Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
151. Gosip dipagi hari


__ADS_3

Keesokan harinya, ana pun bangun lebih dulu dari suaminya apalagi ini hari libur kerja rama pasti akan bangun agak siang. ana pun langsung mandi selesei mandi ana langsung menuju ke dapur.


Didapur


Ada bibi dan susi sedang memotong sayuran.


"Bibi, susi selamat pagi" ucap ana dengan begitu lembut, bibi dan susi pun menjawab sapaan ana dengan bersamaan.


"Selamat pagi juga nona" ucap bibi dan susi bersamaan.


"Nona, tumben ke dapur? nanti nona mual-mual lagi" ucap bibi penuh perhatian, bibi memang sangat baik dengan ana apalagi semenjak ana menikah dengan majikannya, ana wanita yang begitu lembut, sopan, itu membuat bibi menyukainya. beda dengan kekasih-kekasihnya majikannya dimasa lalu. menurut bibi ana lah yang terbaik diantara yang lainnya.


"Tidak apa-apa bibi, namanya orang hamil pasti mual-mual. tapi aku juga ingin masak untuk suamiku bi sudah lama dia tidak makan masakkan aku bi" ucap ana penuh arti, bibi pun salut pada ana karena tidak manja dan selalu memperhatikan suaminya dengan begitu perhatian.


"Lihat saja, nona ana kebahagiaanmu tidak akan lama lagi karena aku akan membuat kamu kehilangan anakmu untuk selamanya" guman susi, yang hatinya selalu diisi dengan penuh kejahatan.


"Sus, kamu kerjakan yang lain saja ya biar saya yang membantu bibi memasak" ucap ana dengan begitu sopan pada susi, susi pun menuruti perintah ana dan langsung pergi meninggalkan ana dan bibi di dapur.


Ana dan bibi pun masak bersama dengan penuh kebahagiaan, bibi yang melihat ana begitu bahagia membuat bibi tersenyum lembut pada ana.

__ADS_1


"Semoga, kebahagiaan selalu ada padamu nona ana. kamu adalah gadis yang baik dan pantas buat tuan rama" guman bibi dalam hati mendoakan ana.


Setelah beberapa saat masakkannya pun semuanya matang. ana dan bibi pun menyiapkan semuanya diatas meja.


Tiba-tiba mami dan rehan datang.


"Enak sekali baunya" ucap mami dan rehan bersamaan.


"Mami, rehan ayo sarapan dulu ana dan bibi yang masak semua ini" ucap ana, mami dan rehan pun duduk dikursi meja makan.


"Sayang, apa kamu tidak apa-apa masak semua ini?" tanya mami penuh perhatian.


Mami pun ikut tertawa.


"Calon cucuk nenek yang baik, kamu sangat pintar sekali hanya pada papamu saja yang direwelin" ucap mami dengan penuh bahagia.


Rama tiba-tiba datang dan mendengar obrolan ana dan maminya.


"Apa yang kalian gosipkan dipagi hari" tanya rama pada maminya dan juga Istrinya.

__ADS_1


Ana pun tersenyum merasa bersalah karena pagi-pagi sudah menggosipkan suaminya.


"Sayang, kenapa kamu tersenyum" tanya rama pada ana.


"Karena, kata mami calon anak kita itu pintar sekali sayang" ucap ana dengan nada senang


"Pintar? tapikan anak kita belum sekolah sayang" tanya dengan nada bercanda.


"Iya dia pintar sayang, pintar kalau rewel hanya dengan papanya saja" ucap ana dengan tertawa kecil.


Rama pun kesal dan bercakap pada anak yang didalam perut ana.


"Sayang, dengar papa ya kamu jangan rewel dengan papa saja. kamu boleh kok rewel sama nenek atau om rehan" ucap rama, sambil mengelus perut ana.


"Jangan sama om dek benar kata nenek, cukup sama papa aja dek" ucap rehan, tidak mau kalah.


Ana pun tersenyum dengan candaan pagi hari ini, inilah keluarga Ardiyansyah yang penuh dengan kehangatan dan keharmonisan.


Selamat pagi semuanya, terimakasih ya buat para pembaca setia karya author jangan lupa ya baca karya author yang lainnya "perjodohan karena hutang" dan " amanah dari istriku" pokoknya tanpa dukungan dari kalian author itu bukan apa-apa 😘🙏 setiap karya yang author bikin itu sesuai dengan pemikiran author sendiri ya tidak ada jiplak atau sebagainya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2