Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
145. Suami terbaik


__ADS_3

Setelah beberapa saat ana, rama, mami dan rehan menghabiskan waktu bersama mengobrol, makan bersama, akhirnya ayu pun berpamitan untuk pulang karena sudah hampir malam.


"Tante, ayu pulang dulu ya takut kemalaman" Ucap ayu dengan nada begitu sopan.


"Iya nak, terimakasih ya makannya yang tadi kamu bawakan buat tante, sering-seringlah berkunjung kerumah ya nak" Ucap mami pada ayu, ayu pun tersenyum manis pada mami.


"Rehan, antarkan calon menantu mama pulang ingat jangan mencoleknya awas aja kalau sampe ada yang lecet" Ucap mami penuh dengan ancaman.


"Iya mami, tenang aja aku akan menjaga ayu dengan baik" Jawab rehan penuh semangat.


"Kak rama, ana, ayu pamit pulang dulu ya" Ucap ayu pada rama dan ana.


"Iya ayu, kamu hati-hati dijalan ya" Ucap ana dan rama bersamaan.


Setelah berpamitan rehan pun mengantar ayu untuk pulang sedangkan mami langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan rama dan ana yang masih duduk.


"Rama, ana, mami ke kamar duluan ya mami mau menelpon papi soalnya" Ucap mami pada rama dan ana.

__ADS_1


"Iya mam, mami titip salam buat papi bilang kalau ana kangen sama papi" Ucap ana pada mami, mami pun tersenyum pada ana.


"Baik sayang, akan mami sampaikan nanti Kamu istirahatlah nak" Ucap mami pada ana.


Mami pun akhirnya menuju ke kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.


"Papi, kapan papi pulang mami kesepian" Ucap mami pada diri sendiri.


Ana pun mengajak suaminya untuk segera ke kamarnya karena, memang sudah mengantuk


"Sayang, ayo kita ke kamar aku ngantuk" Rengek ana dengan nada ngantuk.


Didalam kamar.


"Sayang, besok kita belanja ya" Ucap rama tiba-tiba.


"Belanja apa sayang?" Tanya ana bingung.

__ADS_1


"Membeli baju hamil untukmu ana, aku lihat kamu mulai tidak nyaman pake dress-dress yang aku belikan mungkin karena tubuhmu yang sudah mulai menggemuk" Ucap rama pada ana, ana pun langsung berdiri dan berkaca memutar-mutarkan badannya didepan kaca.


"Sayang, aku hamil baru 4 minggu mana mungkin tubuhku sudah mulai menggemuk" Ucap ana tidak percaya dengan perkataan suaminya, karena dress-dress yang dibelikan oleh suaminya pun masih bisa dirinya pake.


"Sayang, aku tidak mau kamu merasa tidak nyaman dengan dress-dress ketat lagi, jadi mulai besok aku akan mengganti semua pakaianmu dengan pakaian ibu hamil, aku tidak mau tahu dan aku tidak menerima penolakanmu" Ucap rama dengan tegas, apalagi ketika rama berucap seperti itu. itu tandanya ana sudah tidak bisa menolaknya lagi.


"Baiklah sayang, besok kita pergi beli pakaian ibu hamil" Ucap ana dengan nada pasrah.


Rama pun langsung tersenyum bahagia dan berdiri menghampiri istrinya yang masih ada di depan rias.


"Sayang, aku hanya ingin memperhatikan kamu lebih apalagi sekarang kamu sedang hamil jadi menurutku kamu juga harus merasa nyaman dalam berpakaian" Ucap rama, sambil memeluk istrinya dari belakang.


Ana pun memutar balikkan tubuhnya kehadapan rama dan tersenyum begitu manis pada rama.


"Sayang, terimakasih kamu adalah suami terbaik" Ucap ana sambil mencium pipi rama dengan lembut.


Rama pun tersenyum pada ana.

__ADS_1


"Sayang, apakah hanya pipi saja yang lain tidak mendapatkan jatah?" Tanya rama penuh kemenangan, membuat ana malu dan pipinya merah seperti kepiting rebus.


Selamat pagi semuanya, terimakasih ya buat para pembaca setia dan yang selalu mendukung author jadi authornya selalu semangat 🙏🙏😘😘


__ADS_2