Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
27. Menyiapkan pernikahan.


__ADS_3

Setelah berbelanja berjam-jam dan akhirnya Rama dan semuanya langsung beristirahat ke kamar masing-masing. Mami langsung masuk ke kamarnya, Ana juga masuk ke kamar Rama, Rehan masuk kamar yang diikuti oleh Rama.


Tut..tut... Rama menelpon Bagas sekertaris kepercayaan Rama sekaligus temannya juga Bagas sudah lama berkerja ikut Rama dan. karena keseringan bareng jadi mereka begitu akrab, apalagi mereka masih seumur.


"Hallo tuan muda, ada apa menelpon saya" ucap Bagas dari seberang sana.


"Bagaimana dengan masalah persiapan pernikahan, gas?" Tanya Rama dengan nada ingin tau semua persiapan untuk acara pernikahan dirinya dan Ana.


"Semua sudah saya siapkan tuan, tema yang seperti nona muda inginkan juga saya sampaikan ke pada WO yang akan menangani semuanya tuan, untuk cattring, souvernir, undangan juga semuanya sudah siap tuan muda" ucap Bagas menjelaskan semuanya pada Rama.


"Terimakasih ya gas, kelak cepatlah kau menyusulku untuk segera menikah. carilah istri jangan sibuk bekerja terus" Ucap Rama dengan nada meledek.


"Tenang saja tuan, saya akan segera mencarinya" ucap Bagas yang tak terima dengan ledekan Rama.


Iya mereka memang seperti itu, suka sekali bercanda biarpun mereka atasan dan bawahan tapi Rama tidak pernah menganggap Bagas sebagai bawaannya. mereka malah seperti sahabat yang selalu akrab apalagi sifat Rama yang asik membuat Rama juga tidak canggung kalau sedang bersama Bagas.


 


"Tuan muda, berhentilah meledekku. sekarang saya tanya tuan mau bulan madu kemana?" ucap Bagas dengan nada jailnya yang membuat Rama bingung.

__ADS_1


"Katakan tempat mana yang menurutmu bagus untuk menghabiskan bulan maduku dengan Ana" ucap Rama yang memang tidak tau kemana.


"Bagaimana kalo ke kota xx tuan" ucap Bagas memberikan pendapat pada Rama.


"Baiklah, atur saja bagaimana baiknya kamu Bagas" ucap Rama yang selalu percaya kalau pilihan Bagas tidak pernah salah dan selalu sesuai dengan apa mau Rama.


"Baiklah tuan" ucap Bagas pada Rama.


"Terimakasih bagas" ucap Rama Sambil mematikan telponnya.


Semuanya siap, pesta pernikahan minggu depan mudah-mudahan semuanya lancar dan tidak halangan apapun. sore ini Rama akan pulang kerumahnya karena memang harus pergi mengantarkan undangan pada teman-teman terdekatnya Rama tidak mau mengundang teman-teman dekatnya menyuruh orang lain jadi Rama akan mengantarkannya sendiri.


"Mami, Papi aku dan Ana pamit pulang dulu ya Mi. masalah resepsi pernikahan semuanya sudah beres Mi" ucap Rama pada Mami dan semua yang ada disitu.


"Syukurlah nak, ingat jaga Ana baik-baik jangan sampai kalian melakukan hal itu sebelum kalian sah menjadi suami istri" ucap Mami mengikatkan Rama tegas.


"iya Mam, Rama mengerti Rama akan menjaga Ana dengan baik Mi" ucap Rama meyakinkan Mami.


*Mami tidak tau saja, kalau calon menantunya memang tidak mau aku sentuh sebelum siap, syarat apa yang Ana berikan padaku dan bodohnya aku menyetujuinya* guman Rama dalam hati.

__ADS_1


Mami dan Papi memeluk Ana, mereka merasa bahagia karena akan segera memiliki menantu.


"Hati-hati ya nak, katakan pada Mami dan Papi kalau Rama berbuat jahat padamu" ucap Mami dan Papinya secara bersamaan.


"Mami dan Papi itu paling pandai kalau menindas anak-anaknya" ucap Rama yang disetujui oleh Rehan.


"Kakak benar, tapi kak tenang saja aku akan selalu ada dipihakmu" ucap Rehan pada Rama yang langsung dibantah oleh Rama tidak setuju.


"Aku tidak mau satu tim denganmu anak kecil, atau uangku akan terkuras habis karena keinginanmu yang aneh-aneh itu" Ucap Rama Sambil menjitak kepala Rehan.


Mami dan semua yang ada disitupun tertawa, melihat anak-anaknya yang selalu meributkan hal kecil.


"Rama, apa kita jadi pulang atau kamu akan melanjutkan perdebatan kamu dengan Rehan" Ucap Ana dengan nada meledek.


"Kita pulang sayang, atau Rehan besok pagi akan minta dibelikan mobil keluaran terbaru" Ucap Rama meledek Rehan dan membuat Rehan kesal.


"Kakak ipar, kelak kakak habiskan uang kakakku ini dengan baik ya" Ucap Rehan pada Ana, dengan nada begitu jail.


Ana hanya tersenyum, setelah semuanya selesai dengan candaannya. Ana dan Rama keluar rumah dan menuju Mobil untuk segera jalan menuju rumah Rama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2