Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
319.Sahabat jadi keluarga S2.


__ADS_3

"Niah, Kamu mendengar pertanyaanku?" Tanya David lagi.


"Eeemhhh..."


"Eeemhhh apa Niah?" Tanya David.


"Sudahlah tidak usah dibahas, Bukankah aku juga tidak boleh mengusik hidupmu ya ada baiknya kamu juga tidak perlu tahu tentang hidupku!" jawab Niah dengan tegas.


David terdiam, Lalu bangun dari tempat duduknya.


"Aku pulang dulu," pamit David.


Niah menganggukan kepalanya, Lalu segera mengantar David ke depan rumah. Setelah mobil David sudah tidak terlihat Niah langsung masuk kedalam rumahnya lalu langsung masuk kedalam kamarnya.


Niah duduk ditepi ranjang, Sambil menggeser-geser layar ponselnya.


"Aku kangen sama Riko," batin Niah.


Niah merebahkan tubuhnya diatas kasur, Sambil melihat beberapa foto yang ada diponselnya bersama Riko yang begitu dirinya hapus.


"Mungkin kalau kamu tidak jahat, Pasti Papa tidak akan menyuruhku putus denganmu dan menikahi laki-laki asing yang baru aku kenal," batin Niah. Sambil terus melihat foto kenangan dirinya dan Riko waktu masih pacaran.


Niah terus mengingat kenangan indah bersama Riko, Hingga Niah tertidur pulas.


Kenan dan Ralin.


Kenan mengajak Ralin bermain sepeda air disebuah danau yang begitu indah.



Visual yang dikunjungi oleh Ralin & Kenan.


"Kenapa kita tempat seperti ini?" Tanya Ralin pada Kenan.


"Agar kamu tidak bisa melirik laki-laki lain selain aku, Karena disini lebih banyak anak kecil," jawab Kenan yang membuat Ralin merasa kesal.


"Apa-apaan dia ini, Memangnya aku anak usia 7 tahun," batin Ralin.


"Calon suamiku kita ke mall saja," pinta Ralin dengan manja, Kenan hanya menggelengkan kepalanya pertanda Kenan tidak mau menuruti keinginan Ralinsyah.


"Ayo kita main sepeda air!" ajak Kenan.


"Aku takut tenggelam, Aku tidak bisa berenang." keluh Ralin dengan raut wajah begitu memelas, Membuat Kenan merasa gemas "Ralinsyah, Kamu menggemaskan sekali," batin Kenan.


Ralin memang tidak bisa berenang, Karena waktu itu Ralin pernah tenggelam waktu sedang latihan berenang. Akhirnya Ralin tidak mau berenang lagi sampai sekarang.


"Jika kamu tenggelam, Aku akan menolongmu, Lalu aku akan memberikan nafas buatanku dengan suka rela untukmu." Jawab Kenan, Yang langsung ditatapan kesal oleh Ralin.


"Tidak mau, Hanya suamiku yang boleh mencium bibirku!" tegas Ralin sambil memayunkan bibirnya.


Iya biar bagaimanapun bibir Ralinsyah masih suci dan belum ternodai, Karena selama ini Ralinsyah tidak pernah berpacaran. Karena kata sang Papa calon suami Ralin ya Kenan anaknya Bagas. Jadi Ralin benar-benar menjaganya lagian Ralin juga sudah menyukai Kenan dari dulu. Hanya saja Kenannya yang selalu jual mahal.


"Dasar, Bukankah aku ini calon suamimu?" Kenan menggoda Ralin dengan jailnya.

__ADS_1


Ralin merasa kesal pada Kenan, Karena Kenan itu menyebalkan dia selalu melarang Ralin menyebut dirinya sebagai calon suaminya, Tapi sendirinya selalu mengaku jadi calon suaminya. Ntah apa mau Kenan Ralin saja kadang bingung.


Kalau Ralin dekat dengan laki-laki lain atau memikirkan laki-laki lain, Kenan selalu kesal tapi kalau Ralin menganggap Kenan menjadi calon suaminya Kenan menolak.


"Bukankah kamu melarangku, Menganggapmu sebagai calon suamiku," protes Ralin.


"Dengar mulai sekarang jangan pernah memuji laki-laki lain dihadapanku, Atau aku akan langsung meminta Papa menikahkan kita," ancam Kenan yang membuat Ralinsyah hanya berdecak kesal.


"Dasar tidak jelas," batin Ralin.


Agar tidak terus berdebat, Akhirnya Ralin langsung menarik tangan Kenan.


"Ayo kita main sepada air, Sebelum aku nyemplungin kamu ke danau!" ajak Ralin.


"Aku mau nyemplung ke hati kamu saja!" sambung Kenan, Namun Ralin tidak memperdulikannya.


Akhirnya Ralin dan Kenan naik sepeda air, Biarpun dengan perasaan takut. Ralin terus memegangi lengan tangan Kenan. Dalam hal pegang-pegang Kenan memang tidak pernah menolak, Bagi Kenan kalau Ralin sedang ketakutan itu terlihat lucu, Membuat Kenan ingin mencubit pipinya.


Vano dan Kevin.


Vano malah mengajak Kevin ke mall, Membuat Kevin merasa sangat kesal padanya.


