Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
339.Kado dari Daniel S2.


__ADS_3

Daniel dan Devita menaiki mobilnya, Setelah mobil Daniel berlalu dan sudah tidak terlihat David dan Niah kembali masuk kedalam rumahnya..


"Kira-kira apa kado dari Tuan Daniel Carrol?"


Setelah Daniel dan Devita berlalu dan mobilnya sudah tidak terlihat, David mengajak Niah untuk masuk kedalam rumahnya.


Mereka berdua masuk kedalam kamar, Sesampainya dikamar Niah masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi, Sedangkan David diatas ranjang tempat tidur sambil memegangi dua kotak kado yang diberikan oleh Daniel untuk dirinya sebagai hadiah pernikahannya.


"Kira-kira ini isinya apa ya?" Tanya David pada dirinya sendiri.


Ada dua kado yang diberikan oleh Daniel buat hadiah pernikahannya, Satu kotak berukuran agak besar berwarna merah marun dan satunya kotak warna silver berukuran sedang, Kini masih terus David pegangin David ingin membuka tapi tidak yakin.


"Dia itu terkenal dengan sebutan CEO arrogant yang kaya raya dan aturan ini isinya kunci mobil keluaran terbaru dan kotak satunya ini apa? Ahh tapi tidak mungkin, Pasti ini isinya yang berbau ehem-ehem, Aku tahu otak dia pasti gesrek." Gerutu David dalam hatinya.


David masih terus memperhatikan kedua kotak yang ada ditangannya terus, Sampai beberapa lama Niah keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono warna putih.


"Kamu tidak mandi dulu?" Tanya Niah yang melihat David terus menatap kotak kado yang dirinya pegang.


"Sebentar lagi, Apa masih sakit? Apa masih susah buat jalan?" Jawab David dan bertanya pada Niah dengan tatapan kawatir.


"Mandilah dulu, Aku siapkan baju tidurmu! Masih agak nyeri buat jalan masih susah tapi aku paksakan saja." Niah menyuruh David mandi dan menjawab pertanyaan David sambil mengambil baju dari dalam lemari.


"Berati nanti bisa ya dipaksa ajak main, Kemarin aku belum puas soalnya cuma sekali main doang." David menggoda Niah, Niah menatap David dengan tatapan kesal.


"Buat jalan saja susah, Ini malah dipaksa buat main lagi, Dasar suami tidak peka." Kesal Niah dalam hatinya.


"Masih sakit." Jawab Niah.


"Aku tidak mau tahu, Aku mau mandi tunggu aku jangan tidur dulu!!" Tegas David, Niah hanya diam kali ini dirinya benar-benar kesal tapi Niah juga tidak mau berdebat dengan suaminya.


Setelah selesei berganti pakaian Niah menyiapkan baju tidur David dan menaruhnya di atas ranjang tempat tidurnya.


"Baiklah aku mandi dulu, Kamu tiduran saja jangan banyak bergerak biar tidak sakit lagi dan ingat jangan sampai ketiduran!" Jawab David dan langsung pergi menuju ke kamar mandi.


"Aku juga belum mengantuk." Batin Niah.


Niah sudah berganti baju tidur dan juga Niah sudah menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Niah duduk ditepi ranjang dan mengambil dua kotak kado yang ada diatas ranjang.


"Ini apa isinya? Kenapa David tidak membukanya, Apa aku buka saja ya?" Batin Niah merasa penasaran.


Karena rasa penasarannya akhirnya Niah membuka kado tersebut, Niah membuka kotak yang berukuran agak besar terlebih dahulu.


Niah ternganga melihat isinya ternyata baju tidur cauple berwarna biru dongker, Niah mengeluarkan isinya satu persatu.


"Kenapa baju ini sexy sekali," Niah ternganga tidak percaya dengan isi kado tersebut.


Baju tidur untuk seorang wanita dan bahannya agak transparan, Bagian belahan dadanya pun membuat Niah geleng-geleng kepala tidak percaya.


"Apa rekan bisnisnya David ini laki-laki mesum, Kenapa dia memberikan kado seperti ini." Batin Niah yang sebelumnya tidak pernah membeli baju tidur sesexy itu.


Niah kembali mengeluarkan baju lainnya dan melihatnya.


"Ini baju yang buat laki-laki bagus lengan panjang, Lah buat wanitanya kenapa begitu terbuka seperti ini." Niah kembali geleng-geleng kepala tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Apakah ini susu?" Kata Niah yang melihat kemasan bantal seperti susu kemasan.


