Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
223. Tanggal sudah ditentukan.


__ADS_3

Malam ini, Rama, Ana, Bagas dan Alena nonton flim horor. istri mereka sengaja tidak menonton flim romantis karena takut suami mereka melakukan hal tidak-tidak atau sampai rumah mengajak mereka mempraktekkan flim yang ditontonnya.


Flim sudah mulai, malam ini mereka nonton flim horor yang begitu menyeramkan.


"Seram banget sih hantunya!!" keluh Ana, yang sudah menutup kedua matanya.


"Membosankan sekali!!" kesal Rama, yang tidak suka dengan film horor.


"Aku yakin Alena sengaja nonton flim horor, biar aku tidak macam-macam!!" gumam Bagas dengan wajah kesalnya.


"Ahhhcchhh!!" teriak Alena, sambil memegang lengan Bagas.


"Kalau takut tidak udah nonton flim horor!!" kesal Bagas, yang mendengar istrinya berteriak sangat kencang.


Alena tersenyum merasa bersalah karena memilih flim horor.


"Setidaknya sampai rumah Bagas tidak mengajakku mempraktekkan adegan di flim ini!!" guman Alena yang merasa senang.


Setelah beberapa jam akhirnya flim yang mereka tonton akhirnya selesai, Rama dan yang lainnya sudah keluar dari bioskop.


"Akhirnya selesai juga!!" ucap Alena.


"Flimnya serem banget!!" timpal Ana.


"Untung kita nontonnya bareng suami kicoba kalau sendiriang ntah siapa yang mau kita peluk tadi!!" saut Alena, yang membayangkan tadi waktu nonorton flim horor bareng.


"Serem apaan!!" kesal Rama.


"Mending nonton film romantis!!" timpal Bagas.


"Aku yakin istri-istri kita sengaja mengajak kita nonton film horor yang membosankan!!" protes Rama, dengan nada kesal.


"Tuan Rama benar!!" saut Bagas yang seteju dengan ucapan Rama.


Ana dan Alena tidak penuh kemenangan.


"Ana, lucukan kalau mereka beraduh mulut seperti itu" ucap Alena, dengan tawanya.


"Hahaha kamu benar!!" jawab Ana, sambil tertawa dengan pelan.


Rama dan Bagas menatap istri mereka dengan tatapan tajam.


"Apa yang kalian tertawakan?" Tanya Rama dan Bagas secara bersamaan.


"Hanya sesuatu yang lucu!!" Jawab Alena.


"Kalian tidak pergi tau!!" Timpal Ana.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk pulang.


"Kita pulang ayo, sudah malam!!" Ajak Rama.


Akhirnya mereka berempat langsung menuju prakirran mobil untuk segera pulang kerumah.


Diparkiran monil.


"Bagas, kamu yang bawa mobil!!" Suruh Rama.


Rama membuka pintu mobil untuk istrinya.


"Ana, masuklah!!" suruh Rama.


Ana langsung masuk kedalam mobil, Rama langsung menutup pintu mobilnya dengan pelan.


Bagas juga membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Alena masuklah!!" suruh Bagas, Alena langsung masuk ke dalam mobil dan Bagas kembali menutup pintu mobilnya dengan pelan.


Bagas dan Rama juga sudah masuk ke dalam mobil, Bagas langsung menyalahkan mesin mobilnya untuk menuju arah pulang kerumah mereka.


Rehan dan Ayu.

__ADS_1


Malam ini Rehan dan Ayu sedang makan malam berdua dengan begitu romantis. obrolan candaan juga terlontar dari mulut mereka berdua.


"Ayu, kamu hebat tadi" Puji Rehan, dengan nada begitu lembut.


"Apakah aku terlihat keren?" Tanya Ayu, yang sudah membanggakan diri sendiri.


Rehan tersenyum sambil mengacungkan dua jempol pada Ayu.


"Sangat keren!!" Jawab Rehan, sambil mengacungkan dua jempol pada Ayu.


Ayu tersenyum pada Rehan.


"Sudah malam ayo kita pulang!!" Ajak Ayu.


"Iya ayo" Jawab Rehan.


Akhirnya setelah selesai makan malam berdua, Rehan pergi mengantarkan Ayu Kerumahnya.


Didalam mobil.


"Ayu aku sudah menentukan tanggal pernikahan kita" Ucap Rehan tiba-tiba.


Ayu tersenyum karena merasa senang.


"Sungguh, kapan?" Tanya Ayu.


"Bulan depan kita menikah, sebelum acara 7 bulanan kakak ipar" Jawab Rehan, dengan penuh semangat.


Ayu reflek dan langsung memeluk Rehan.


"Ayu, aku sedang menyetir!!" Keluh Rehan.


Ayu langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf!!" Pinta Ayu, yang merasa bersalah.


"Dasar, lain kali kalau mau meluk harus disaat yang tepat!!" Suruh Rehan dengan jail.


Ayu langsung mencubit lengan tangan Rehan.


"Awas saja aku akan menggigitmu nanti!!" Ancam Rehan, dengan tatapan yang begitu manis.


"Jangan menatapku seperti itu!!" Pinta Ayu, yang melihat tatapan Rehan begitu manis malam ini.


Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya sampailah dirumah Ayu.Rehan memberhentikan mobilnya dan langsung turun membukakan pintu mobil untuk Ayu.


"Turunlah, hati-hati" Ucap Rehan, sambil memegang tangan Ayu.


"Terimakasih!!" Ucap Ayu.


"Masuklah, baru aku akan pulang" Suruh Rehan dengan senyum manisnya.


Ayu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya namun Rehan tiba-tiba memeluk Ayu dari belakang.


"Rehan, ada apa?" Tanya Ayu, yang sudah menghentikan langkah kakinya.


Rehan meluk Ayu dengan begitu erat.


"Ayu terimakasih sudah mencintaiku selama ini" Ucap Rehan, dengan pelukannya yang begitu erat.


Ayu tersenyum senang.


"Sama-sama, kamu pulanglah sekarang sudah malam!!" Jawab Ayu, Ayu membalikkan badannya dan sekarang posisi Ayu berhadapan dengan Rehan.


"Tunggu sebentar lagi, kita akan segera menikah" Ucap Ayu, sambil memegang kedua pipi Rehan dengan tangannya.


Rehan tersenyum pada Ayu dan mencium kening Ayu dengan begitu lembut.


"Cup!!" Satu kecupan di kening Ayu dari Rehan.


"Masuklah!!" Suruh Rehan.

__ADS_1


Ayu tersenyum dengan begitu manis pada Rehan.


"Pulanglah hati-hati dijalan" Ucap Ayu, Ayu langsung melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam rumahnya.


Sedangkan Rehan langsung kembali ke mobilnya dan kini Rehan langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama dan Ana sudah sampai dirumah, Bagas dan Alena juga langsung pulang kerumahnya karena sudah sangat lelah.


Rama dan Ana sudah berada dikamar mereka, kini keduanya baru selesai mandi.


"Ana, apa kamu capek?" Tanya Rama.


"Iya, kaki aku pegal-pegal" Jawab Ana.


Rama sudah duduk di ranjang tempat tidurnya sambil melihat ponselnya.


"Kemarilah biar aku pijat kakimu!!" Pinta Rama, dengan penuh perhatian.


Ana berjalan menuju kearah suaminya, Rama langsung menaruh ponsel di nakas dekat tempat tidurnya.


Sekarang Ana sudah duduk sambil menyandarkan kepalanya di atas tumpukan bantal yang susun tinggi oleh Rama.


"Kasian, istriku pasti hari ini sangat kelelahan" Ucap Rama, sambil membelai lembut pipi Ana.


Ana tersenyum pada Rama.


"Aku senang, hari ini bisa jalan-jalan" Ucap Ana, dengan nada lembut seperti biasanya.


Rama mulai memijat kaki istrinya dengan begitu lembut, Ana yang merasakan pijatan dari tangan suaminya betapa bahagianya Ana punya suami yang begitu perhatian dan sangat menyayanginya.


"Lihat nak, Papamu begitu sayang pada Mama!" Ucap Ana, yang seolah-olah memberi tau kepada anak yang masih ada didalam kandungannya.


Setelah selesai memijat kaki istrinya, akhirnya Rama tidur sambil memeluk tubuh istrinya.


Dirumah Bagas dan Alena.


Bagas dan Alena baru selesai mandi, kini keduanya sudah duduk diatas ranjang.


"Sayang, tumben kamu mengizinkan berbelanja begitu banyak hari ini?" Tanya Alena ingin tau.


Alena duduk disamping Bagas sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bagas.


"Kenapa? tentu saja aku punya maksud lain" Jawab Bagas, dengan tatapan mesum.


"Itukan benar. pasti Bagas ada maunya!!" kesal Alena dalam hati.


Bagas yang kini sudah menghadapkan wajahnya dengan wajah Alena, membuat Alena memalingkan wajahnya.


"Kenapa?" Tanya Bagas, yang menarik kembali wajah Alena agar menghadap ke wajahnya.


"Malam ini kamu tidak bisa menolakku lagi, sayangku" Ucap Bagas, dengan penuh kemenangan.


Alena hanya tersenyum penuh kekesalan, tapi mau bagaimana lagi kalau terus menolak permintaan suami juga tidak baik.akhirnya Alena malam ini tidak menolak Bagas lagi.


Tanpa mendengar jawaban dari istrinya, Bagas langsung ******* bibir Alena dengan penuh nikmat, Alena juga menikmati ciuman dari suaminya.


Tangan Bagas sudah masuk kedalam baju Alena, bibir Bagas juga sudah mulai menelusuri setiap inchi tubuh Alena, tanda merah kini sudah membekas dibeberapa bagian tubuh Alena.


Akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya dengan kenikmatan yang diiringi erangan dan desahan dari mulut mereka.


Akhirnya malam ini Bagas dan Alena kembali mamadukan cintanya diatas tempat tidur mereka.


Kini Alena sudah merasa lelehan karena permainan suaminya, Bagas juga terkulai lemas disamping Alena tidur.


"Terimakasih sayang!!" Ucap Bagas.


Alena tersenyum dan langsung membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Bagas.


Bersambung

__ADS_1


Buat yang suka novel perjodohan dan romantisme, boleh ya mampir ke karya author "Perjodohan karena hutang" 🙏🙏



__ADS_2