Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
227. Otak mesum.


__ADS_3

Satu minggu kemudian, sesuai keinginan Rehan pernikahannya dipercepat. undangan juga sudah tersebar, tempat resepsi, catring dan keperluan lainnya sudah disiapkan.


Dirumah Rama dan Ana.


Hari ini Rama, Rehan, Rian, Bagas, dan semua istri mereka kecuali Ayu, Ayu hari ini tidak ikut kumpul karena sedang tidak perbolehkan bertemu dengan Rehan. Mereka sedang berkumpul untuk membicarakan dua acara sekaligus dalam bulan ini yaitu acara pernikahan Rehan dan Ayu serta acara tujuh bulanan Ana. namun sayangnya Mami Diana dan Papi Revan belum pulang karena Papi Revan masih ada kerjaan yang harus diselesaikan.


Ana dan Rama sengaja mengundang sahabat-sahabatnya kerumah, selain untuk berkumpul kebetulan ini juga mereka semua sedang libur kerja.


Mereka saat ini sedang mengobrol dengan begitu asik, berbagai tawa canda juga terlontar dari mulut mereka.


Rehan hari terlihat begitu senang dan wajah tampannya begitu bersinar, wajar calon pengantin sih.


"Rehan, ini untukmu" ucap Bagas, memberikan sesuatu yang dulu dirinya dapat dari Rama dan Rian waktu pernikahannya dengan Alena, kotak kecil yang dalamnya entah apa Bagas hanya membukanya tanpa meminumnya.


Rehan menerima kotak kecil tersebut, lalu membukanya. Rehan memperhatikan minuman sachet itu namun Rehan tidak tau itu minuman apa?


"Ini apa kak Bagas?" tanya Rehan, dengan menujukan muka polosnya.


Bagas menggelengkan kepalanya.


"Aku juga tidak tau, Han" jawab Bagas, yang memang tidak tau itu minuman apa?


"Itu dari Tuan Rian dan Tuan Rama" jelas Bagas, yang saat ini menatap Rian dan Rama seolah-olah meminta penjelasan pada mereka.


Rama dan Rian saling tertawa menatap Rehan dan Bagas.


Ana,Via dan Alena mengambil bungkusan tersebut. mereka mengamatinya dengan sungguh-sungguh.


"Ini minuman apa?" tanya Ana, penasaran.


"Aku juga baru pertama kali melihatnya" saut Alena, yang tidak kalah penasaran.


"Minta saja penjelasan pada Rian dan Rama!!" suruh Via, agar semuanya tidak penasaran.


Dengan kompak mereka meminta penjelasan pada Rian dan Rama.


"Jelaskan pada kami!!" ucap mereka semua dengan kompak, kali ini semuanya menatap Rian dan Rama dengan tatapan begitu tajam.


Rian tersenyum jail.


"Itu jamu kuat, aku membelinya dari tukang jamu keliling waktu itu" jelas Rian, agar semuanya tidak penasaran.


"Kalian menculik suamiku dulu, hanya untuk memberikan minuman ini?" ucap Alena, sambil menggelengkan kepalanya.


"Itu ide dari Rian" timpal Rama.


"Bagas juga bodoh banget, bukannya digunain ini malah diberikan pada Rehan" omel Rian, dengan kekesalannya.


"Padahal aku membeli ini dengan susah payah" keluh Rian, yang sudah menjatuhkan kepalanya diatas meja.

__ADS_1


"Untung Aku tidak meminumnya, coba kalau meminumnya pasti Alena tidak akan kuat menghadapi permainku waktu malam pertama" jelas Bagas, dengan tawa kemenangannya.


"Sudah Han, ini buat kamu saja nanti" suruh Rian, yang memberikan bungkusan tersebut pada Rehan.


Rehan dengan senang hati menerimanya.


"Terimakasih kak, akan Aku gunakan nanti bersama Ayu" ucap Rehan, sambil menerima bungkusan tersebut.


Rama hanya menggelengkan kepalanya.


"Rehan" panggil Ana.


"Iya kakak ipar?" saut Rehan, dengan nada begitu manis.


"Semangat, biar cepat jadi nanti adonannya" ucap Ana, dengan begitu jailnya membuat Rehan sekarang jadi salah tingkah.


"Kakak ipar bisa saja" jawab Rehan, sambil mengedipkan satu matanya pada Ana.


Rama langsung menatap Rehan dengan tatapan tajamnya.


"Rehan jaga matamu!!" ucap Rama, yang sudah menatap Rehan dengan tatapan tajam.


