Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
33. Masa lalu ana.


__ADS_3

 


Ana begitu bingung bagaimana mana cara menjelaskannya pada Rama tapi ana juga tidak mau menyimpan masalah Angga biar bagaimanapun Rama adalah calon suaminya.


 


"Ana, kamu mau kado apa dari kita" Ucap Kevin dan Dimas.


"Aku hanya ingin kalian cepat menyusulku agar segera menikah" ucap ana pada Kevin dan Dimas.


"Ana, aku dan Kevin masih kuliah" ucap Dimas dengan jujur karena memang mereka berdua juga belum memikirkan untuk menikah apalagi dengan umur mereka yang masih muda.


"Baiklah tuan-tuan tampan, maka bawakan aku kado yang istimewa nanti" ucap ana.


"Tentu saja nona, Kita akan membawa untukmu" ucap kevin dan Dimas Secara bersamaan.


"Ana, ayo pulang" Ajak Rama yang memang sudah kesal karena ana mengabaikannya sedangkan ana asik mengobrol dengan Kevin dan Dimas.


"Baiklah, ayo kita pulang" ucap ana menurut pada Rama.


"Kevin, dimas aku pulang dulu ya.


ingat kalian harus datang ke acara pernikahanku" Ucap ana tegas.

__ADS_1


"Siap nona anatasya" Ucap dimas dan Kevin bersamaan.


Setelah berpamitan, ana dan Rama menuju parkiran mobil seperti biasa Rama membukakan pintu mobil untuk ana.


"Naiklah ana" ucap Rama sambil membuka pintu mobilnya.


"Terimakasih" ucap ana Sambil naik kedalam mobil Rama.


Rama pun menyusul untuk naik setelah ana dan Rama berada di dalam mobil, terjadi keheningan beberapa saat. sampe akhirnya Rama membuka suara untuk memecahkan keheningan tersebut.


"Ana, Ceritakan tentang Angga" ucap Rama pada ana.


"Angga adalah"


**Dulu sekitar 3 tahun lalu iya mungkin pertama kali aku masuk ke kampus aku, tidak sengaja bertemu dengan Angga waktu dikantin saya sedang makan bersama Dimas dan Kevin. tidak sengaja Angga datang Angga itu sahabat dekat Dimas dan Kevin hanya saja mereka beda kelas.


Sampai akhirnya meminta no ponselku pada Kevin dan dari situ kita mulai kenal. akhirnya aku berpacaran dengan Angga hubungan kita tidak banyak yang tau, karena aku tidak mau mempublikasikan hubungan tersebut apalagi Angga ada anak dari pemilik kampus tempat aku kuliah, tapi sering berjalannya waktu akhirnya hubungan aku dan Angga tersebar kemana-mana. sampe orang tua Angga tau dan ketika orang tua Angga tau beliau langsung mencabut beasiswaku, beliau juga memindahkan Angga keluar negeri. setelah Angga pergi keluar negeri semuanya masih baik-baik saja Angga dan aku pun masih sering berkomunikasi tapi sesuatu ketika orang tua Angga nyonya Almera menemuiku.


*Bertemu orang tua Angga Dilestoran xx*


*Selamat pagi nyonya* ucap ana


*Selamat pagi nona anatasya* ucap nyonya Almera.

__ADS_1


*Langsung saja saya katakan nona, jauhi anak saya Angga sadarlah anda nona, anda hanya gadis miskin tidak pantas dengan anakku Angga* Ucap nonya Almera dengan nada marah.


Waktu itu ana hanya terdiam dan menangis, ana sadar ana hanya orang miskin tapi ana juga mencintai Angga tulus bukan karena Angga anak orang kaya.


*Sekarang tulis nominal uang berapa yang anda mau nona, katakan saja berapa kali Angga menidurimu anggap saja ini Menganti semua kerugianmu dan tinggal Angga jangan pernah muncul lagi dihadapannya* Ucap nonya Almera dengan sangat keras.


Ana pun berusaha tegar dan kuat.


*Maaf nyonya jaga ucapan anda, saya memang orang miskin tapi saya juga tidak butuh cek ini dan satu lagi nyonya Angga tidak serendah yang nyonya pikiran Angga bahkan tidak pernah menyentuhku dia menghargaiku dan selalu menjagaku termasuk kehormatanku* Ucap ana Sambil melempar cek yang ada didepan ke muka nyonya Almera.


Akhirnya ana berlari keluar dari restoran dan sejak kejadian itu ana menjauhi Angga, ana tidak pernah mengangkat telepon dari Angga, pesan singkat dari Angga, sampe akhirnya ana mengganti no ponselnya.


"Seperti itulah cerita tentang Angga" ucap ana yang sudah mengeluarkan butiran air mata dari matanya.


Setiap meningkat semua itu ana pasti akan sedih apalagi waktu itu ana sungguh mencintai Angga dan waktu itu juga ana berusaha melupakan tentang perasannya pada Angga. itulah kenapa waktu itu ana langsung jujur pada orang tua rama, tentang kehidupan ana yang sesungguhnya.


Rama pun langsung memeluk ana dan berusaha menenangkan ana.


"Sudahlah jangan kau tangisi semuanya yang sudah berlalu, sekerang sudah ada aku yang akan selalu mencintaimu, menyayangimu setiap hari" Ucap Rama Sambil menghapus air mata yang sudah mengalir deras dipipi ana.


"Terimakasih sayang" Ucap ana dengan isak tangisnya.


Nihh author lanjutin ceritanya, mumpung authornya lagi nggak sibuk😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih buat kalian semua yang sudah like, komen, vote dan rate.. itu membuat author makin semangat 🙏😘


__ADS_2