Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
327.Gara-gara pakaian S2.


__ADS_3

"Ada apasih teriak-teriak," Bentak Niah tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Kamu bilang kenapa? Katakan padaku laki-laki mana saja yang sudah menidurimu, Raniah!" Dengan tatapan kesal David bertanya pada Niah.


Niah terus menatap David tanpa menjawab pertanyaan dari David.


"Niah jawab aku!" Bentak David yang membuat Niah merasa sangat kesal.


"Sebenernya apa yang dimaksud dengan dia sih? Ditidurin siapa sih? Bibirku saja masih suci dan belum ternodai sama sekali dasar suami br*ngsek." Batin Niah yang merasa sangat kesal, Karena tuduhan dari David.


"Dengarkan aku baik-baik, Raniah Putri Ardiyansyah itu gadis yang masih suci dan belum pernah berciuman dengan laki-laki, Apalagi tidur tidur dengan laki-laki lain!!" Tegas Niah dengan tatapan serius.


David menggelengangkan kepalanya, Lalu mencengkram tangan Niah dengan begitu keras, Membuat Niah merintih kesakitan.


"Lepaskan aku! Sakit tahu."Pinta Niah yang berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman David, David tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Niah karena saat ini dirinya benar-benar dikuasai oleh amarah.


"Jangan berbohong padaku!" Ucap David dengan sorot mata yang begitu membunuh.


Niah hanya diam, Kali ini dirinya benar-benar berpikir apa sebenarnya yang dimaksud oleh David, Kenapa David bisa-bisanya menuduh Niah dengan hal yang begitu menjijikkan yang tidak pernah Niah lakukan.


"Dengarkan aku baik-baik ya, Jika kamu tidak percaya kamu boleh membuktikannya sendiri!" Tegas Niah yang membuat David langsung menarik tangannya menuju lemari pakaian milik Niah.


Sesampainya didepan lemari pakaian, David membuka pintu lemari tersebut, Betapa terkejutnya Niah melihat apa yang ada didalam lemarinya.


"Tunggu, Ini apa? Ini celana dalam pria." Niah mengambil salah dalaman tersebut, Lalu melihatnya dengan tatapan tidak percaya.


"Ini milik siapa? Kenapa ada dilemari pakaianku?" Niah bertanya-tanya pada hatinya.


David semakin menatap Niah dengan tatapan tajam, Kali ini matanya sudah berapi-api, Tangan sudah mengepal keras karena menahan agar tidak sampai menyakiti Niah.


"Kenapa diam? Jangan pura-pura polos, Kalau kamu mau tidur dengan laki-laki mana saja." Kata David yang membuat Niah langsung menatapnya dengan tajam.


"Jangan ya bicaramu, Atau aku akan merobek mulutmu!" Niah tidak menerima apa yang David tuduhkan.


"Dan dengarkan aku baik-baik, Aku tidak tahu kenapa banyak baju laki-laki, Bahkan sampai ada dalaman pria dilemari pakaianku, Aku tidak tahu David!" Dengan lantang Niah mengatakan pada David.


"Ehh dasar gadis munafik, Aku yakin milikmu sudah tidak p*rawan lagi." Cetus David yang membuat Niah ingin sekali m*nampar pipi David, Namun Niah mengurungkan niatnya.


Nianh langsung pergi dari hadapan David begitu saja, Kini Niah keluar dari kamarnya dengan memakai handuk kimono yang masih membalut tubuhnya.

__ADS_1


"Niah kamu mau kemana?" Tanya David yang melihat Niah keluar dari kamar, Bahkan Niah menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Niah langsung menuju kamar sang kakek, Bahkan Niah masuk tanpa mengetuk pintu melihat Niah datang neneknya dan kakeknya merasa bingung.


"Kamu kenapa nak? Kenapa masih memakai handuk kamu keluar dari kamar?" Tanya Nenek Diana dengan perasaan kawatir.


"Apa kamu bertengkar dengan suami?" Tanya Kakek Revan yang sedang berbaring diatas tempat tidur.


"Mama dan Papa, Mana nek?" Tanya Niah dengan raut wajah sedih, Lalu nenek Diana langsung mengusahakan wajah Niah dengan lembut.


"Mama dan Papa sudah pergi ke kamar mereka, Katakan ada apa?" Jawab Nenek Diana, Yang kembali bertanya pada Niah dengan nada lembut.


Niah menarik tangan neneknya dengan lembut, Lalu berkata pada sang kakek.


"Kakek, Niah pinjam nenek dulu ya sebentar." Kata Niah yang membuat kakeknya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


Nenek hanya mengikuti langkah kaki cucunya, Tanpa berkata apapun. Sesampainya didepan kamarnya Niah langsung membuka pintu kamarnya.


"Ceklek," Niah membuka pintu.


David yang masih berdiri tegak di depan lemari pakaian Niah, Merasa bingung karena Niah membawa neneknya ke kamarnya.


"Nenek," Sapa David dengan lembut.


