan-jalan tetap jadi tujuan mereka juga.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1