
"Tidak mungkin Ayu sudah melahirkan tapi tidak ada yang memberi tahuku?" gumam Mami Diana.
Mami Diana tahu tentang meninggalnya Kevin dan Siska, namun mereka tidak tahu kalau Siksa dan Kevin meninggalkan satu Anak yang dititipkan pada Rama dan Ana.
Waktu Siska dan Kevin meninggalkan, Rama sudah mengabari Orangtuanya namun waktu itu Orangtuanya tidak bisa pulang dari luar negeri.
Mami Diana dan Papi Revan duduk di sofa, lalu pelan-pelan membangunkan Ayu dan Ana.
"Nak bangunlah...." Mami Diana membangunkan Ana sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ana.
"Ayu bangunlah..." Papi Revan membangunkan Ayu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ayu.
Perlahan-lahan Ana membukanya mata, samar-samar Ana melihat wajah Mami Diana, lalu Ana berkata pada Mami Diana.
"Mami sudah sampai, maaf Ana ketiduran." kata Ana pada Mami Diana.
Ayu juga sudah membuka matanya, kini Ayu sudah duduk.
Ana dan Ayu langsung pergi cuci muka lebih dulu, sedangkan Mami Diana terus memperhatikan Kevin yang masih lelap.
"Tampan sekali." gumam Mami Diana sambil melihat kearah Kevin.
Setelah selesai cuci muka, Ayu dan Ana kembali keruang tengah.
Diruang tengah.
Ana duduk disamping Mami Diana, sedangkan Ayu duduk disamping Papi Revan.
"Ana ini Anak siapa?" tanya Mami Diana pada Ana.
Ana tahu pasti Mami mertuanya akan bertanya Kevin anak siapa? karena Mami Diana tidak tahu kalau Siska dan Kevin meninggalkan satu Anak yang dititipkan pada Rama dan Ana, sebelum Siska dan Kevin pergi untuk selamanya.
"Mi, ini adalah Anak Siska dan Kevin, mereka menitipkan pada Aku dan Rama sebelum mereka meninggal." Ana mencoba menjelaskan pada Diana.
Mendengar penjelasan dari Ana, mata Mami Diana langsung berkaca-kaca.
"Mi maaf ya, Aku dan Rama belum sempat cerita tentang ini pada Mami dan Papi." kata Ana yang merasa bersalah.
Karena dari kemarin-kemarin Ana dan Rama sibuk mengurus pemakaman Siska dan Kevin jadi mereka tidak sempat menceritakan hal penting ini pada kedua Orangtuanya.
"Tidak apa-apa Nak, lalu siapa nama Anak ini?" jawab Mami Diana.
"Namanya Kevin Putra Ardiyansyah, Mi." jawab Ana.
"Dia menggunakan nama belakang dari keluarga Kita." kata Papi Revan.
"Maaf Pi, Rama yang memberikan nama belakangnya pada Kevin." Ana meminta maaf pada Papi Revan.
Papi Revan dan Mami Diana saling terdiam, Rama tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya membuat Ana dan yang dan yang lainnya kaget.
"Mami, Papi." panggil Rama.
Mami Diana dan Papi Revan saling menoleh kearah Rama, lalu Ana langsung bertanya pada Rama.
"Sayang, Kamu sudah pulang? tanya Ana.
"Iya Aku sengaja pulang cepat, karena Aku tahu Mami dan Papi pasti sudah sampai dirumah." jawab Rama sambil melihat Ana.
__ADS_1
Rama duduk disamping Ana, melihat Papi Revan dan Mami Diana akhirnya Rama bertanya pada Mereka.
"Mami, Papi kenapa?" tanya Rama.
"Kenapa Kamu tidak cerita tentang Kevin?" tanya Mami Diana tiba-tiba.
"Maaf Mi, kalau Rama menceritakan lewat telpon atau chat Rama takut Mami tidak paham, jadi Rama sengaja akan menceritakan tentang Kevin tunggu Mami dan Papi pulang saja dari luar negeri." Rama mencoba menjelaskan pada Mami dan Papinya.
"Mi, Pi, Ana dan Rama akan menjadi Orangtua Kevin karena itu adalah pesan terakhir dari Siska dan Kevin, Mami dan Papi mengizinnyakan?"kata Rama sambil menundukkan kepalanya.
Mami Diana dan Papi Revan menghela nafasnya dengan pelan, lalu Papi Revan menjawab perkataan dari Rama.
"Karena ini hal yang mulia, Papi akan mengizinkannya Nak." jawab Papi Revan sambil tersenyum.
"Mami juga akan mengizinkannya Nak." sambung Mami Diana.
Rama dan Ana saling melempar senyum, mereka bersyukur karena Mami dan Papinya mengizinkan mereka untuk menjadi Orangtua sambung Baby Kevin.
"Terimakasih Mi,Pi, Rama minta pada Mami dan Papi rahasiakan tentang Orangtua Kevin yang sebenarnya." kata Rama sambil mengucapkan terimakasih pada Mami Diana dan Papi Revan.
"Iya Nak, Kami akan merahasiakannya dan akan menganggap Kevin seperti cucu sendiri." kata Mami Diana dan Papi Revan.
