
Β
Rama pun mengucap penuh rasa syukur karena istrinya sudah sadar, rama tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada anak dan istrinya.
Β
"Sayang, kamu sudah kabari mami?" tanya ana dengan nada pelan.
Rama pun ingat tadi belum jadi mengabari maminya, karena pas rama mau cas ponselnya ana tiba-tiba sadar.
"Aku lupa sayang, bahkan ponselku juga belum dicas ternyata. aku cas dulu ya baru aku mengabari mami" ucap rama pada ana.
Rian dan via pun sudah kembali duduk di sofa dan sedang saling mengobrol.
"Via, aku pulang dulu ya sekalian aku ganti baju dan mandi dulu" ucap rian, karena dirinya belum mandi dari semalam.
"Iya ian, kamu pulang dulu kalau aku tidak pulang aku sudah ada semua perlengkapanku diruang kerja aku, oh iya nanti kesini sekalian bahwa makan siang ya buat rama sekalian" ucap via pada rian, rian pun mengangguk mengerti dengan ucapan kekasihnya.
Sebelum rian pergi meninggalkan ruang rawat ana, rian pun mencium kening via dengan begitu lembut.
"Kamu jaga dirimu baik-baik ya" ucap rian sambil, mencium kening via dengan lembut.
Via pun mengangguk mengerti dengan ucapan rian.
"Rama aku pulang dulu ya, nanti aku kesini lagi sekalian bahwa makan siang untukmu" ucap rian, sambil menepuk pundak rama.
__ADS_1
"Iya ian, terimakasih ya kamu hati-hati dijalan, oh iya kamu pulang sama via?" tanya rama pada rian.
"Tidak ram, via tetap disini untuk menjaga ana" ucap rian, rian pun meninggalkan ruangan tersebut.
Rama pun mengecas ponselnya untuk mengabari maminya sedangkan silvia duduk dikursi dekat tempat tidur pasien.
"Ana, kamu belum makan sarapanmu kamu makan dulu ya aku suapin" ucap via, via pun menyendok makanan tersebut dan menyuapkan ke mulut ana dengan pelan.
"Dokter silvia, maaf ya sudah merepotkanmu" ucap ana yang merasa tidak enak, apalagi silvia sampai menginap semalaman dirumah sakit.
"Tidak repot sama sekali ana, rama sahabatku dan kamu adalah istri rama jadi aku juga harus membantu menjagamu dengan baik terlebih aku ini adalah dokter kandunganmu" ucap via dengan penuh pengertian.
Tiba-tiba rama pun menghampiri istrinya dan silvia yang sedang asik mengobrol.
"Apa yang kalian obrolkan?" tanya rama penasaran.
"Via memang sangat mengagumkan sayang, maka rian selalu setia menunggunya" ucap rama, membuat silvia jadi ingin tau yang sebenarnya selama silvia diluar negeri.
"Rama, ceritakan padaku bagaimana rian menungguku selama ini?" tanya silvia dengan nada antusias karena merasa penasaran.
"Rian, selalu menolak jika aku kenalkan pada setiap wanita dan selalu menjawab aku masih mau menunggunya, sampai aku sendiri kadang merasa kesal pada dirinya via" ucap rama yang menceritakan cerita singkat tentang penantian rian selama ini pada via.
"Rama jangan berbohong padaku hanya untuk buatku senang mendengarnya" ucap via, yang tidak percaya dengan cerita singkat rama.
"Aku tidak berbohong padamu silvia, aku katakan yang sejujurnya" ucap rama dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Tiba-tiba ana pun menimpali obrolan rama dan via.
"Dokter, apa yang dikatakan oleh rama semua itu benar adanya. sebelum saya menikah dengan rama saya bekerja di salah satu restoran pak rian dan pak rian bahkan tidak pernah membawa perempuan ketempat kerjanya" ucap ana tiba-tiba.
Silvia pun tersenyum, ntah mengapa dirinya saat ini merasa sangat senang sekali mendengar cerita dari rama dan ana.
"Rama, bukankah kamu tadi mau mengabari tante diana setelah cas ponsel" ucap via, mengingatkan pada rama.
Rama pun langsung mengambil ponselnya dan langsung menelpon maminya.
*Menelpon mami.
"Mami..." ucap rama
"Rama, kamu kemana saja nak kenapa baru telpon mami, mami sangat khawatir padamu dan ana nak" jawab mami panjang lebar dari seberang sana.
"Mami tanyanya satu-satu, ana sedang dirumah sakit mi semalam ada kejadian tak terduga dan rama lupa mengabari mami, ponsel rama juga batrenya habis ini baru rama cas mi" ucap rama, mami pun kaget dan berteriak pada rama.
"Apppaaa, katakan dirumah sakit mana kalian" ucap mami dengan nada berteriak karena merasa kaget.
"Mami, pelankan suara mami ana sekarang ada dirumah sakit xxx mami datang saja kesini, sekalian bahwa kan baju ganti untuk rama ya mam" ucap rama pada maminya.
Mami pun mengerti dengan ucapan anaknya ditelpon, dan langsung mematikan saluran teleponnya tanpa berpamitan dengan rama lebih dulu*.
Rama pun menghela nafas panjang, karena rama tau setiap maminya sedang panik pasti apa-apa akan terburu-buru.
__ADS_1
Bersambung ....
Selamat malam semuanya, terimakasih buat yang sudah selalu meninggalkan komentar baik dan membuat authornya semangat, tapi maaf buat yang baca dan merasa tulisan author tidak jelas atau sulit dipahami maaf sekali lagi ada baiknya jangan membaca daripada meninggalkan komentar yang membuat author jadi down, author berkarya untuk kalian semua yang bisa menghargai author dan karya author π π ππ salam sayang semuanyaππππ