"Tapi sepertinya bukan." Pikir Niah.


David yang baru saja keluar dari kamar mandi, Dengan memakai handuk saja berjalan menuju ke ranjang tempat tidurnya.


"Niah kamu sudah membukanya?" Tanya David dengan tatapan bingung.


"Iya aku membukanya dan lihat isinya, Baju tidur cauple dan susu bantal kemasan juga." Jawab Niah sambil menunjukkan kemasan yang seperti susu bantal tadi.

__ADS_1


Niah tidak tahu itu makanan atau minuman apa? Yang Niah tahu itu seperti susu bantal kemasan, Niah juga tidak membaca tulisan yang ada di kemasan tersebut karena Niah juga tidak mau tahu itu makanan atau minuman apaan?


David mengambilnya dari tangan Niah, Dan membaca tulisan kemasan itu.


"Dasar Daniel dia memberikan obat kuat untukku, Kamu tidak tahu saja istriku diajak main sekali saja sudah tidak bisa jalan." Batin David sambil cengar-cengir.


"Niah..." Panggil David dengan maksud tertentu.


"Malam ini aku mau main lagi, Biarin Niah masih agak sakit juga aku akan melakukannya dengan pelan nanti." Pikiran David mulai liar.


Melihat sang suami cengar-cengir tidak jelas, Niah merasa bingung.


"Dia kenapa?" Batin Niah.


"Suamiku ini apa?" Tanya Niah yang tidak tahu, Niah pikir itu susu kemasan.


"Bukan apa-apa, Mana tadi baju tidurnya yang kamu bilang?" Tanya David untuk mengalihkan pembicaraan Niah.


David menaruh kemasan bantal itu ke laci nakas dekat tempat tidurnya.


"Aku tidak akan meminumnya malam ini, Setidaknya tunggu sampai Niah pilih dulu. Kalau malam ini aku mau main, Aku akan main dengan lembut." Batin David yang lagi-lagi penuh keliaran.


Niah menunjukkan baju tidur tersebut pada David dan David langsung tersenyum mesum, Membuat Niah manatapnya kesal.


"Kok kamu senyam-senyum sih?" Tanya Niah.


"Pakelah sayang baju tidur itu!" Pinta David yang langsung duduk disamping Niah.


"Aku tidak mau, Aku malu kalau memakai baju tidur seperti itu." Tolak Niah dengan halus.


"Kenapa harus malu? Kita inikan suami istri jadi tidak usah malu-malu, Lagian aku juga sudah melihat seluruh bagian tubuhmu." Jawab David sambil memegangi baju tidur sexy kado dari Daniel.


Niah mendengus kesal, Dan mengabaikan pembicaraan David. Niah mengambil satu kado lagi yang belum dibuka dan Niah membukanya.


"Aku mau buka ini." Kata Niah dengan begitu antusias.


"Sudahlah kamu diam, Biarkan aku membukanya." Niah mengomel pada David, David hanya diam saja dan terus memegangi baju tidur sexy yang dari Daniel.


"Tuan Arrogant, Aku suka kado darimu." Batin David dengan tawa kecilnya.


Niah membuka kado kedua dan ternyata isinya satu set perhiasan yang begitu indah, Membuat Niah ternganga.


"Wah indah sekali, Ini begitu berkilau ini juga keluaran terbaru, Aku suka sekali." Niah terus bicara membuat David menoleh kearah Niah.


"Niah kamu berisik sekali." Omel David sambil menoleh kearah Niah.


Melihat kilauan set perhiasan hadiah dari Daniel, David tersenyum.


"Apa kamu menyukainya?" Tanya David.


"Iya aku menyukainya, Ini keluaran terbaru." Jawab Niah yang terus tersenyum bahagia.


David mengambil barang tersebut dari tangan Niah, Membuat Niah langsung memanyunkan bibirnya, Tapi David malah tersenyum.


"Simpan ini, Sekarang pakailah ini!" Pinta David dan menyuruh Niah memakai baju tidur dari Daniel.


"Tapi...." Niah memanyunkan bibirnya.


"Patuhlah pada suamimu, Cepat pakai atau aku yang akan pakaikan padamu!" Pinta David dengan tatapan menyebalkan.


Niah mengambil baju tersebut dari tangan David dan pergi ke kamar mandi untuk memakainya, Setelah dipakai Niah keluar dari kamar mandi.


