Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
258. Jatah lebih dari Rehan.


__ADS_3

Mami dan yang lainnya sedang makan bersama, kecuali Papi yang tidak ikut makan malam bersama karena Papi Revan belum pulang menghadiri reuni sekolahnya.


Dimeja makan.


Ana menaruh BOK bayinya disamping Ana duduk karena takut Niah menangis, kini mereka semua sedang menikmati makan malam bersama setelah selesai makan malam, kini mereka semua berkumpul diruang keluarga.


"Kok Papi belum pulang ya." tanya Mami Diana.


"Mungkin macet Mi." jawab Rama.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


"Tok...tok..." suara ketukan pintu.


"Biar Rehan saja yang membukakan pintunya." kata Rehan.


Rehan langsung beranjak dari tempat duduknya, menuju keruang depan untuk membukakan pintu.


"Iya tunggu sebentar." sahut Rehan dari dalam rumahnya.


"Ceklek.." suara gagang pintu.


Melihat Papi yang baru saja pulang dari reuni, Rehan langsung menyuruh Papi Revan untuk segera masuk.


"Masuk Pi, Mami sudah menanyakan Papi dari tadi." kata Rehan, sambil merangkul bahu Papi Revan.


"Mungkin Mami kalian terlalu merindukan Papi nak." kata Papi dengan senyum sombongnya.


Iyalah biarpun Papi lebih dulu jatuh cinta dengan Mami Diana, namun Papi Revan selalu bersikap sombong pada Mami Diana.


"Papi." panggil Mami Diana yang melihat Papi Revan jalan menuju arahnya.


"Mami, kata Rehan Mami menanyakan Papi dari tadi, apa Mami merindukan Papi?" tanya Papi Revan dengan nada menggoda.


Mami Diana mencubit lengan tangan Papi Revan.


"Berhentilah bergurau Papi Kita sudah tua." jawab Mami sambil mencubit lengan tangan Papi Revan.


"Auh sakit Mi, tua-tua gini Kita bisalah Mi seperti Anak Muda lagi." kata Papi sambil mengedipkan satu matanya.


Mami hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Suaminya.


Sedangkan Rama dan yang lainnya saling melempar senyum, karena melihat kebahagiaan Mami dan Papi mereka.


"Papi sudah makan malam?" tanya Mami Diana.


"Sudah Mi," jawab Papi.


Ana dan Ayu yang sedari tadi memperhatikan Kedua mertuanya, kini mereka saling lempar senyum.


"Mudah-mudahan Mami dan Papi bahagia Selalu." doa Ana dalam hatinya.


"Mudah-mudahan, Rehan seperti Papi yang selalu setia hanya dengan satu wanita." doa Ayu dalam hatinya.


"Nak, Mami dan Papi ke kamar dulu ya." pamit Mami pada semuanya.


"Iya Mi, jagain Papi biar tidak lepas." ledek Rehan yang diiringi tawanya.


"Dasar Anak durhaka." Papi membalas ledekan Rehan.


Mami langsung menarik tangan Papi Revan untuk pergi ke kamar.


"Sudahlah Pi, sama Anak sendiri tidak boleh gitu." omel Mami Diana.


Ana dan Rama, juga masuk kedalam kamar karena Niah juga sudah tidur di BOK bayi dari tadi.

__ADS_1


"Kita ke kamar dulu ya." pamit Rama pada Ayu dan Rehan.


"Iya Kak, hati-hati kalau jatuh bangun sendiri Kak." ledek Rehan yang diiringi dengan tawanya.


"Dasar Anak ingusan, sana tidur sudah malam." omel Rama pada Rehan.


Rama dan Ana langsung pergi menuju ke kamar mereka, lalu Ayu dan Rehan juga langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Dikamar Rama.


Rama langsung tidur, Ana tersenyum melihat Suaminya dan Anaknya tidur dengan begitu nyenyak.


"Suamiku, Anakku, kalian adalah kebahagiaan dalam hidupku." kata Ana.


Ana mencium pipi Rama yang sedang tidur, lalu berganti mencium pipi Niah. sekarang Ana mulai memejamkan matanya lalu tertidur.


Dikamar Rehan.


Ayu sudah duduk diatas ranjang, sedangkan Rehan sedang sibuk dengan laptopnya.


"Sayang, kenapa laptopmu disentuh terus? tapi Aku nya dianggurin gini." rengkek Ayu dengan raut wajah kesal.


Padahal Ayu malam ini meminta jatah membuat adonan, namun Rehan sibuk berkutat dengan laptopnya.


"Sebentar sayangku, ini nanggung." jawab Rehan.


"Ayolah sayang, Aku kan pingin cepet-cepet hamil Kamu harus tingkatkan kerja malammu." Ayu kembali merengek pada Rehan.


Rehan tersenyum pada Ayu, lalu mencium Bibir Ayu.


"Cup.." satu ciuman mendarat dibibir Ayu.


"Jangan bawel, nanti Aku kasih lebih jatah malam ini." Rehan menggoda Ayu.


Rehan beranjak dari tempat tidurnya, lalu pergi menaruh laptopnya diatas meja, setelah menaruh laptopnya Rehan kembali ketempat tidurnya lalu membujuk Ayu agar tidak merasa kesal lagi.