"Terimakasih Mi." Ana mengucapkan terimakasih pada Mami, lalu langsung memeluk Mami Diana.
Kini air mata Ana kembali menetes, namun air mata kali ini adalah air mata kebahagiaan karena Mami Diana dan Papi Revan, menerima Kevin dengan senang hati.
"Rama juga memakaikan nama belakang keluarga kita untuk Baby Kevin Pi." kata Rama pada Papi Revan.
"Tidak apa-apa Nak, kan Kevin sekarang sudah menjadi Anakmu jadi pakaikan saja nama keluarga belakang kita." jawab Papi Revan sambil tersenyum.
Ana melepaskan tubuhnya dari Maminya, lalu Mami berkata pada Ana.
"Tentu Mi, ajak saja pasti Kevin akan senang digendong sama Mami." jawab Ana.
Ana mengambil Kevin yang tertidur pulas, lalu memberikan pada Mami Diana.
"Ini Mi." kata Ana sambil memberikan Kevin pada Mami Diana.
Mami menerima Kevin dari tangan Ana, kini Kevin sudah berada dipangkuan Mami.
"Cucu nenek, kelak jadilah orang hebat ya Nak! Nenek juga akan menyayangimu seperti cucu Nenek sendiri." kata Mami Diana sambil mencium Pipi Kevin dengan lembut.
Biarpun Kevin adalah cucu Angkat, namun Mami dan Papi menerima Kevin dengan begitu senang hati.
"Mi, Papi juga mau menggendongnya." kata Papi yang langsung pindah duduk ke samping Mami Diana.
"Sebentar Pi, Mami masih mau bersamanya." jawab Mami Diana yang tidak mau memberikan Kevin pada Papi Revan.
"Eaahhk...eeahhk...." suara tangisan Niah.
Ana langsung mengambil Niah lalu menggendongnya.
"Anak Mama, kenapa nangis?" tanya Ana sambil menggendong Niah.
"Ana, Niah bawa kesini! kangen sekali sama Princes Kakek." pinta Papi Revan.
Ana langsung memberikan Niah pada Papi Revan, kini Mami dan Papi sama-sama mengendong cucu-cucu mereka.
__ADS_1
Setelah selesai menceritakan semua pada Mami Diana dan Papi Revan tentang Kevin, kini mereka semuanya menuju keruang makan untuk makan siang bersama.
Bibi Rani baru keluar dari kamarnya, melihat Bi Rani jalannya sempoyongan Rama langsung bangun dari tempat duduknya lalu menuntun Bi Rani ke meja makan.
Mami dan Papi langsung menyapa Bi Rani dan mengucapkan turut berdukacita pada Bi Rani.
"Nyonya Rani, duduklah ayo makan siang bersama." kata Mami Diana.
"Iya terimakasih Nyonya Diana." jawab Bibi Rani.
"Nyonya Rani, maaf ya kemarin Kami tidak bisa datang ke pemakaman Siska dan Kevin." kata Mami Diana pada Bibi Rani.
"Tidak apa-apa Nyonya." jawab Bi Rani.
"Kami turut berdukacita ya Nyonya, mudah-mudahan Kevin dan Siska diberikan tempat yang indah disisi Allah." Mami Diana dan Papi Revan mengucapkan dukacita pada Bi Rani.
"Aamiin terimakasih." jawab Bi Rani.
Setelah selesai makan Bi Rani pamit pulang namun Rama dan Ana melarangnya, karena Bi Rani sedang sakit.
"Nak Bibi pamit pulang ya." kata Bibi Rani.
"Tidak Bi, Bibi sedang sakit jadi harus tetap disini." jawab Rama.
"Iya Bi, Ana juga tidak mengizinkan Bibi untuk untuk pulang." sambung Ana.
"Tetaplah disini sampai Nyonya Rani benar-benar sehat." kata Mami Diana.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih semuanya." Bibi Rani mengucapkan terimakasih.
"Kita ini keluarga Nyonya Rani, jadi tidak perlu mengucapkan terimakasih." jawab Papi Revan yang diiringi dengan senyum.
Setelah selesai makan siang, Bibi Rani langsung kembali ke kamarnya untuk minum obat lalu istirahat.
Sedangkan Mami Diana dan Papi Revan, langsung membawa masuk cucu-cucu mereka ke dalam kamar mereka.
Ayu pergi keruang tengah, sedangkan Ana dan Rama masuk ke dalam kamar mereka.
Dikamar Rama dan Ana.
Rama memeluk Ana, lalu Rama bertanya pada Ana.
"Apa Aku masih boleh menambah Anak sayang?" tanya Rama pada Ana.
"Sekarang belum boleh." jawab Ana.
"Bikinlah sayang 2 lagi, biar rame rumah Kita." sambung Rama yang diiringi tawa jailnya.
"Sayang...... dua Anak cukup." tegas Ana.
"Tapi Aku mau lebih." kata Rama yang langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Ana.
"Mumpung tidak ada Kevin dan Niah, sekarang Kamu milikku..." bisik Rama ditelinga Ana.
Ana hanya tersenyum, lalu bergumam.
"Dasar suami mesum." gumam Ana yang diiringi senyum bahagianya.
__ADS_1
Bersambung 😊
Terimakasih para pembaca setia 😊🙏