"David kamu membuatku kesal." Gerutu Niah.

__ADS_1


David senyam-senyum melihat Niah dan langsung berjalan menghampiri Niah yang sedang duduk di depan meja rias.


"Aku pakai cream malamkan dulu." Kata Niah yang melihat David dari pantulan cermin.


David memeluk Niah, Lalu membenamkan wajahnya dileher jenjang Niah, Niah terdiam merasakan hembusan nafas suaminya yang dirinya rasakan.


"Tidak usah memakai itu, Kamu itu sudah cantik di mataku." Pinta David dengan manja.


"Sayang sudah dibeli." Jawab Niah.


Bukannya menjawab jawaban dari Niah, David malah mulai menciumi telinga Niah membuat Niah gelian karena ulahnya.


"Suamiku kamu membuatku geli." Kata Niah sambil berusaha menyingkirkan kepala suaminya dengan tangannya,Tapi David malah menahan tangan Niah dan terus melanjutkan aksinya.


"Cup..cup...." David terus memberikan kecupan demi kecupan dileher jejang Niah.


David beralih ke wajah cantik Niah, Kini David menghujani wajah cantik Niah dengan banyak ciuman dan sesekali mengecup bibir Niah dengan lembut.


David membantu Niah agar berdiri, Dan menghadapkan wajah Niah agar menghadap ke dirinya.


"Cup..." David mendarat bibirnya ke bibir Niah, Pelan-pelan Niah membuka mulutnya agar David lebih mudah menelusuri rongga mulutnya.


"Eemmhh...ah."


David membenamkan wajahnya ditengah-tengah gunung kembar milik Niah, David menciuminya dan memberikan hingga memberikan bekas merah.


Satu persatu David mulai menanggalkan pakaian Niah dan menjatuhkannya ke lantai, Melihat tubuh Niah sudah polos karena ulahnya David kembali melakukan aksinya, David kembali bermain-main dengan gunung kembar Niah dan sesekali mengulumnya membuat Niah merasakan sensasi panas, Dan kelimpungan karena ulah sang suami.


"Ahhh....." Desah Niah.


David mengangkat tubuh Niah dan menidurkannya diatas ranjang, David terus menelusuri setiap inchi tubuh Niah.


Setelah puas dan miliknya sudah tegang dan ingin dimasukkan kedalam gua kenikmatan. David langsung melepaskan handuk yang melilit tubuhnya kekarnya ke lantai, Pelan-pelan David membuka sl*kangan Niah.


"Ahh auuh..." Rintih Niah yang masih merasakan nyeri dibagian sensitifnya.


"Apa masih sakit?" Tanya David dengan pelan.


"Iya masih nyeri." Jawab Niah.


David mengeceknya dan ternyata masih ada sedikit bagian yang lecet karena ulahnya. David membenarkan posisi sl*kangan Niah dan berdiri menyelimuti tubuh Niah, Niah bingung karena David melakukan hal ini.


"Kenapa?" Tanya Niah dengan lirih.


"Aku tidak menyakitimu, Aku akan menyelesaikan semua urusanku dikamar mandi, Kamu tidurlah!" Jawab David yang terus memegangi miliknya yang sudah berdiri dengan tegang.


Niah menarik tangan David, David duduk ditepi ranjang dan membelai pipi Niah dengan lembut.


"Kenapa?" Tanya David dengan lembut.


"Kamu mau apa dikamar mandi? Terus bagaimana dengan permainan kita? Lalu itu milikmu bagaimana?" Tanya Niah panjang lebar yang melihat milik suaminya begitu tegang.


David tersenyum lalu mencium kening Niah.


"Kita lanjutkan lain kali, Aku akan mengurus milikku kamu tidur saja!!" Jawab David dengan tatapan lembut, Membuat Niah tersenyum manis.


David bangun dari tempat duduknya dan langsung pergi menuju ke kamar mandi.


"Aku tidak tega buat memasukanmu ke gua kenikmatan milik istriku, Bukan karena aku tidak ingin tapi karena bagian sensitif dia masih sedikit terluka." Batin David sambil memegangi miliknya yang sudah begitu tegang, Dan kini David harus berkerja sendirian di dalam kamar mandi.


Ntah apa yang dilakukan David didalam kamar mandi, Hanya David yang tahu.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya baru up, Dari tadi sibuk banget soalnya 🙏🙏


__ADS_2