Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
221. Menemani istri belanja.


__ADS_3

Dirumah Rama dan Ana.


Ana dan Alena masih asik mengobrol, tapi obrolan mereka makin kesini makin membosankan. akhirnya Alena mengajak Ana untuk pergi shopping.


"Ana, bagaimana kalau kita pergi shopping saja!!" ajak Alena dengan penuh semangat.


Ana terdiam sambil berpikir.


"Baiklah, tapi aku telpon Rama dulu buat minta izin!!" jawab Ana.


Ana langsung menelpon Rama.


Ana menelpon Rama.


"Hallo Rama!!" sapa Ana dengan nada lembut.


"Iya sayang, kenapa?" tanya Rama.


"Aku mau minta izin, aku mau pergi shopping dengan Alena" jawab Ana.


"Pergilah sayang!! katakan kalian mau Kemana nanti aku dan Bagas akan menjemput kalian!!" ucap Rama dengan nada senang.


"Sebentar aku tanya sama Alena dulu" jawab Ana.


Ana bertanya dengan Alena.


"Alena kita mau kemana?" tanya Ana.


"Ke mall xx!!" jawab Alena.


Kembali ke telpon.


"Rama, kita akan pergi ke mall xx!!" jawab Ana.


"Baiklah, kalian pergi dengan supir saja!!" suruh Rama, karena khawatir dengan istrinya apalagi Ana sedang hamil besar.


"Siap komandan!!" jawab Ana, dengan nada senang.


Ana langsung mematikan teleponnya setelah Rama memberikan izin.


"Alena aku siap-siap sebentar ya!!" pamit Ana.


"Iya, aku juga pulang dulu mau siap-siap" saut Alena, akhirnya Alena pulang kerumahnya lebih dulu untuk bersiap-siap.


Setelah setengah jam kemudian keduanya sudah siap, supir pribadi Rama juga sudah menunggu mereka berdua.


Alena dan Ana langsung masuk kedalam mobil dan supirnya langsung melajukan ke tempat tujuan mereka.


Setelah menelusuri perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Ana dan Alena sampai di mall xx.


Keduanya langsung masuk kedalam mall. Alena mengajak Ana ke toko dress langganannya.


Ana yang melihat macam-macam dress yang begitu cantik di depannya, rasanya ingin sekali membelinya namun apalah daya kini tubuhnya sudah tidak seperti dulu karena Ana sedang hamil.


"Alena, ini sangat cantik sekali!! andai saja aku tidak sedang hamil" ucap Ana, yang rasanya ingin sekali membeli dress-dress cantik yang saat ini ada di depannya.


Alena tersenyum pada Ana.


"Ana kamu beli saja!! nanti kamu bisa memakainya setelah melahirkan nanti" jawab Alena, tanpa pikir panjang.


Akhirnya karena rasa inginnya Ana membeli dua dress cantik warna biru dongker dan merah marun, Ana sengaja memilih warna yang gelap agar terlihat bagus di kulit tubuhnya yang putih mulus.


Alena juga membeli tiga dress dengan warna kuning, putih bunga-bunga, dan biru muda. menurut Alena dress-dress yang dirinya beli itu sangat cocok untuk dirinya yang berkulit putih bersih.


Setelah selesai membeli dress, Alena dan Ana kembali menelusuri mall untuk pergi ke toko tas.


Dikantor Rama.


Rama sudah selesai dengan pekerjaannya kini Rama langsung menuju ke ruangannya Bagas.


Diruangan Bagas.


Bagas yang melihat Rama berdiri di ambang pintu ruangannya merasa kaget.


"Tuan Rama, ada apa?" tanya Bagas, dengan nada terkaget.


Rama menghampiri Bagas dan sekarang duduk dimeja kerja Bagas sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


"Ikutlah denganku!!" ajak Rama.

__ADS_1


"Kemana tuan?" tanya Bagas Ingin tau.


"Apa Alena tidak bilang padamu?" tanya Rama, sambil dengan tatapan tajam.


Bagas merasa bingung karena Alena tidak bilang apa-apa pada dirinya.


"Tidak tuan, Alena tidak bilang apapun padaku!!" jawab Bagas jujur.


Rama tersenyum jail pada Bagas.


"Tuan Rama kenapa?" tanya Bagas.


"Tidak apa-apa!! ayo kita jemput istri-istri kita di mall xx!!" ajak Rama penuh semangat.


"Mall?" tanya Bagas bingung.


"Sudahlah, ayo!!" ajak Rama.


Rama dan Bagas langsung menuju ke parkiran mobil, Rama memberikan kunci mobilnya pada Bagas.


"Pakai mobilku saja!! kamu yang menyetir!!" pinta Rama, yang langsung masuk kedalam mobilnya.


Bagas hanya menuruti perkataan Rama dan sekarang Bagas masuk kedalam mobil, dengan cepat Bagas melajukan mobilnya dengan cepat karena kebetulan hari ini jalanan tidak macet sama sekali.


Didalam mobil mereka berdua hanya diam tanpa kata, Rama hanya memejamkan matanya karena merasa ngantuk sedangkan Bagas fokus menyetir agar segera sampai ke tempat tujuan yaitu mall xx.


Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Rama dan Bagas sampai di mall xx.


Bagas dan Rama langsung turun dari mobilnya, keduanya langsung masuk kedalam mall xx.


*Rama mengirim pesan ke Ana.


"Kamu dimana sayang?


Aku sudah ada masuk ke dalam mall"


Ana membaca pesan dari Rama.


Ana membalas pesan Rama.