"Sayang, Aku sudah selesai." kata Rehan, sambil berusaha membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Ayu.


Ayu tidak bergeming kini Ayu hanya mengabaikan Rehan.


"Sayang, Aku kasih jatah lebih malam ini biar cepat jadi adonan Kita." kata Rehan yang masih terus berusaha merayu Ayu.


Ayu langsung membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, lalu melihat kearah Rehan.


"Sungguh." Ayu memastikan.


"Apa Aku pernah berbohong padamu?" tanya Rehan sambil membelai pipi Ayu dengan lembut.


Rehan mendekatkan wajahnya, lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Ayu.


"Cuppp..." satu ciuman hangat mendarat dibibir Ayu.


Ayu menikmati permainan ciuman Rehan, kini Rehan makin memperdalam ciumannya lalu memposisikan Ayu dibawahnya.


Rehan melepaskan ciumannya dari bibir Ayu.


"Kamu siap Sayang main lebih dari satu ronde?" tanya Rehan, yang sudah memasukkan tangannya ke dalam baju Ayu.


Ayu tersenyum bahagia melihat Rehan.


"Jangankan lebih dari satu ronde sampai pagi juga Aku kuat sayang." kata Ayu dengan nada menggoda.


"Kamu yang bilang ya, Awas saja jika belum selesai terus bilang tidak kuat." omel Rehan.


Rehan mulai membuka kancing baju Ayu, lalu membuka baju Ayu terus membuang kesembarang tempat.

__ADS_1


Kini Rehan sedang sibuk dengan gunung kembar Ayu.


"Ahhhcchhh.. pelan-pelan." rengkek Ayu.


Rehan terus melakukan aksinya, kini bibirnya sudah menelusuri setiap inchi tubuh Ayu. lalu memberikan tanda merah disetiap bagian tubuh Ayu.


"Eemmhh ahhhcchhh..." desahan dan erangan gini keluar dari mulut keduanya.


Setelah beberapa lama permainan, akhirnya Rehan sudah tidak tahan untuk mengeluarkan cairan hangatnya.


"Sayang, Aku sudah tidak tahan." kata Rehan yang diiringi dengan desahan.


"Ahhh ahhhcchhh.." Ayu mengeluarkan desahan kenikmatan dari mulutnya karena ulah Rehan.


"Aku masukan ya sayang Adik Kecilku." kata Rehan yang kembali diiringi dengan desahan.


Rehan pelan-pelan membuka s**kangan Ayu, lalu Rehan langsung melepaskan semua pakaiannya terus membuang pakainya kesembarang tempat.


Kini Rehan sudah polos tanpa sehelai benang, begitu juga dengan Ayu.


Rehan langsung mengarahkan miliknya ke milik Ayu, lalu memasukkan miliknya, seperti biasanya dengan sekali hentakan langsung masuk sempurna karena punya Ayu sudah tidak lagi sempit.


"Ahhhcchhh ahhhcchhh..." Ayu mengeluarkan desahannya dari mulutnya.


Kini Rehan langsung menghentak-hentakan miliknya kedalam milik Ayu, hingga keduanya mengeluarkan erangan dan desahan penuh kenikmatan.


"Tahan sayang." kata Rehan.


Sampai 5 menit berlalu akhirnya Rehan, mengeluarkan cairan hangatnya didalam rahim Ayu.


Kini Rehan langsung mengeluarkan miliknya, lalu merebahkan tubuhnya disamping Ayu.


Ayu masih mengatur nafasnya.


"Apa Kamu masih kuat sayang." tanya Rehan.


Ayu menganggukkan kepalanya.


Setelah istirahat 15 menit kini Rehan kembali beraksi, tanpa melakukan pemesanan karena miliknya sudah kembali tegang akhirnya Rehan langsung memasukkan miliknya kedalam milik Ayu.


Rehan mulai menghentak-hentakan miliknya didalam milik Ayu.


"Eeemhhh...aahhh eemmaah.." desahan dan erangan kembali keluar dari mulut mereka.


Sampai akhirnya Rehan kembali, mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Ayu untuk kedua kalinya.


"Ahhh enak sekali sayang, rasanya lega." kata Rehan sambil memegang miliknya yang baru saja dikeluarkan dari dalam milik Ayu.


Ayu hanya terbaring lemas, karena permainan Suaminya malam ini lebih ganas dari biasanya.


"Masih kuat sayang?" tanya Rehan, sambil membenamkan wajahnya di gunung kembar Ayu.


"Aku sudah capek." kata Ayu dengan nada lemas.


"Bukankah Kamu minta jatah lebih dariku?" Rehan menggoda Ayu sambil menciumi telinga Ayu.


Ayu menggelengkan kepalanya, lalu Rehan menghentikan aktivitasnya.


Rehan membenarkan posisinya, lalu menarik Ayu kedalam pelukannya.


"Katanya Sampai pagi tahan, kini baru dua kali tempur sudah tidak kuat." gumam Rehan.


Akhirnya malam ini Ayu mendapatkan jatah lebih dari Suaminya.


Bersambung 🙏

__ADS_1


__ADS_2