Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
102. Membasmi serangga


__ADS_3

Ana pun segera menuju pulang ke kantor suaminya, setelah sampe dikantor suaminya ana pun langsung masuk ke dalam ruangan kerja suaminya sedangkan Rama sudah pulang metting dari tadi sedang menunggu ana sambil duduk memainkan pena yang dipegangnya.


Tiba-tiba ana langsung membuka pintu ruang kerja suaminya, karena memang ana tidak tahu kalo suaminya sudah menunggu dari tadi.


"Ana, darimana saja kamu" Tanya Rama penasaran.


"Sayang kamu sudah pulang, aku hanya habis pergi membasmi serangga beracun sayang" Jawab ana, membuat Rama kawatir.


"Apa kau menangkap serangga? kenapa kamu tidak menyuruh OB saja sayang? Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu ada yang terluka" Jawab Rama dengan penuh ke bawelan sambil menghampiri ana yang sedang duduk di sofa dan mengecek semua badan ana dengan teliti.


Ana pun tersenyum melihat tingkah bodoh dan polos suaminya.


"Kenapa kau tersenyum" Tanya Rama kesal.


"Aku hanya merasa dirimu itu sangat lucu sayang" Jawab ana dengan nada meledek.


"Lain kali suruhlah OB untuk membasmi serangganya" Ucap Rama penuh kesal.


"Sayang, kali ini serangga ini hanya aku yang bisa membasminya tidak bisa orang lain sayang" Ucap ana mencoba menjelaskan pada suaminya.


"Apakah, kamu tidak takut dengan serangga sayang?" Tanya Rama penasaran.

__ADS_1


"Tidak sayang, bagaimana aku bisa takut dengan serangga ini. kamu tau sayang betapa menyebalkan serangga yang aku basmi hari ini" Jawab ana, membuat Rama sangat penasaran.


"Sudahlah sayang, lain kali kalo kamu mau membasminya ajak aku ya" Jawab rama, membuat ana ingin sekali tertawa.


*Dasar tuan muda, kenapa hari ini kamu begitu lemot sekali sih tuan. mana mungkin aku mengajakmu membasmi serangga yang satu ini sedangkan serangga kali ini mau mengigitmu* Guman ana dalam hati.


"Aku tidak akan mengajakmu sayang, aku mau pergi sendiri saja" Jawab dengan jujur.


Rama pun menghela nafas panjang karena melihat tingkah laku istrinya yang begitu tidak penurut.


"Baiklah, ayo kita pulang sudah jam 5 sore sekarang" Ajak Rama.


Rama pun menuruti kemauan istrinya dan membiarkan istrinya berbaring sebentar, karena memang mungkin hari ini istrinya Sangat kelelahan.


"Ya sudah, aku kembali ke meja kerjaku ya. oh iya apa kamu sudah makan?" Tanya Rama pada ana.


"Iya sayang aku akan menunggumu, belum sayang hanya makan tadi siang bersamamu" jawab ana dengan jujur.


Akhirnya Rama pun menelpon Bagas untuk membelikan beberapa makanan untuk istrinya.


Menelpon Bagas.

__ADS_1


"Bagas, beli makanan siap saji ya untuk ana, kamu dan juga aku, bawa keruangan aku ya nanti" Ucap Rama pada Bagas.


"Baik tuan, tunggu sebentar ya" Jawab Bagas.


Bagas pun pergi untuk segera membeli makanan pesanan Rama untuk istrinya, untuk dirinya dan juga untuk Rama.


"Tuan, aku sangat suka sekali dengan gayamu yang selalu memperhatikan nona muda" Ucap Bagas yang berbicara pada dirinya sendiri.


Sampelah ditoko makanan, Bagas pun memesan beberapa makanan dan sekarang Bagas sedang menunggu pesanannya datang.


"Bagas, kamu pulang jam berapa?" Pesan singkat dari wanita.


"Aku akan pulang malam, mungkin hari ini aku tidak bisa menjemputmu" Jawab Bagas.


"Baiklah, aku akan pulang naik taksi ya" Jawab wanita tersebut.


"Iya kamu hati-hati dijalan, kabari aku kalo sudah sampe rumah ya" Jawab Bagas.


Makanan pesanan Bagas pun sudah siap.


selamat sore semua pembaca setia, maaf ya authornya baru sempat up lagiπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2