"Nenek ini milik siapa?" Tanya Niah dengan malu-malu.


Nenek Diana mengeluarkan tawanya, Membuat Niah bingung, David juga ikut bingung.


"Nenek, Kenapa nenek malah tertawa?" Niah merajuk pada sang nenek, Lalu Diana bertanya pada David dan Niah.


"Apa kalian ribut gara-gara semua ini?" Tanya Nenek Diana, David dan Niah langsung mengangguk secara bersamaan.


Nenek Diana duduk ditepi ranjang, Lalu Niah dan David juga ikut duduk. Kini Nenek Diana berada ditengah-tengah Niah dan David.


"David, Itu Kakeknya Niah yang menyiapkan semuanya, Mendengar Niah akan menikah Kakek Niah begitu bahagia namun sayangnya dia sedang sakit jadi tidak bisa menghadiri pernikahan kalian, Pakaian Niah dan suaminya sengaja kakeknya siapkan karena tahu pasti Niah akan datang kesini." Jelas Nenek Diana dengan begitu lembut, Niah dan David saling menatap dengan tatapan sengit.


"Sudah kalian jangan ribut lagi, Niah ajaklah suamimu istirahat! Nenek mau ke kamar dulu kasian Kakek sendirian dikamar." Kata Nenek Diana, Nenek Diana beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Niah.


Dalam langkah kakinya Nenek Diana tersenyum bahagia," Niah dan David, Mereka begitu lucu. Mereka berdebat hanya karena sebuah pakaian." Gumam Nenek Diana.

__ADS_1


Sesampainya dikamar, Nenek Diana bercerita pada suaminya, Kali ini Papi Revan benar-benar bahagia mendengar cerita kalau cucu dan cucu menantunya berdebat gara-gara pakaian yang dirinya siapkan untuk mereka.


"Mereka lucu sekali ya ma, Oh iya mama bilang tidak sama mereka, Suruh mereka cepat-cepat buatin kita cicit-cicit yang lucu?" Tanya Papi Revan dengan begitu antusias.


"Papi, Mereka baru saja menikah jadi biarkan mereka pacaran dulu saja!" Jawab Mami Diana dengan lembut.


Mami Diana dan Papi Revan itu pasangan yang begitu romantis dari dulu, Bahkan sampai mereka sudah menjadi kakek dan nenek, Hubungan mereka tetap romantis.


Dikamar Niah dan David.


Niah dan David, Mereka masih perang dengan tatapan sengit bahkan setelah Niah berganti pakaian dengan pakaian tidur, Niah langsung tidur menyelimuti tubuhnya.


"Niah....!!" Panggil David dengan rasa bersalah, Niah bangun dari tidurnya lalu duduk.


"Apalagi? Laki-laki mana lagi yang mau kamu tuduhkan tidur denganku!" Bentak Niah yang sejujurnya begitu sakit hati, Ketika sang suami menuduhnya dengan tuduhan yang begitu menjijikkan.


"Aku minta maaf," David meminta maaf pada Niah, Namun Niah belum mau maafkannya.


"Maaf? Kamu sudah menuduhku dengan tuduhan menjijikkan seperti itu." Tolak Niah dengan penegasan pada David.


Lagian salah David juga, Bukannya bertanya dengan baik-baik pada sang istri, Ini malah menyalakan api perang dengan sang istri.


"Aku tahu aku salah, Lagian bisa-bisanya seorang gadis yang belum menikah, menyimpan celana dalam pria dilemarinya." Jelas David dengan senyum tidak senangnya.


"Kan tadi nenek udah jelasin itu buat suamiku, Iya suamiku itu kamu b*doh." Bentak Niah dengan ucapan agak kasar pada sang suami.


Kali ini Niah benar-benar kesal pada laki-laki yang baru saja kemarin Niah nikahi, Bagaimana tidak kesal suami sendiri tega menuduhnya Niah tidur dengan banyak laki-laki, Hati Niah rasanya ingin sekali berteriak. dirinya yang selama ini berusaha menjaga kesuciannya dan hari ini laki-laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya, Malah tega menuduhnya dengan tuduhan menjijikkan seperti itu.


"Aku minta maaf, Bukannya tadi kamu bilang untuk membuktikannya aku boleh itu-itu," David kembali meminta maaf pada Niah, Dan kali ini David memberikan isyarat pada Niah.


"Itu-itu apa?" Tanya Niah kesal.


"Masa kamu tidak tahu, Sini biar aku ajarkan." Jawab David yang langsung menarik dagu Niah, Lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Niah membuat Niah langsung merasa gemetaran.


"Apa yang mau laki-laki br*ngsek ini lakukan."Batin Niah dengan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya.


"Niah, Aku ingin membuktikan perkataanmu tadi, Apa sungguh punyamu masih bersegel?" Tanya David dengan nada menggoda, Membuat darah Niah mengalir lebih cepat.


"David," Panggil Niah tiba-tiba.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2