
Matahari terbit dari sebelah timur, Niah sudah bangun lebih dulu dari David. Ia sudah memandikan Khalisa dan Sahkila, kini putri kembarannya sudah cantik dan wangi.
Ana dan Rama yang sudah bangun dari tadi, sudah mandi dan rapi, kini mereka sedang minum teh bersama di meja makan.
"Pa, aku lihat Niah dulu ya. Aku mau membantu Niah memandikan sih kembar." Ana beranjak dari tempat duduknya, ia pergi ke kamar Niah dan David.
Sesampainya di depan kamar Niah, Ana mengetuk pintu kamar Niah dengan pelan-pelan.
"Tok...tok, Niah kamu sudah bangun belum nak?" Ana mengentuk pintu kamar Niah.
"Sudah ma, masuk ma pintunya tidak dikunci." Jawab Niah dari dalam kamarnya.
Ana membuka pintu kamar Niah, ia masuk dan melihat Niah sedang mengajak sih kembar bercanda, sedangkan David masih tertidur nyenyak.
"Sih kembar, sudah dimandikan nak?" Tanya Ana, ia duduk ditepi ranjang.
"Persis sekali seperti Rama dulu. Aku sibuk ngurusin anak-anaknya tapi dia malah tidur pulas." Batin Ana dalam hatinya.
"Sudah ma, sih kembar sudah mandi." Jawab Niah, ia memanngku Shakila karena ia menangis.
Ana juga mengambil Khalisa, ia menaruh dipangkuannya.
"David, tidak bekerja nak?" Tanya Ana.
"Libur ma, sepertinya dia lelah sekali semalam ia membantu aku menjaga anak-anak." Jawab Niah.
Mendengar suara yang begitu berisik dan sangat menganggu tidurnya, David pelan-pelan membuka matanya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya David dengan suara khas bangun tidur.
"Sudah jam 7, kamu bangunlah terus mandi. Ayo kita sarapan!" Jawab Niah, saat ini ia sedang menyusui Shakila.
Setelah matanya terbuka lebar, betapa malunya David ternyata ada mama mertua dia yang dari tadi melihat ia tidur pulas.
"Mama, David mandi dulu ya." David bergegas dari tempat tidurnya, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Bayangkan saja, sedang tidur enak-enak pas matanya melek ternyata sudah ada mama mertuanya. Sungguh David malu sekali ia berpikir kalau mama mertuanya pasti akan berpikir, kalau ia tidak membantu Niah mengurus sih kembar.
__ADS_1
Niah tersenyum, melihat suaminya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
"Dasar suamiku, wajahmu pagi ini tampak lucu." Gumam Niah dalam hatinya, ia melihat wajah suaminya merah seperti kepiting rebus gara-gara malu ada mama mertuanya.
Setelah beberapa lama, David selesai mandi, Sedangkan Niah, Ana, Rama dan sih kembar sudah menunggu David dimeja makan untuk sarapan pagi bersama.
David berganti pakaian, setelah selesai berganti pakaian, David keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke meja makan.
Pagi ini mereka sarapan bersama dengan penuh kehangatan.
Vina dan Vano.
Vina hari ini ikut Vano ke kantornya, ia tentunya ia sedang tidak mau jauh-jauh dari suaminya. Apalagi saat ini kehamilannya sudah mulai membesar dan ntahlah selama kehamilannya ini Vina lebih manja pada suaminya dan tidak mau jauh-jauh dari sang suami.
"Sayang, aku mau dengerin anak kita di dalam perut kamu. Kira-kira dia sedang apa?" Vano mendekatkan telinganya, ia manaruhnya di perut Vina, Vano merasakan gerakan diperut Vina, menurut Vano anaknya begitu aktifi di dalam sana.
Vano tersenyum, ia menjauhkan telinganya dari perut Vina. Lalu ia menaruh tangannya diperut Vina. Ia mengusap-usap perut Vina dengan lembut.
