
Sekarang hati dan pikiran Ana sudah sedikit agak tenang karena sudah mengetahui tentang Elina sebenernya.
"Sayang, pulanglah denganku sekarang aku tidak tega kamu hidup disini!! tempat tinggalmu disini begitu kecil Ana" Ucap Rama sambil memperhatikan tempat tinggal Ana yang sekarang.
"Baiklah sayang, aku akan ikut pulang bersamamu" Ucap Ana dengan nada bahagia.
Ana segera membereskan pakeannya ke dalam koper setelah selesai Ana menghampiri Rama yang sedang duduk.
"Sayang, aku sudah selesai berkemas" Ucap Ana dengan nada lembut.
"Baiklah sayang, ayo kita berangkat" Jawab Rama dengan semangat.
"Tunggu sebentar sayang" Ucap ana tiba-tiba.
"Kenapa sayang?" Tanya Rama ingin tau.
"Aku harus memberikan kunci rumah rumah ini pada pemilik rumah ini sayang" Ucap Ana sambil menunjukkan kunci rumah tersebut.
Rama ikut Ana untuk mengembalikan kunci tersebut pada pemilik rumah.
"Nona Ana, mau kemana?" Tanya pemilik rumah.
"Saya, mau pulang bu soalnya suami saya sudah menjemput saya" Ucap Ana sambil mengenalkan Rama pada pemilik rumah tersebut.
__ADS_1
"Ibu, kenalkan saya Rama suaminya Ana" Ucap Rama dengan nada sopan.
"Iya nak, kamu begitu tampan nak, nak Ana begitu beruntung punya suami setampan kamu nak Rama" Puji ibu pemilik rumah pada Rama.
Rama tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada ibu tersebut.
"Iya Bu, saya sangat beruntung sekali punya suami seperti Rama" Ucap Ana dengan nada lembut.
"Jagalah istrimu baik-baik nak Rama, Ana itu wanita yang sangat baik dan sangat sopan nak" Ucap ibu pemilik rumah pada Rama.
"Ibu bisa saja, ibu ini kunci rumahnya" Ucap ana sambil memberikan kunci rumah tersebut.
"Iya nak makasih ya nak Ana" Ucap ibu pemilik rumah.
Rama mengeluarkan dompet dari celana dan memberikan beberapa lembar uang pada ibu tersebut kira-kira 2 jutaan.
"Ini buat ibu" Ucap Rama tiba-tiba sambil memberikan uang tersebut.
"Tapi ini untuk apa nak?ana sudah membayar uang sewanya nak" Ucap ibu pemilik kontrakan yang merasa bingung.
"Itu buat ibu, karena ibu sudah menjaga istri saya dengan baik" Ucap Rama dengan nada sopan.
Rama memang sangat baik kepada siapapun apalagi itu orang yang sudah membantu Ana menyewakan rumahnya.
__ADS_1
Akhirnya Rama dan Ana pergi meninggalkan ibu pemilik rumah tersebut dan bergegas untuk segera pulang menuju kerumahnya.
Dimobil.
"Kamu lapar tidak sayang?" Ucap Rama dengan lembut.
"Aku masih kenyang sayang" Ucap Ana pelan.
"Tapi aku lapar kita makan dulu ya sayang" Ucap Rama pada Ana.
"Baiklah sayang" Ucap Ana.
Akhirnya Rama menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah untuk makan siang terlebih dahulu. setelah beberapa saat Rama sudah menyelesaikan makanannya dan setelah selesai Rama pun segera melanjutkan perjalanannya agar cepat sampe dirumahnya.
"Sayang, jangan marah lagi padaku ya" Ucap Rama dengan nada lembut.
"Aku tidak janji sayang, soalnya aku kalau sudah cemburu pikirannya sudah kemana-mana dan tidak memikirkan hal lain lagi" Ucap Ana dengan jujur, apalagi dirinya yang begitu mudah cemburu itu membuat dirinya gampang sekali marah.
Seperti kejadian kemarin waktu kejadian Elina Ana pun pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari Rama terlebih dulu pada akhirnya Ana pergi dari rumah dan membuat Rama kawatir.
Bersambung
Terimakasih
__ADS_1