Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
95. Tentang kehamilan Ana.


__ADS_3

Rama bercerita dengan Papinya dengan penuh penyesalan karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik dan sampe kehilangan bayinya.


"Sayang, apa kamu tidak tau waktu kamu sedang hamil" Tanya Mami dengan nada pelan.


"Ana tidak tau Mami, Ana juga lupa kalau Ana sudah telat datang bulan tapi kehamilan ini benar-benar tidak terasa Mami, Ana juga tidak mual atau merasakan gejala lainnya. makanya Ana tidak menyangka kalau Ana sedang hamil" Ucap Ana menceritakan pada Maminya dengan nada sedih.


"Mungkin karena baru pertama kali sayang dan kamu juga masih sangat muda jadi mungkin kamu belum paham sayang" Ucap Mami nya mencoba memberi pengertian pada ana.


"Kamu istirahatlah sayang, Mami mau bicara dulu dengan Rama" Ucap Mami sambil mencium kening Ana, Ana tersenyum pada Mami yang begitu sangat menyayangi nya.


Rama yang sedang mengobrol dengan Papinya kaget mendengar suara Mami.


"Rama, kamu itu bagaimana bisa tidak tau Ana sedang hamil" Ucap Mami tiba-tiba sambil menjewer telinga Rama.


"Sakit mami, lepasin mami" Rintih Rama.


"Maafkan Rama Mam, beberapa hari ini aku bertengkar dengan Ana gara-gara Elina dan Ana pergi meninggalkan rumah, aku sudah berusaha mencarinya tapi tidak menemukannya, akhirnya setelah beberapa hari aku baru menemukannya tapi waktu Rama bertemu dengan Ana juga Ana tidak bilang apa-apa tentang kehamilannya" Ucap Rama pada Maminya.

__ADS_1


Mami menghela nafas panjang ternyata Ana dan Rama sama-sama tidak tau.


"Terus tadi apa kata dokter?" Tanya Mami.


"Ana kecapean Mam, sama stress gara-gara terlalu banyak pikiran Mam dan kata dokter kandungan Ana juga lemah jadi sulit pertahanankan janinnya" Ucap Rama menjelaskan pada Maminya.


"Sudah Mi, jangan saling menyalahkan mereka ini belum paham" Ucap Papi pada Maminya.


Akhirnya Mami dan Papi saling terdiam.


"Ram, temanin istrimu, Mami dan Papi pulang dulu ya" Ucap papi pada Rama.


Mami dan Papi pergi meninggalkan Rama dan segera kembali menuju kerumah.


"Sayang, maafkan aku, aku tidak bisa menjaga anak kamu dengan baik" Ucap Ana yang merasa bersalah.


"Sayang jangan minta maaf!! disini aku juga salah karena begitu bodoh sampai tidak tau kamu sedang hamil" Ucap Rama penuh penyesalan.

__ADS_1


"Kita iklhaskan anak kita, kita mulai semuanya dari awal lagi" Ucap Ana yang membuat Rama begitu semangat dan bahagia melihat istrinya yang sudah mau tersenyum dan menerima semua kenyataan.


"Ana, aku mencintaimu" Ucap Rama sambil mencium kening Ana dengan lembut.


Ana tersenyum bahagia karena suaminya selalu mencintainya setiap hari.


"Istirahatlah sayang, aku akan menemanimu dan jika kamu ingin makan sesuatu katakan saja sayang aku akan segera membelinya untukmu" Ucap Rama dengan lembut.


"Sayang, aku mau pergi berlibur kalau aku sudah sehat, apakah boleh?" Tanya dengan nada memohon.


"Tentu saja boleh, katakan saja sayang kamu berlibur kemana aku akan menurutinya" Ucap Rama dengan nada semangat.


"Akan aku pikirkan!! tapi aku juga ingin sedikit menghabiskan uangmu" Ucap Ana dengan polos membuat Rama tersenyum tipis.


"Dasar gadis bodoh, bagaimana bisa kau bilang seperti itu pada suamimu?" tanya Rama sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Tentu saja bisa, itu tadi aku berucap seperti itu" Ucap Ana pada Rama dengan nada jail.

__ADS_1


Rama bahagia melihat istrinya sudah mulai kembali menggemaskan seperti biasanya.


Bersambung


__ADS_2