Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
329.Kepolosan Niah S2.


__ADS_3

"Bangunlah, Aku akan mengajakmu jalan-jalan!" Ajak David dengan senyum manisnya.


Niah hanya diam saja, Karena masih terbuai dengan ciuman David. Padahal cuma dikening namun itu membuat Niah merasa begitu terkejut "Wajar ini pertama kalinya, Niah dicium oleh seorang laki-laki."


"Jalan-jalan kemana?" Tanya Niah pelan.


"Kita disini sekalian menikmati bulan madu kita, Dan tentunya aku tidak mau terus-terusan dikamar denganmu atau aku akan hilaf, Lalu aku akan memakanmu." Jawab David, Yang membuat Niah langsung pergi meninggalkan ke kamar mandi.


"Jika kamu sampai memakanku, Aku akan mengadukanmu pada mama dan papaku." Kesal Niah dari dalam kamar mandi.


David hanya geleng-geleng kepala, Kali ini dirinya benar-benar ingin tertawa lepas.


"Dasar gadis b*doh, Dimakan sama suami sendiri malah mau mengaduh pada mama dan papanya, Nanti apa kata mertuaku." Gumam David dengan tawanya dalam hati.


"Aduhkan saja Niah, Aku tidak takut aku yakin pasti mama mertua dan papa mertua akan mendukungku." Sahut David dengan suara lantang, Membuat Niah yang sedang mandi merasa sangat kesal.


"Dasar suami tidak ada ahklak." Batin Niah.


Untung saja kamar Niah itu kedap suara, Jadi biarpun David dan Niah saling berbicara dengan lantang itu tidak akan terdengar sampai luar.


Setelah beberapa lama Niah keluar dari kamar mandi, Kini Niah keluar dengan handuk yang membalut tubuhnya namun karena Niah memakai handuk biasa jadi bagian dada Niah begitu terexpos.


Niah duduk dikursi depan meja rias, Sambil mengeringkan rambutnya yang baru saja dikeramas.


David terus menatap Niah, Kini David melihat bagian dada Niah yang begitu mulus.


"Ahh s*al, Apa kamu berniat membuat adik kecilku terusik didalam sangkarnya." Gumam David yang merasa kesal.


"Niah cepatlah pakai bajumu!" Pinta David Karena dirinya tidak ingin terlalu lama melihat lekuk tubuh sang istri yang begitu indah, Sehingga David hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


"Sepertinya, Aku harus benar-benar merobek surat perjanjian yang aku buat." Pikir David.


"Sebentar aku sedang mengeringkan rambutku yang basah." Tolak Niah yang sedang mengeringkan rambutnya.


Niah tidak sadar kalau laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya, Ternyata sedang menahan hasratnya, Kini milik David benar-benar terusik karena melihat lekuk tubuh istrinya.


David langsung beranjak dari tempat tidurnya, Lalu segera menuju ke kamar mandi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Niah.


"Kamar mandi, Aku ada urusan." Jawab David, Yang tidak memberitahukan pada Niah ada urusan apa di dalam kamar mandi.


"Urusan apa?" Tanya Niah dengan polos.


"Urusan dengan adik kecilku," Sahut David yang sudah berada didalam kamarnya mandi.


"Niah kamu benar-benar menggodaku." Batin David.


"Sejak kapan dia punya adik?" Tanya Niah pada dirinya sendiri.


Niah yang kadang suka lemot, Jadi tidak tahu apa yang maksud dengan adik kecil oleh David.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Niah langsung berganti pakaian, Kini Niah sudah rapi dan tinggal menunggu sang suami yang sedang ada urusan dengan adik kecilnya didalam kamar mandi.


1 jam kemudian, Niah semakin gusar menunggu sang suami yang tidak keluar-keluar dari dalam kamar mandi.


"Sebentar apa yang dia lakukan di dalam sana?" Niah merasa bingung.


