
Dirumah Rama dan Ana.
Ana dan Rama sekarang sudah ada dikamar mereka, setelah mengantarkan Rehan dan Ayu sampai dengan rumah.
Obrolan sebelum tidur.
"Sayang, anak kita sebentar lagi akan lahir!! kira-kira kita nanti kasih nama anak kita siapa ya?" tanya Rama tiba-tiba.
Ana tersenyum pada Rama.
"Aku juga masih belum tau sayang, anak kita laki-laki atau perempuan juga kita belum tau!!" jawab Ana dengan nada lembut.
Rama membaringkan kepalanya dipaha istrinya, Ana membelai rambut suaminya dengan begitu lembut.
"Rama, kamu mau anak kita laki-laki atau perempuan?" tanya Ana ingin tau.
Rama menggegam tangan Ana.
"Sayang laki-laki atau perempuan buatku tidak masalah" jawab Rama yang tidak pernah mempersoalkan jenis kelamin anaknya nanti.
"Ana, nanti aku mau memberikan nama anak kita dengan awalan inisial huruf R !!" ucap dengan begitu antusias.
"Boleh aku tau siapa nama anak kita nanti sayang?" tanya Ana ingin tau.
"Masih aku pikirkan sayang!!" jawab Rama.
"Sayang, aku sebenarnya sangat merindukan olahraga kita setiap malam!!" ucap Rama dengan nada melas.
Ana tersenyum pada Rama, Ana tau mereka sudah lama tidak melakukan olahraga malam apalagi kehamilan Ana sudah makin besar. Rama takut istrinya akan kelelahan dan mengganggu pertumbuhan janin yang ada diperut Ana jadi Rama selalu menahan hasratnya untuk menyentuh istrinya.
"Sabar sayang!! nanti setelah anak pertama kita lahir kita segera bikin anak kedua kita sayang!!" ucap Ana, berusaha menghibur suaminya.
Rama hanya tertawa pelan sambil mencubit hidung istrinya.
"Apa kamu sudah siap untuk punya anak kedua setelah anak pertama kita lahir nanti?" tanya Rama memastikan.
Ana diam sebentar sambil berpikir.
"Kalau aku bilang belum siap!! aku yakin kamu juga akan memaksaku sayang!!" ledek Ana, mengingat waktu membikin anak pertamanya juga Rama yang memaksa karena kemarahannya, namun tetap sih mereka melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Sekarang kamu semakin pintar sayang!!" puji Rama pada istrinya.
"Sekarang kamu juga semakin tampan!!" goda Ana pada suaminya.
"Apa kamu sedang menggodaku?" tanya Rama dengan nada lembut.
"Istri macam apa yang menggoda suaminya sendiri?" ledek Ana dengan penuh kejailan.
"Istri siapa lagi? kalau bukan istri Rama Ardiyansyah!!" jawab Rama dengan bangga.
Rama bangun dari tidurnya dipaha Ana dan langsung mencium bibir Ana dengan lembut.
"Cupp!!" satu ciuman bibir dibibir Ana.
"Rama!!" panggil Ana dengan nada manja.
"Apa? itu untuk istriku tercinta!!" jawab Rama.
"Terimakasih sayang, ayo kita tidur aku sudah mengantuk!!" ajak Ana dengan nada lembut.
"Iya sayang!!" jawab Rama.
Rama langsung membaringkan tubuhnya disamping Ana sedangkan Ana langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Rama. Rama pelan-pelan membelai rambut istrinya dengan lembut.
"Tidurlah sayang!!" suruh Rama dengan nada lembut.
__ADS_1
Ana dan Rama akhirnya tertidur setelah obralan panjang tengah malam yang mereka obrolkan.
Rehan baru saja pulang mengantar Ayu Kerumahnya, Rehan langsung masuk kedalam kamarnya karena memang dirumahnya sudah sangat sepi.
"Kakak dan kakak ipar pasti sudah tidur!!" ucap Rehan, sambil berjalan menuju untuk masuk ke kamarnya.
Dikamar Rehan.
Rehan membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Kapan aku tidur ada yang menemani!! menunggu hari pernikahan terasa lama sekali" keluh Rehan, yang gini sedang memeluk guling yang ada diranjang tempat tidurnya .
"Untuk saat ini hanya guling ini yang menemani aku tidur" ucap Rehan dengan nada sedih.
"Andai saja guling ini menjadi Ayu" hayalan Rehan, sambil memeluk erat guling yang sedang dirinya peluk.
Akhirnya setelah lelah dengan hayalan dan keluhannya Rehan mulai memejamkan matanya dan tertidur sambil memeluk bantal guling dengan erat.
Alena dan Bagas.
Keesokan harinya.
Bagas dan Alena baru bangun dari tidurnya setelah semalam mereka memadu kasih dengan penuh kenikmatan, akhirnya mereka sudah bangun.
"Sayang, dingin sekali pagi ini!!" keluh Alena.
"Apa mau aku hangatkan lagi?" tanya Bagas dengan jail.
Alena langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Tidak.. tidak aku masih sangat lelah sayang!!" tolak Alena, dengan nada kesal.
Bagas tertawa penuh kemenangan.