"Anak papa, sehat-sehat di dalam sana ya nak! Papa sudah tidak sabar ingin berjumpa denganmu di dunia ini." Vano mencium perut Vina, Vina merasa geli tapi ia membiarkan papa dari anaknya merasakan perkembangan anaknya di dalam perutnya.
Vina dan Vano sudah tidak sabar menantikan kelahiran buah hati mereka.
"Sayang, ayo kita makan dulu aku tiba-tiba lapar." Pinta Vina, perutnya dari tadi bunyi.
"Bukankah, tadi dirumah kamu sudah sarapan?" Tanya Vano, ia melihat Vina dengan tatapan lembut.
"Lapar lagi, mungkin anak kita sayang yang mau makan." Jawab Vina, ia begitu manja.
Akhirnya Vano langsung mengajak Vina makan disebuah restauran yang Vina suka, kalau sudah bilang anaknya Vano paling tidak bisa menunggu nanti.
Ralin dan Kenan.
Kenan jam segini masih tidur gara-gara semalaman lembur kerja, Ralin sudah bangun dari tadi ia juga sudah mandi dan berdandan cantik.
Melihat suaminya yang masih terlelap tidur, ia tersenyum lalu mengusap pipinya dengan lembut.
"Suamiku, pasti kamu lelah. Semalaman kamu lembur kerja, ntah jam berapa kamu selesai kerja, bahkan aku tidak tahu." Ralin menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Tiba-tiba tangan Kenan memegang tangan Ralin yang sedang mengusap-usap pipinya.
"Sayang, jika kamu terus mengusap-usap pipiku aku bisa tidur lebih nyenyak lagi." Kata Kenan, ia mengambil tangan Ralin dari pipinya lalu menciumi tangan Ralin berulang kali.
"Biarkan saja, kalau kamu tidur lagi. Aku juga mau menemani kamu tidur sayang," Ralin menggoda suaminya, ia mulai nakal membuat Kenan menelan ludahnya dengan kasar.
Kenan menarik tangan Ralin, hingga Ralin jatuh tepat dipelukannya.
"Kalau kamu mau tidur lagi, lebih baik kita main kuda-kudaan sekalian aku menyiram benihku agar lebih subur." Goda Kenan, Ralin langsung mendorong Kenan ia membenarkan posisinya menjadi duduk.
"Dasar suamiku, pagi-pagi sudah mesum." Batin Ralin dalam hatinya.
"Sayang, bangunlah! Kamu mandi sekarang, ini anak kamu sudah nendang-nendang terus dia sudah lapar minta makan." Kata Ralin, ia mengalihkan pembicaraan suaminya.
Kenan bangun dari tidurnya dengan malas, sungguh hari ini ia ingin main manja-manjaan dengan Ralin, tapi Ralin malah tidak mau.
Kevin dan Valin.
Valin dirumah sendirian, ia juga sudah tidak berkerja dan sekarang posisinya sebagai sekretaris sudah digantikan oleh yang lain.
Valin dari tadi merasa bosen, ia keluar melihat rumah Ralin masih sepi. Lalu ia masuk lagi ke dalam rumah.
Kini Valin hanya duduk diam sambil membaca novel, siapa yang tidak bosen dirumah sendirian? Biasanya ada mama dan papa mertuanya tapi hari ini ia sendirian, karena kedua mertuanya sedang menginap dirumah kakak iparnya.
Valin bosen membaca novel, ia menaruh buku novelnya diatas meja. Kini ia duduk sambil menonton televisi.
"Sungguh, bosen sekali. Apa aku pergi kerumah Kak Niah saja? Tapi nanti Kevin marah, apalagi aku pergi sendirian." Valin berbicara pada dirinya sendiri.
Valin mengusap-usap perutnya, ia sudah tidak sabar menanti buah hatinya lahir agar saat ia sendirian dirumah, tidak merasa bosen dan ada teman bermain.
"Nak, mama sudah tidak sabar. Mama sudah ingin berjumpa denganmu." Kata Valin, ia mengusap-usap perutnya dengan lembut.
Sabar Valin, sebentar lagi buah hati Kamu dan Kevin akan segera lahir.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1