Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
340.Cemburumu keliru S2.


__ADS_3

Ntah apa yang dilakukan David didalam kamar mandi, Hanya David yang tahu.


Malam semakin larut, Setelah beberapa lama David keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri sudah tertidur dengan pulas. David merebahkan tubuhnya disamping Niah tanpa busana.


"Tidurlah jangan bangun lagi, Kasian Niah kalau kamu bangun lagi." David sudah seperti orang tidak waras dia mengomeli miliknya dan menyuruhnya jangan bangun lagi.


Kalau miliknya bangun lagi pasti itu akan membuat David berkerja keras lagi tengah malam, Karena tidak tega memasukan miliknya kedalam milik istrinya yang masih sakit gara-gara ulahnya waktu malam pertama kemarin.


David tidur sambil memegangi gunung kembar milik istrinya, Bahkan dengan jail David meng*lumnya p*t*ng milik istrinya.


David sudah seperti bayi yang sedang menyusu tapi Niah hanya tertidur pulas karena sudah sangat lelah sekali.


Malam semakin larut, Karena merasa lelah David tidur begitu saja sambil memeluk Niah.


Pagi hari kemudian, Niah sudah bangun dan sudah selesai mandi, Niah juga sudah berganti pakaian dengan rapi, Karena hari ini Niah mau berangkat mengajar.


David baru saja keluar dari kamar mandi, Melihat Niah sudah berpakaian rapi membuat dirinya bingung dan langsung bertanya pada Niah.


"Kamu mau kemana?" Tanya David sambil memakai pakaiannya yang sudah Niah siapkan diatas ranjang tempat tidur.


"Aku hari mau mengajar, Aku jenuh kalau dirumah terus." Jawab Niah yang baru saja menyelesaikan menyisir rambutnya.


David berjalan menuju Niah yang sedang duduk dikursi meja rias dan meminta Niah membantu dirinya memakai baju.


"Istriku, Bantu aku memakai bajuku!" Pinta David dengan manja.


Niah bangun dari tempat duduknya dan menuruti apa kata suaminya, Dengan lembut Niah mengancing kancing kemeja yang suaminya pakai.


"Apa kamu ini seorang bayi, Baju saja minta dibantu memakainya." Niah dengan bawel mengomeli David, Agar Niah tidak terus mengomel David mengunci mulut Niah dengan mulutnya.


Bukannya menolak Niah malah mengalungkan tangannya ke leher David, Sehingga ciuman diantara keduanya semakin panas. Setelah beberapa lama David melepaskan bibirnya dari bibir Niah dan tersenyum pada Niah.


"Belajar lebih giat lagi agar kamu lebih pandai dalam berciuman!" Pinta David dengan senyum jailnya, Membuat pipi Niah merah merona.


"Sudahlah jangan menggodaku!" Omel Niah Dengan malu-malu.


"Menggoda? Kamu saja menikmatinya." David tidak mau mengalah pada istrinya.


"Kalau mau mencium itu bilang dulu!" Gerutu Niah sambil memayunkan bibirnya.


"Biar kamu tidak bawel Istriku, Dan selama kita belum punya anak aku adalah bayimu." David terus menggoda Niah dengan jail.

__ADS_1


"Baik-baiklah, Ayo sudah selesai kita sarapan dulu!" Niah mengalah dan mengajak David sarapan sebelum berangkat ke kantor.


Pagi ini mereka hanya sarapan roti dan susu, Setelah selesei sarapan David dan Niah berangkat bersama, David mengantar Niah dulu ke perpustakaan.


Sesampainya di perpustakaan ternyata sudah ada Kenan dan Ralinsyah yang sedang bermain dengan anak-anak di dalam ruangan.


"Itu mobil siapa?" Tanya David yang melihat mobil warna merah terparkir di halaman perpustakaan.


"Itu mobilnya Kenan." Jawab Niah yang menang tahu itu mobilnya Kenan.


"Untuk apa dia kemari?" Tanya David dengan kesal, Membuat Niah tertawa.


Dengan tatapan kesal David bertanya pada Niah, Kali ini David benar-benar cemburu dengan laki-laki yang salah karena Kenan itu adalah calon suaminya Ralinsyah. Niah tahu pasti suaminya memikirkan yang tidak-tidak jadi Niah hanya tertawa.


"Jangan cemburu sembarangan." Batin Niah yang sebenarnya ingin mengomeli David.


"Dia kesini pasti bersama dengan Ralin, Jika kamu tidak percaya ayo masuk!" Niah mengajak David masuk kedalam perpustakaan agar David tidak berpikir macam-macam.