"Maaf kak" Rehan merasa bersalah, sudah tau kakaknya akan kesal namun Rehan suka sekali menjaili kakaknya.


"Oh iya, satu minggu setelah pernikahan Rehan dan Ayu. Aku dan Ana akan mengadakan acara tujuh bulanan, kalian semuanya pada datang ya" jelas Rama, dengan nada bahagia.


"Baiklah kita akan datang" jawab mereka, dengan begitu kompak.


"Acara tujuh bulanannya dimana?" tanya Via dan Alena.


"Kita akan mengadakan acara tujuh bulanannya dipanti asuhan, tempat pertama kali Aku bertemu dengan Papa dari anak yang Aku kandung" jelas Ana, yang kini sudah memancarkan senyum manis dibibirnya.


"Apa kalian pertama kali ketemu dipanti asuhan?" tanya Via, memastikan.


"Iya, Aku bertemu dengan Rama waktu itu dipanti asuhan. waktu itu tidak sengaja Rama sedang berkunjung ke panti asuhan itu dan kebetulan Aku juga sedang berkunjung dipanti asuhan itu, mungkin namanya jodoh akhirnya kita ketemu" cerita Ana, sambil mengingat pertama kali dirinya bertemu dengan Rama. waktu itu Ana begitu jutek, bahkan jual mahal dengan Rama tapi akhirnya menjadi istrinya juga.


"Aku kira kalian pertama ketemu dicafe aku" timpal Rian, yang ternyata salah dengan dugaannya.


"Bukan kak Rian" jawab Ana.


Alena dan Via memeluk Ana secara bersamaan.


"Mudah-mudahan pernikahanmu langgeng ya!!" doa Via dan Alena untuk Ana.


"Terimakasih" jawab Ana, yang merasa sangat bersyukur karena hidupnya sekarang dikelilingi dengan orang-orang yang begitu menyayanginya.


Alena dan Via juga mengucapkan selamat pada Ana karena akan segera menjadi seorang Ibu.


"Selamat ya sebentar lagi kamu akan jadi seorang Ibu" ucap Alena dan Via, yang kini sudah memeluk Ana dengan bahagia.

__ADS_1


"Terimakasih, Via kamu sebentar lagi akan menjadi Ibu" ucap Ana.


"Alena segera menyusul kita" celetuk Via.


"Sekarang istri kita seperti Teletubbies" Timpal Rian, yang melihat Ana, Alena dan Via berpelukan.


"Haha, kak Rian benar" jawab Rehan dengan tawanya.


"Bagas, lakukan dengan benar biar adonan kamu cepet jadi" goda Rama, dengan penuh kejailan.


"Aku sudah berusaha tiap malam Tuan" jawab Bagas.


Alena dan Via sudah melepaskan pelukannya dari tubuh Ana.


"Bagas jangan membuka aib kita, di depan mereka semua!!" omel Alena, dengan wajah yang begitu menggemaskan.


"Biar Tuan Rama tidak penasaran" jawab Bagas, yang sekarang sudah menatap Rama penuh kejailan.


"Atau dia akan terus mengolok-olokku, sayang" Bagas mengaduh pada Alena dengan nada yang dibuat-buat.


"Dasar kalian" kesal Via.


Via yang merasa kesal karena mendengarkan mereka selalu medebatkan hal sepele, akhirnya membuka obrolan lain.


"Ayo dong pergi liburan lagi" ajak Via, yang sangat merindukan liburan bareng mereka.


"Kita nonton bareng lagi aja" ajak Bagas.


"Aku tidak mau" tolak Alena, yang tau pasti suaminya akan mengajak mempraktekan adegan diflim romantis yang mereka tonton.


"Sama aku juga tidak mau" tolak Via, atau Rian aku membuatku kelelahan semalaman.


"Kalian kompak" timpal Ana, yang sudah mengacungkan kedua jempolnya pada Via dan Alena.


"Aku tau otak mesum suamiku" ucap Alena dan Via bersamaan.


Kini Bagas dan Rian saling menatap sambil tertawa.


"Ternyata istri kita sudah bisa menebak otak kita ya, Gas" ucap Rian, dengan tawanya.


"Iya, gagal kita" keluh Bagas.


Rehan hanya asik memakan cemilan yang ada dimeja, tau sendirilah Rehan masih lajang jadi bingung kalau mau nimbrung obrolan mereka yang sudah menikah.


"Dasar kalian otak mesum!!" ledek Rama.


Tidak terasa hari sudah semakin sore, akhirnya semuanya pamit untuk pulang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2