
Rama dan rian pun sudah sampai dirumah rama, rama pun langsung memarkirkan mobilnya didepan rumah. rama dan rian pun langsung menuju ruang khusus cctv yang ada dirumahnya.
"Rian, kamu periksa semua cctv tv yang ada disetiap ruangan ya" ucap rama, rian pun mulai mengecek satu persatu cctv disetiap ruangan rumah rama.
Rama pun mengamati semuanya dengan begitu teliti dan akhirnya rama menemukan rekaman cctv tv di dekat dapur yang menurut rama sangat mencurigakan.
"Rian, tolong perbesar bagian yang didekat dapur itu" ucap rama, sambil menunjukkan pada rian yang dimaksud oleh dirinya.
Direkaman tersebut pun rama melihat susi sedang menelpon seseorang, rama pun mendengarkan percakapan susi ditelpon dengan seseorang yang ntah siapa namun percakapan tersebut membicarakan ana yang sedang hamil, dan inti dari percakapan tersebut itu mereka ingin membuat ana kehilangan anak yang ada didalam kandungannya.
Rama pun sangat geram mendengar semuanya, bodoh rama percaya dengan asisten yang belum lama bekerja dirumahnya.
"Tidak aku sangka, ternyata susi adalah mata-mata dirumah ini" ucap rama dengan nada geram, rama pun ingin langsung menemui susi namun ditahan oleh rian.
"Rama, kita sudah tau ternyata susi mata-mata dirumahmu, tapi ada baiknya kita langsung pergi ke tempat acara kantor semalam saja karena kita lebih butuh siapa yang sudah memberikan obat itu kepada ana" ajak rian, rama pun menuruti ucapan sahabatnya dan langsung menuju keluar untuk menuju mobilnya.
Dimobil
__ADS_1
Kali ini rian yang menyetir mobilnya karena, rama masih sangat geram dan terlihat marah sekali jadi rian tidak mengijinkan, rama untuk menyetir.
Tibalah, dilokasi acara kantor.
"Selamat siang tuan rama ada yang bisa saya bantu" ucap direktur ditempat tersebut.
"Iya tuan, saya ingin memeriksa cctv diruangan acara kantor semalam tuan, mohon bantuannya" ucap rama pada direktur tempat tersebut, sebut saja beliau adalah pak iwan.
"Baiklah tuan rama, mari ikut dengan saya" ajak pak iwan, kesebuah ruangan khusus cctv dikantornya.
Pak ari pun langsung menunjukkan rekaman cctv acara kantor kemarin malam.
"Silahkan tuan rama dilihat" ucap pak ari, rama pun memperhatikan isi sisi tv tersebut dengan begitu teliti.
"Stop pak, tolong perbesar bagian yang ini pak" ucap rian tiba-tiba, pak ari pun memperbesar bagian yang ditunjukkan oleh rian di cctv.
Rian pun mengamati semuanya dengan teliti dan melihat wanita berambut panjang memasukkan obat tersebut kedalam minimum yang diminum oleh ana kemarin malam.
__ADS_1
"Tunggu, sepertinya wanita itu tidak asing" ucap rian tiba-tiba, rama yang mendengar ucapan rian pun menyuruh pak ari untuk memperbesar wajah perempuan tersebut.
Dan ternyata perempuan didalam cctv itu adalan elina, yang tak lain adalah mantan kekasih rama selama ini.
"Elina, ternyata semua ini adalah ulah kamu, aku kira kamu sudah taubat dan tidak akan mengganggu aku dan ana lagi, tapi ternyata kamu malah berbuat jahat pada ana dan kau ingin kau membunuh anakku yang ada didalam kandungan ana" ucap rama penuh kemarahan.
Rian yang merasa tidak percaya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak menyangka elina bisa berbuat hal sekeji ini pada istrimu rama" ucap rian, sambil menepuk pundak rama dengan pelan.
Rama pun terdiam masih tidak percaya dengan perbuatan mantan kekasihnya pada istrinya, ternyata ambisinya untuk maenghancurkan hubungan rama dan ana itu masih dia lakukan padahal sudah sering sekali gagal.
Bersambung....
Selamat siang semuanya 🙏🙏
Terimakasih buat like, komen, vote dan rate yang kalian berikan pada author ya, terus dukung author biar makin semangat ya🙏🙏😘😘
__ADS_1