
Rian yang mendengar silvia sudah pulang dari luar negeri, langsung ke pikiran dan ingin segera bertemu.
"Ajak via ketemuan ram, aku sangat merindukan silvia. walaupun aku masih kecewa karena silvia pergi tanpa berpamitan denganku" Ucap rian pada rama.
Rama mengerti akan isi hati sahabatnya. namun rama juga tahu alasan via pergi tanpa berpamitan dengan rian, karena via tidak mau membuat laki-laki yang sangat mencintainya itu merasa berat untuk melepaskannya apalagi via pergi keluar negeri tidak untuk satu atau bulan namun untuk lima tahun lamanya dan itu membuat terasa berat juga buat via, namun via tetap harus mengejar
cita-citanya untuk menjadi seorang dokter kandungan yang hebat.
"Kenapa? tidak kamu saja yang mengajaknya untuk bertemu secara langsung?" Tanya rama
"Ram, kamu tahu pernah ada kabar via sudah menikah diluar negeri. ntah itu benar atau tidak itu hanya via yang tahu dan jika semua itu benar, maka aku tidak akan kuat menerima kenyataan yang ada. kamu tahu rama selama ini aku sudah menunggunya bahkan sampe saat ini masih menunggunya" Ucap rian, rian pun mulai meneteskan air matanya karena teringat masa-masa indah bersama via.
"Tuan rian, ternyata kamu punya kisah cinta semenyedihkan seperti ini" Guman ana, ana yang dari tadi mendengar percakapan suami dan mantan bosnya itu merasa terharu.
"Rian, itu hanya gosip dan belum pasti ada baiknya kita langsung tanyakan pada via saat ketemu dan kalau memang semua itu benar adanya, maka relakanlah via!! biarkan via bahagia bersama laki-laki pilihannya!!" Ucap rama, berusaha menasehati rian agar rian bisa belajar iklhas.
__ADS_1
"Kamu benar ram, aku akan berusaha melupakannya jika memang via sudah benar menikah" Ucap rian dengan nada berusaha kuat saat mengucapkan semuanya.
Rama dan rian tiba-tiba memperhatikan ana yang sudah menghabiskan cemilan diatas meja.
"Ana, kemana makanan aku yang ada ditoples? terus berbagi jus kotak ini juga sudah pada kosong" Tanya rian dengan nada binggung, namun sebenarnya tahu dari tadi ana yang memakan semua itu.
"Maaf tuan rian ehh maksud ana, kak rian ana menghabiskan banyak makanan dan minuman kakak karena ana sangat lapar tadi" Ucap dengan nada penuh salah.
Namun rian malah tersenyum kecil pada ana, menurut rian ana sekarang bersikap lucu sekali. karena seperti maling yang tertangkap oleh polisi.
"Ana, apa sungguh manusia aneh ini sudah membuatmu hamil?" Tanya rian tidak percaya
"Iya kak, rama sudah membuatku hamil" Jawab ana dengan nada begitu polos.
"Hahaha hebat kau rama, ternyata tidak butuh waktu satu atau tahun" Ucap rian sambil tertawa jahat pada rama.
__ADS_1
Rama pun merasa kesal karena merasa diremehkan oleh rian.
"Segeralah menikah, agar kamu tahu seperti apa? bahagianya akan menjadi seorang ayah" Ucap rama dengan nada meledek rian.
"Baiklah, kalo aku menikah nanti hadiah apa yang akan kau berikan padaku tuan rama?" Ucap rian dengan nada penuh kemenangan.
Menurut rama, kalau rian sudah mengatakan hal itu pasti ada mau yang tersembunyi.
"Akan aku berikan satu mobil kesayanganku untukmu" Jawab rama dengan yakin.
"Aku pegang janjimu rama ardiyansyah, tapi pertemukan aku dengan silvia karena aku sungguh merindukan dia" Ucap rian dengan nada memelas.
"Baiklah akan aku cari waktu yang tepat buat ketemuan nanti" Jawab rama dengan nada agak jail.
Selamat malam semuanya, maaf ya authornya kalo up suka lama🙏🙏
__ADS_1