"Kak, Bisakah kita pergi ke tempat lain?" Tanya Kevin dengan nada malas.


Vano tahu Kevin paling malas ke mall, Kalau tidak benar-benar ada keperluan yang harus dirinya beli.


"Disini banyak SPG cantik, Bukan itu akan Bagus." jawab Vano dengan cengiran, Membuat Kevin menatapnya dengan kesal.


"Gara-gara Kak Niah, Kak Vano jadi tidak waras. Dimana-mana mau cari wanita cantik itu ya di club' malam gitu," batin Kevin.


Vano dan Kevin terus melangkahkan kakinya, Mereka akhirnya berbelanja seperti sepatu, Kemeja dan mereka juga membeli dalaman. Membuat mereka berdua saling melempar tawanya.


Kevin dan Vano melanjutkan jalan-jalannya, Kali ini mereka benar-benar menghabiskan banyak uang untuk hari ini, Tiba-tiba Kevin memberhentikan langkah kakinya. Membuat Vano terkejut.


"Kenapa?" Tanya Vano, Karena Kevin memberhentikan langkah kakinya.


"Itu kak," jawab Kevin sambil menunjuk seorang gadis dengan jari telunjuknya.


gadis cantik yang masih muda, Dia sedang berjalan dengan laki-laki sambil memilih aksesoris-aksesoris lucu.


"Itu siapa?" Tanya Vano penasaran.


"Dia gadis menyebalkan kak yang kerjanya begitu lelet," jawab Kevin.


"Dia cantik Vin, Hati-hati nanti kamu jatuh cinta! Tapi tunggu itu laki-laki yang bersamanya siapa?" Tanya Vano pada Kevin.


"Mungkin dia kekasihnya kak, Sudahlah ayo kita lanjutkan belanja kita!" ajak Kevin.


Niatnya mau move on, Ehh sih Vano malah ngajak Kevin ke mall. Sekarang mereka malah asik belanja ini itu dan tidak sadar sudah menghabiskan uang banyak.


"Kita pulang Vin," ajak Vano yang sudah merasa lelah.


"Kita ke bar yuk kak, Cari cewek disana!" ajak Kevin, Membuat Vano langsung menjewer telinga Kevin.

__ADS_1


"Tidak, Ayo pulang! Anak kecil itu tidak boleh main ke tempat seperti itu!" tolak Vano, Kini Vano juga mengomeli Kevin bahkan menjewer telinga Kevin juga.


Kevin memegangi telinganya, Lalu bergerutu tidak jelas.


"Dasar Kak Vano ini galak sekali, Selalu saja ngatain aku ini anak kecil." Gerutu Kevin.


"Kamu bilang apa?" Tanya Vano, Yang ternyata mendengar gerutuan Kevin.


"Tidak kak, Ayo kita pulang daripada aku babak belur sampai sampai," ajak Kevin dengan pasrah.


Akhirnya Kevin dan Vano langsung pulang, Mereka ini lucu biasanya kalau Kenan juga ada Vano selalu jadi bahan bullyan. Sayangnya Kenan lagi bersenang-senang dengan Ralinsyah di danau sambil main sepeda air.


David.


David duduk disofa ruang tengah, Dimas yang melihat anaknya sedang duduk lalu menghampirinya.


"Kamu kenapa nak?" Tanya Dimas.


"Ehh Papa, Tidak apa-apa Pa. Aku hanya merasa lelah saja," jawab David.


"Kamu sudah mengantar Niah sampai rumahnya?" Tanya Dimas memastikan.


"Sudah Pa." jawab David.


"Oh iya Pa, David boleh bertanya sesuatu pada Papa?" Tanya David dengan sopan.


Dimas tersenyum, Kini tatapan Dimas pada David begitu penuh kasih sayang. Biarpun David bukan anak kandungnya, Namun Dimas sangat menyayanginya.


"Katakan nak, Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Dimas, Dengan tatapan begitu lembut.


"Kenapa Papa menjodohkanku dengan Niah?" Tanya David ingin tahu.


"Karena dia adalah anaknya sahabat Papa nak, Papa yakin Raniah pasti gadis yang sangat baik seperti mamanya." jelas Dimas, Yang membuat David tersenyum, Lalu Dimas juga membalas senyumnya.


Mengingat Ana adalah gadis yang baik, Dimas juga berpikir kalau Niah juga sebaik Ana. Dan menurut Dimas Niah sangat cocok dengan David.


"Mamanya? Berati Papa sahabatnya Tante Ana?" Tanya David lagi.


"Iya Tante Ana adalah sahabat Papa, Papa ingin persahabatan ini menjadi sesuatu keluarga jadi papa menjodohkanmu dengan anaknya Tante Ana." jelas Dimas lagi, David hanya kembali tersenyum.


Biarpun David bukan anak kandungnya Dimas, Namun David begitu sopan dengan sang papa.


David hanya tersenyum pada sang Papa.


"Niah memang cantik, Tapi dia juga agak jutek beda sekali dengan Tante Ana yang lemah lembut," batin David.


David tidak tahu saja dulu waktu Ana gadis seperti apa? Ana juga jutek seperti Raniah.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya teman Author 😘

__ADS_1



__ADS_2