
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya mereka semua sampai dirumah rian. rama dan yang lainnya pun langsung pamit pulang karena memang sangat lelah sekali.
"Aku pulang ya ian, terimakasih liburannya" ucap rama, sambil menepuk pundak rian.
"Kita juga pamit pulang ya kak" ucap rehan.
"Tuan rian, aku juga pamit pulang" ucap Bagas.
"Iya, hati-hati kalian semua dijalan ya" jawab rian untuk semuanya.
Rama dan yang lainnya pun langsung masuk mobil masing-masing dan segera menuju Kerumah masing-masing.
"Aku lelah sekali ian" keluh via
"Istirahatlah sayang" jawab rian.
Via dan rian langsung tidur karena lelah merasa sangat lelah sekali.
Rama pun sudah sampai rumah, rehan sedang mengantar ayu pulang sedangkan bagas mengantar alena pulang.
"Tuan muda, nona muda, untung kalian sudah pulang" ucap bibi pada ana dan rama.
"Ada apa bi?" tanya ana
"Nyonya rani dan nona siska datang kerumah nona, sekarang mereka sedang istirahat dikamar" jawab bibi dengan lembut.
"Bibi dan siska datang, aku akan segera menemui mereka bi. terimakasih ya bi" ucap ana dan langsung pergi ke kamar tamu untuk menemui bibinya dan siska.
"Sayang, pelan-pelan" teriak rama.
Namun ana tetap berlari kecil tanpa memperdulikan ucapan suaminya, rama langsung menuju kamarnya untuk menaruh kopernya setelah menaruh koper rama langsung turun lagi untuk menyusul istrinya dan menemui bibinya.
__ADS_1
"Bibi.. ini ana!!" teriak ana sambil membuka pintu kamar tamu yang tidak terkunci.
Ana langsung menghambur ke pelukan bibinya dengan begitu bahagia.
"Kenapa bibi tidak menelpon ana dulu?" tanya ana pada bibi.
"Maaf sayang, tadinya bibi ingin memberikan kejutan padamu" jawab bibi, sambil melepas pelukan ana.
"Apa hanya ibu, yang dapat pelukan rindu dari nyonya rama?" kesal siska
Ana pun tersenyum manis pada siska.
"Kemarilah saudaraku, aku juga sangat merindukanmu. sudah lama kita bertemu" jawab ana, sambil memeluk siska.
Tiba-tiba rama sudah berdiri di pintu.
"Apa sudah selesai melepas rindunya" tanya rama pada semuanya, rama pun menghampiri bibinya dan menyalami punggung tangan bibi rani.
"Baik nak rama" jawab bibi
"Baik tuan Rama" jawab siska.
"Siska, panggil aku kak rama mulai sekarang jangan tuan lagi !! karena kamu adalah saudara ana" ucap rama dengan lembut.
"Baik tuan.. eh maksud kak rama" jawab siska.
"Ana, ajak bibi rani dan siska makan dulu, bibi sudah menyiapkan makanan dibawa" ucap Rama pada ana.
"Bibi, siska ayo kita makan dulu" ucap ana.
Ana, bibi, siska dan rama langsung pergi menuju ruang makan dan siang ini mereka makan siang dengan begitu nikmat. setelah selesai makan mereka pun berkumpul diruang keluarga sambil mengobrol.
__ADS_1
"Bibi ana sedang hamil" ucap ana yang lupa memberi tau bibinya dari tadi.
"Sungguh, selamat ya sayang" jawab bibi sambil memeluk ana.
"Terimakasih bibi" saut ana dengan pelan.
"Asik aku mau punya ponakan" ucap siska yang merasa sangat senang.
"Oh iya, siska apa rencanamu setelah lulus kuliah nanti?" tanya ana.
"Aku ingin membuka toko kue ana dan ditoko kue itu aku ingin ada perpustakaan membaca anak-anak, terus ada tamannya aku juga akan menjadi guru pengajar anak-anak tersebut dan aku akan membuka semua itu untuk anak-anak yang kekurangan ana" ucap siska, yang memang sekarang sudah tidak jahat seperti dulu lagi. sekarang siska tumbuh menjadi wanita dewasa yang berhati mulia.
"Siska, aku akan mendukung cita-cita kamu yang begitu mulia dan jika kamu perlu bantuanku aku akan siap membantumu" Jawab ana penuh semangat, apalagi melihat perubahan terhadap siska itu membuatnya merasa sangat bersyukur. biarpun akhirnya ana harus berhenti kuliah karena harus membiayai kuliah siska, namun kali ini ana tidak menyesal dan sangat bangga pada saudaranya itu.
"Aku siap menjadi donatur tetapnya sis, aku juga siap membangunkan semua impian kamu. mari kita bekerja sama" Timpal rama dengan senang hati apalagi dengan kekayaan rama saat ini, untuk membangun cita-cita siska, itu tidak akan membuat dirinya jatuh miskin. malah rama senang bisa berbuat baik.
"Terimakasih kak rama, aku senang sekali" jawab siska dengan wajah yang bahagia.
Ana dan bibi pun saling melempar senyum melihat betapa bahagianya kehidupan sekarang.
"Ana, setiap kali bibi melihatmu bibi selalu ingat dengan dosa-dosa bibi padamu. maafkan bibi ya nak terimakasih kamu tidak pernah membenci bibi dan siska, bahkan kamu sudah merubah hidup kita. bibi juga sudah tidak di kejar-kejar rentenir itu semua karena suamimu nak" ucap bibi yang merasa sedih, karena ingat betapa jahatnya bibi dan siska pada ana dulu.
"Bibi, jangan sedih cuma bibi dan siska yang aku punya di dunia ini" jawab ana, sambil memeluk bibinya.
Siska pun ikut bergabung memeluk ibunya dan ana.
Rama yang melihat pemandangan itu membuatnya terharu, namun merasa sangat bahagia karena istrinya yang berhati mulia dan tidak pernah membenci bibi rani dan siska padahal mereka sangat kejam pada ana waktu ana masih tinggal bersama mereka dan belum menikah dengan rama.
Bersambung...
Terimakasih kasih semuanya yang sudah membaca karya author 😘🙏
__ADS_1