Dalam hati Niah, Niah benar-benar tidak percaya David bertanya pada Niah dengan kesal, Apa mungkin David juga cemburu dengan Kenan yang jelas-jelas calon suami adiknya Niah.


Sesampainya di dalam ruangan, Ternyata Ralinsyah dan Kenan sedang bermain tebak-tebakan dengan semua anak-anak.


"Kak Niah." Ralin bangun dari tempat duduknya dan berlari memeluk Niah, Niah membalas pelukan sang Adik dengan bahagia.


"Dua hari yang lalu kak, Oh iya aku mau kerumah kakak tapi aku tidak tahu alamatnya." Jawab Ralin dengan tatapan begitu menggemaskan.


"Kamu kan bisa menelponku atau mengirim pesan padaku untuk menanyakan alamat rumahku saat ini!" Jelas Niah panjang lebar.


Tidak ada yang tahu alamat rumah baru Niah dan David, Karena memang David dan Niah belum memberitahukan pada siapapun.


"Aku lupa kak, Kenapa aku tidak menelpon Kakak saja ya." Jawab Ralin Yang kadang suka lemot.


"Kak Niah pasti dia melupakan banyak hal dan dia hanya mengingat calon suami saja." Cetus Kenan tiba-tiba, Membuat Niah tertawa.


Benar kata Kenan, Ralin memang suka lemot dan lupa akan hal ini itu tapi kalau sama Kenan Ralin itu tidak pernah lupa, Kemana-mana pasti selalu ingat dengan calon suaminya itu dan karena hal itu Kenan sering sekali meledek Ralin dan membuat Ralin merasa kesal pada dirinya.


"Niah aku berangkat ke kantor dulu ya, Kamu hati-hati ingat jangan terlalu kecepaan dan jangan telat makan." Dengan bawel David memberikan banyak pesan pada Niah.


"Iya saumiku." Jawab Niah singkat.


"Oh iya Kak David, Kakek mengirim vitamin buat Kak David, Nanti aku antarkan kerumah ya kak." Kata Ralin pada David.

__ADS_1


"Iya kerumah saja, Ya sudah aku berangkat dulu ya." Jawab David dan langsung berlalu pergi menuju ke kantornya.


"Vitamin, Vitamin apa yang Kakek Revan kirim? Aku kan tidak sakit." Gumam David.


Ntah vitamin apa yang dikirim oleh Kakek Revan buat David?


Setelah David pergi, Niah, Ralin dan Kenan kembali mengajar anak-anak.


Ralin dan Niah mengajar anak-anak cewek sedangkan Kenan mengajar anak-anak laki-laki, Mereka sudah biasa melakukan hal itu dan mengajar anak-anak diperpustakan.


Dengan penuh tawa canda mereka mengajak anak-anak untuk bermain dan belajar, Diruang kelas itu ada banyak anak dan usianya beda-beda bahkan ada yang belum membaca sama sekali, Tapi dengan sabar Niah mengajari mereka semua dan dari perpustakaan itu sudah banyak anak yang diberikan beasiswa oleh Rama Ardiyansyah agar mereka bisa melanjutkan sekolah mereka.


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Dan semua anak-anak sudah pulang. Niah, Ralin dan Kenan pergi makan kue bersama, Setelah selesei makan kue Niah ikut Kenan dan Ralin untuk berkunjung kerumah mamanya.


"Alin, Kakak nanti ikut kalian ya." Kata Niah pada Ralinsyah.


"Iya kak." Jawab Ralin sambil tersenyum.


Niah mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang dibawanya, Dan langsung menekan sang suami.


Niah menelpon David.


Mendengar ponselnya berdering, David tersenyum karena istrinya yang menelpon.


"Ada apa sayang?" Tanya David.


"Aku ikut Kenan dan Ralin kerumah mama, Apa boleh?" Niah meminta izin pada David.


"Boleh, Nanti pulang kerja aku jemput ya!" Jawab David.


"Iya nanti aku tunggu ditempat mama." Jawab Niah dengan lembut.


"Ingat jangan kecepaan, Dan jangan lupa makan siang atau aku yang akan memakanmu nanti!" Tegas David agar Niah tidak membantahnya.


"Iya iya aku tahu." Jawab Niah berulang kali.


David mematikan saluran teleponnya, Niah kembali menaruh ponselnya diatas tas dan langsung pergi kerumah Orangtuanya bersama Kenan dan Ralinsyah.


Sesampainya dirumah orang tuanya Niah melihat Vano sedang duduk didepan teras dengan seorang gadis.


"Siapa gadis itu?" Pikir Niah, Sambil terus melihat gadis cantik yang sedang duduk dengan Vano.

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2