
Ana yang mendengar teriakan suaminya. ana pun segera berlari dari kamarnya menuju ruang tengah, ketika ana sedang berlari tidak sengaja ana terpleset waktu ditangga untung saja rama langsung menangkapnya jadi ana hanya terjatuh dipelukan rama.
"Sayang kenapa kamu berlari? aku sudah takut banget kamu kenapa-kenapa apalagi kamu hampir celaka gara-gara terpleset dari tangga" Ucap rama dengan nada khawatir.
Rama pun memeluk istrinya dengan erat dan langsung mengangkat istrinya ke kursi dan membaringkannya dikursi, rehan yang melihat kejadian tersebut pun langsung berlari ke kursi untuk melihat keadaan ana.
"Kakak ipar, kamu tidak apa-apa? hati-hati dong kak jangan lari aku takut banget tadi kakak ipar" Ucap rehan panjang lebar, dengan nada penuh ke khawatiran.
Ana selalu bersyukur mempunyai suami dan
adik ipar yang begitu menyayanginya.
"Rama, rehan aku tidak apa-apa, aku tadi hanya begitu senang saja mendengar kamu pulang rama makanya aku berlari karena ingin segera bertemu denganmu" Ucap ana, ntah kenapa tadi pas denger suara suaminya ana begitu langsung ingin melihatnya.
"Jangan ulangi itu lagi ana, aku atau akan memarahimu nanti" Ucap rama dengan tegas.
"Iya kak ipar, lain kali tidak boleh lari seperti itu lagi ya" timpal rehan, yang masih menghawatirkan kakak iparnya.
__ADS_1
"Rehan jaga kakak iparmu, aku mau menyiapkan mangga muda buat kak iparmu dulu" Ucap rama, rama pun bangkit dari duduknya dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan mangga tersebut buat istrinya.
Ana yang merasa bahagia karena suaminya selalu perhatian padanya, apalagi saat ana sedang hamil rama jauh lebih perhatian dan selalu menuruti apa yang ana mau.
"Kakak ipar, kakak ngidam minta beliin
sepatu ini dong kakak ipar, pasti kak rama bakal langsung menurutimu" Ucap rehan, sambil menunjukkan sepatu yang dia inginkan.
"Apa kau menginginkannya rehan, akan kakak bilang pada kak rama nanti tapi tidak dengan alasan ngidam adik iparku, karena kakak tidak mau sampe menggunakan anak dalam kandungan kakak sebagai alat untuk meminta untuk meminta hal-hal yang tidak masuk akal adik iparku sayang, tapi kakak janji kak rama pasti akan membelikan sepatu itu buat kamu" Ucap ana pada rehan dengan nada lembut.
Ana yang tahu bagaimana sifat adik iparnya membuat ana begitu paham, kalau untuk saat ini rehan tidak berani meminta apapun pada rama, karena rama ingin adiknya mandiri dan tidak mau terlalu memanjakannya seperti dulu lagi.
"Sudah siap, tapi apa yang kalian obrolkan?" Tanya rama yang merasa penasaran pada ana dan rehan.
"Apa kita hanya sedikit bergosip kak, kakak ipar rehan pergi dulu ya mau ketemu ayu" Ucap rehan dan langsung pergi meninggalkan ana dan rama yang sedang duduk.
Rama pun menemani istrinya memakan mangga muda, ana yang memakan mangga muda itu dengan lahap membuat rama menelan ludahnya sendiri.
__ADS_1
"Sayang pelan-pelan makannya, pasti itu sangat asem sekali" Ucap rama pada ana.
"Ini enak sayang, tapi kenapa cuma satu sayang?" Tanya ana agak manyun.
"Nyarinya susah sayang, tadi aja itu aku bujukin ibu-ibu agar memberikan mangga
itu padaku sayang, apalagi sekarang lagi
tidak musim mangga itu membuat aku sangat sulit mencarinya sayang" Ucap rama, yang berusaha memberikan pengertian pada istrinya.
"Sayang, maafkan papa ya yang cuma bawah satu mangga muda buat mama" Ucap rama pada sang jabang bayi, sambil mengelus-elus perut ana yang belum terlalu kelihatan.
"Terimakasih ya sayang, tidak apa-apa hanya satu yang penting bisa makan mangga muda" Ucap ana dengan nada penuh bahagia.
Rama merasa bahagia karena melihat istrinya selalu bersyukur dan selalu menerima apa yang rama kasih selama Ini.
"Sama-sama sayangku, sayang besok ikutlah denganku ke rumah rian ya" Ajak rama pada ana, ana pun menganggukan kepalanya karena mulutnya masih penuh dengan mangga yang sedang dia makan.
__ADS_1
Selamat malam semuanya, pokoknya terimakasih yang sudah meninggal jejak yang baik buat author ya terus yang bikin author semangat 🙏🙏 tapi buat komen yang suka nyinyir bikin author down ya maaf author langsung block 🙏🙏