"Salah kamu, menyuruhku membuatmu agar cepat hamil sayang" ledek Bagas, yang kembali mengingatkan ucapan Alena pada dirinya.
Setelah perdebatan kecil dipagi hari, akhirnya Alena dan Bagas mandi bersama selesai mandi bersama.
Bagas mengajak Alena untuk pergi sarapan direstauran yang ada ditempat penginapan yang mereka tinggali.
Pagi ini Alena dan Bagas sarapan bersama dengan penuh kehangatan sebagai pengantin yang masih baru.
Dirumah Rian dan Via.
Pagi ini Rian dan Via masih ada ditempat tidurnya, mereka baru saja bangun tidur.
"Selamat pagi, Via!!" ucap Rian, sambil mencium kening istrinya dengan lembut.
"Selamat pagi juga sayang!!" balas Via dengan wajah yang masih ngantuk.
"Huek..huek...!!" Via mual-mual
Via langsung berlari ke kamar mandi karena rasanya ingin muntah sekali.
Rian bangun dan langsung mengejar Via kedalam kamar mandi.
"Huek.. huek!!" Via muntah-muntah.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Rian dengan nada khawatir.
Rian memijat tekuk leher Via dengan lembut.
"Sudah enakan sayang?" tanya Rian memastikan kepada Via.
"Masih mual sama kepala agak sedikit pusing, tapi kamu tidak usah khawatir wanita yang sedang hamil muda memang seperti ini!!" jelas Via agar suaminya tidak khawatir berlebihan.
__ADS_1
"Kita periksa ke dokter ya sayang!!" ajak Rian.
"Tidak usah, nanti aku akan minum obat saja!! lagian aku inikan dokter kandungan sayang" jelas Via dengan penuh pengertian.
Rian menuntun Via untuk kembali ketempat tidurnya.
"Istirahatlah sayang, aku juga pagi ini tidak berangkat kerja!! aku mau menemani kamu saja!!" ucap Rian, yang memang tidak ingin meninggalkan istrinya dengan keadaan yang sekarang.
Via tersenyum bahagia melihat suaminya begitu perhatian dan sangat menyayanginya.
"Laki-laki yang aku tinggalkan begitu saja tanpa pamit!! ternyata cinta dan sayangnya masih sama seperti dulu bhakan mungkin sekarang lebih dari dulu, terimakasih!!" guman Via dalan hati yang penuh rasa syukur.
Hari ini Rian libur kerja untuk menemani istrinya yang sedang mabuk parah karena kehamilannya yang masih muda.
Dirumah Rama dan Ana.
Pagi ini Ana sedang menyiapkan sarapan buat suaminya dan adik iparnya yang akan berangkat kerja ke kantor.
Ana sudah menyiapkan semuanya makanan di meja makan.
Rama menghampiri istrinya yang sedang menyiapkan makanan dimeja makan.
"Cup" ciuman lembut dari Rama dikening Ana.
Ana tersenyum pada suaminya.
"Selamat pagi sayang!!" sapa Rama.
"Selamat pagi juga, sarapan dulu sayang!!" suruh Ana dengan nada lembut.
Rama duduk dikursi meja makan, Ana langsung mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk sarapan suaminya pagi ini.
Rehan tiba-tiba datang.
"Kakak ipar aku iri!!" Celetuk Rehan.
Ana tersenyum pada adik ipar satu-satunya yang sangat Ana sayangi.
"Duduklah, kakak juga akan mengambilkan nasi untukmu juga Rehan" jawab Ana dengan nada lembut.
Akhirnya Rehan dan Rama sarapan bersama sedangkan Ana belum lapar jadi tidak ikut sarapan dengan mereka, pagi ini Ana hanya menemani suaminya dan adik iparnya sarapan dimeja makan.
Setelah selesai sarapan akhirnya Rama dan Rehan berpamitan pada Ana untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, aku berangkat dulu!!" pamit Rama, sambil mencium kening istrinya.
"Hati-hati sayang!!" jawab Ana dengan senyum manisnya.
"Aku sepertinya harus menutup mataku!!" ledek Rehan, yang melihat adegan mesra dihadapannya.
Rama tersenyum jail pada Rehan.
"Kasian, nasib lalat pengganggu!!" Ledek Rama pada Rehan.
Rehan menatap kesal pada Rama.
"Daripada kakak obat nyamuk!!" jawab Rehan tidak mau kalah dengan Rama.
"Kakak ipar, Rehan berangkat kerja dulu ya!!" pamit Rehan dengan nada sopan.
"Iya Rehan, kamu hati-hati ya!!" jawab Ana dengan senyum manisnya.
"Siap kak, jaga calon ponakanku baik-baik ya kakak ipar!!" pinta Rehan, sebelum meninggalkan Ana berangkat ke kantor.
"Iya Rehan, jangan berdebat lagi dengan kakakmu atau Aku akan menjewer telinga kalian nanti" Ancam Ana, karena hampir setiap hari suami dan adik iparnya itu selalu berdebat.
__ADS_1
Rama dan Rehan berangkat ke kantor sedangkan Ana langsung kembali masuk ke dalam, setelah mobil Rama dan Rehan sudah tidak terlihat lagi.
Bersambung