"Kita sedang ada ditoko tas xx dilantai 2"


"Mudah-mudahan Ana menghabiskan uangku dengan baik!!" doa Rama, sambil berjalan menuju toko tas xx.


Bagas hanya menggelengkan kepalanya.


"Doa macam apa seperti itu!!" protes Bagas.


Rama langsung menatap tajam ke arah Bagas.


"Cuma Ana dan aku yang tau!!" saut Rama, dengan nada meledek.


Sampailah ditoko tas xx.


"Ana!!" panggil Rama.


"Alena!!" panggil Bagas.


"Baru membeli satu tas suamiku sudah muncul!!" keluh Alena, karena tau pasti suaminya akan melarang Alena belanja berlebihan.


Ana hanya tersenyum pada Alena.


"Alena yang sabar ya!!" ledek Ana.


Rama dan Bagas menghampiri istri mereka.


"Apa sudah puas belanjanya?" tanya Bagas pada Alena.


"Belum, tapi kamu sudah datang!!" jawab Alena dengan nada kesal.


Bagas menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak minta izin padaku?" omel Bagas.


"Maaf, tadi aku buru-buru sayang!!" jawab Alena dengan nada lembut.


Bagas mencubit pipi Alena.


"Aduh sakit!!" rintih Alena.

__ADS_1


"Ayo belanja lagi aku temanin!!" ajak Bagas dengan nada semangat.


"Tumben, aku yakin pasti dibalik semua ini Bagas ada maunya!!" hati Alena berbicara.


Tapi dengan adanya kesempatan ini Alena tidak mungkin menyia-nyiakan.


"Baiklah, ayo sayangku!!" jawab Alena dengan nada begitu mesra.


"Lihat saja nanti Alena kalau sudah sampai rumah, jangan harap kau bisa menolakku lagi!!" Hati Bagas berbicara.


Dengan senang hati Bagas langsung mengandeng tangan istrinya untuk menemani istrinya belanja sedangkan Rama sibuk membantu Ana memilih tas yang cocok buat Ana.


Rama adalah suami yang terbaik karena selalu berharap Istrinya menghabiskan uangnya dengan baik.


"Ana, pilihlah tas mana yang kamu suka!!" suruh Rama, sambil membantu memilihkan tas buat Ana.


"Rama, aku sudah membeli dua baju!! jadi tidak usah membeli tas ya, ini sudah cukup!!" jawab Ana dengan nada lembut.


Rama tersenyum pada Ana.


"Tidak apa-apa kamu harus beli!!" paksa Rama, sambil memberikan tas pilihannya buat Ana.


"Ini bagus, bentuknya sangat lucu!! kalau kamu tidak mau biarkan aku membelikan ini untukmu" ucap Rama, agar istrinya tidak menolak.


Akhirnya mau tidak mau Ana menerima tas yang dibelikan oleh suaminya.


Rama langsung membayar tas pilihannya ke kasir untuk membayarnya. setelah selesai membayar tas tersebut Ana dan Rama menghampiri Alena dan Bagas yang masih sibuk memilih tas untuk Alena.


"Bagas, kamu sudah selesai?" tanya Rama.


"Belum tuan Rama!!" jawab Bagas.


Rama tersenyum jail.


"Sepertinya kita salah pilih istri!!" ucap Rama, sambil menggelengkan kepalanya.


"Maksudnya?" saut Ana kesal.


"Bayangkan saja istriku terlalu payah dalam menghabiskan uangku!!" ledek Rama, yang membuat Ana memanyunkan bibirnya.


Bagas tertawa mendengar ucapan dari Rama.


"Rama ih!!" kesal Ana, sambil mencubit lengan tangan Rama dengan kencang.


"Aduh sakit, Ana!!" rintih Rama.


"Lagian bagaimana bisa kamu bilang seperti itu di depan Bagas!!" kesal Ana.


Rama hanya tersenyum pada istrinya.


Tiba-tiba Alena datang dengan membawa tiga tas, Bagas yang melihat istrinya membawa tiga tas hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, apa ini tidak berlebihan?" tanya Bagas dengan begitu hati-hati, karena takut Alena ngambek.


"Tidak, aku membeli tiga dress cantik jadi aku juga membeli tiga tas!!" jawab Alena, dengan nada yang begitu manja.


Bagas tau ini adalah kebiasaan Alena, apalagi Alena adalah pengusaha muda yang sukses jadi berbelanja banyak itu tidak akan masalah untuk dirinya.


Bagas menerima tas-tas tersebut dan langsung membawanya ke kasir.


"Ini tuan belanjaannya!!" ucap pegawai kasir.


"Terimakasih!!" jawab Bagas.


Alena mengeluarkan ATM dari dompetnya dan berniat untuk membayar belanajaannya dengan kartu ATM tanpa batasnya. namun tidak tahan oleh Bagas.


"Simpan ATM mu sayang, sekarang ini sudah menjadi tanggung jawabku!!" ucap Bagas, dengan senyum manisnya.


Bagas langsung memberikan ATM miliknya pada pegawai kasir tersebut, setelah proses pembayaranya selesei. Bagas dan Alena langsung kembali menemui Rama dan Ana yang sedang duduk di sofa yang toko tersebut siapkan untuk para pelanggan.


"Sayang, terimakasih!!" ucap Alena.


Bagas mengacak-acak rambut Alena dengan begitu lembut.


"Sama-sama sayangku!!" jawab Bagas.


Biarpun Bagas hanya seorang sekretaris, tapi Rama memberikan gaji yang besar untuk Bagas dan sering memberikan Bagas bonus bulanan jadi jika hanya membeli tiga tas itu tidak akan menghabiskan uang Bagas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2