
Ana pun menolak untuk makan karena memang perutnya sedang tidak enak.
"Apa kamu sakit sayang, seperti aku perhatiin nafsu makan kamu berkurang sayang" Ucap Rama sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri.
"Aku tidak apa-apa sayang, mungkin asam lambung aku naik jadi nafsu makannya berkurang" Jawab ana pada Rama.
"Sayang, kita pernah pergi bulan madu semenjak kita menikah. kita hanya merencanakannya saja" Ucap Rama tiba-tiba.
"Sayang, bulan madu atau tidak sama aja sayang lagian aku lebih kita menghabiskan waktu untuk jalan-jalan berdua sayang, aku tidak suka pergi bulan apalagi kamu mau nya keluar negeri aku saja tidak pandai berbicara bahasa Inggris" Jawab ana penuh kejujuran, ana gadis cantik yang begitu sederhana dan lebih suka jalan-jalan di kotanya saja. karena bagi ana kotanya juga sudah sangat indah.
"Baiklah sayang, kita tidak pergi bulan madu bagaimana kalo kita pergi berlibur saja ke villa keluarga aku sayang, aku jamin pasti kamu menyukai tempat itu" Ajak Rama penuh semangat.
"Apa keluarga kamu punya villa sayang, seberapa banyak kekayaanmu sayang" Jawab ana sambil menghitung jari-jarinya.
Rama pun tersenyum melihat tingkah polos istrinya, karena menghitung ke kayaannya dengan jari-jarinya.
"Punya sayang, sayang kekayaan keluarga Ardiyansyah tidak bisa dihitung pake jari-jarimu itu, iya bisa dibilang kekayaan keluarga Ardiyansyah itu tidak akan habis untuk 7 turunan sayang" Jawab Rama pada ana dan berusaha memberi penjelasan yang bisa dimengerti ana.
__ADS_1
Ana pun ternganga karena merasa begitu kaget, ternyata laki-laki yang dia nikahi bukan laki-laki sembarangan dan keluarga Rama adalah salah satu keluarga terkaya di kotanya
"Sayang, jika kita punya anak banyak. apakah harta kamu bisa dibagi dengan adil nantinya" Tanya ana dengan nada apa adanya.
"Akan aku usahakan sayang, memang kamu mau punya anak berapa sayang?" Tanya Rama penasaran.
"Kalo aku ingin punya anak dua saja saya sayang sudah cukup" Jawab ana dengan jujur.
"Itu terlalu sedikit sayang, bagaimana kalo kita punya anak lima sayang biar rumah kita rame sayang" Ucap Rama penuh semangat.
*Lima bikin satu aja nggak jadi-jadi sayang, sekalinya jadi dia lebih suka bersama allah* Guman ana dalam hati.
"Dua cukup sayang, aku tidak mau tahu pokoknya" Jawab ana dengan nada tegas.
"Baiklah.. baiklah dua cukup ya sayang" Ucap Rama karena tidak ingin melanjutkan perdebatannya dengan ana.
"Kamu istirahatlah, aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu" Ucap Rama sambil bangkit meninggalkan ana yang sudah membaringkan tubuhnya di atas sofa.
__ADS_1
Rama pun duduk di kursi kerjanya sambil memperhatikan ana, menurut Rama setelah ke guguran dua bulan yang lalu ana jadi lebih sering manja pada dirinya.
Ana pun memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas sedangkan Rama melanjutkan pekerjaannya dimeja kerja.
Menelpon Bagas..
"Bagas apakah hari ini masih ada jadwal lain" Tanya Rama pada Bagas.
"Sudah tidak ada tuan, cuma malam ini ada acara makan malam bersama klien dari PT z tuan" Jawab Bagas pada Rama.
"Jam berapa?" Tanya Rama pada Bagas.
"Jam tujuh malam tuan, ajak nona ana tuan soalnya klien dari PT z juga bersama istrinya" Jawab Bagas pada Rama.
Rama pun mengerti dengan maksud omongan Bagas, Rama pun mematikan saluran teleponnya.
Selamat pagi para pembaca setia, author makasih banyak ya buat kalian yang sudah baca karya author 😘😘🙏🙏
__ADS_1