"David, Kenapa kamu begitu lama? Aku sudah sangat lapar." Teriak Niah.


David yang baru saja selesai dengan urusannya, Langsung mandi dan mengabaikan teriakan Niah dari luar sana.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kamu, Makanya aku jadi begitu lama di dalam kamar mandi." Omel David dalam hatinya.


Setelah menunggu beberapa lama, Akhirnya David keluar dari dalam kamar mandi. Niah langsung menatap David dengan tatapan kesal namun David membalasnya dengan senyuman manisnya.


"Tutup matamu, Aku mau berganti pakaian!" Pinta David, Karena tidak mau berlama-lama Akhirnya Niah langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Aku sudah melihat dadamu yang begitu kekar, Mataku sudah ternodai." Batin Niah.


Setelah beberapa lama, Niah kembali bertanya pada David.


"Sudah? Apa aku boleh membuka mataku?" Tanya Niah dengan begitu polosnya.


"Bukalah!" Jawab David.


Niah langsung membuka matanya, Setelah semuanya sudah rapi mereka langsung keluar kamar bersama-sama.


"Tadi kamu ngapain? Lama sekali di dalam kamar mandi." Tanya Niah ingin tahu, Namun David malah mencubit hidung Niah.


"Diamlah, Kamu tidak boleh tahu." Jawab David, Niah langsung memegangi hidungnya lalu memanyunkan bibirnya.


"Dasar pelit tidak mau memberi tahu." Kesal Niah dalam hatinya.


David langsung menarik tangan Niah, Niah dan David langsung keluar dari kamar mereka, Sesampainya diruang keluarga ternyata semua keluarga Niah sedang berkumpul.


"Cie pengantin baru, Jam segini mandinya basah-basahan gitu." Ledek Ayu yang melihat rambut panjang Niah masih basah.


"Aish aku lupa,Tadi aku hanya mengeringkan dengan handuk saja." Sesal Niah dalam hati.


"Mami Ayu, Aku lupa mengeringkan rambutku." Jawab Niah malu-malu, Kini wajah Niah benar-benar sudah merah.


"Kalau pengantin baru mah wajar lupa," Sambung Rehan yang ikut meledek Niah.


Memang Rehan itu dari dulu sampai sekarang, Selalu sukanya jail apalagi lagi kalau yang berbau-bau mesum pasti Rehan dengan senang menjailnya, Untung saja tidak ada Bagas dan Rian.


"David sudah gool belum?" Tanya Rehan dengan jail, Membuat David bingung harus menjawab apa? Sedangkan dirinya saja belum mencoba milik sang istri.


"Om Rehan, Itu rahasia dong." Canda David dengan senyum tengilnya.


"Rehan, Ayu, Sudahlah wajah mereka sudah sama-sama merah." Lerai Ana yang melihat wajah cantik Niah sudah merah karena malu, Wajah David juga sudah memerah karena malu juga.


"Ma, Ralin dan Kevin mana?" Tanya Niah untuk mengalihkan pembicaraan.


"Mereka pergi jalan-jalan, Mama juga tidak tahu mereka kemana?" Jawab Ana dengan nada lembut.


"Kalian sarapan dulu, Pasti kalian sudah lapar!" Ana menyuruh anak dan menantunya untuk sarapan lebih dulu.


Niah dan David sudah ikut bergabung duduk sofa, Kini mereka duduk bersebelahan.


"Iya sarapan dulu, David pasti tenagaku terkuras habis gara-gara semalam." Rehan kembali meledek David, Membuat David hanya bisa tersenyum.


Niah langsung beranjak dari tempat duduknya, Lalu langsung memegang tangan David.


"Ayo kita sarapan, Jika terus disini Papi Rehan akan terus menjailin kita!" Niah mengajak David untuk sarapan, Niah tahu jika Niah dan David terus disitu, Pasti Rehan tidak akan berhenti meledeknya.


Niah langsung mengajak David menuju ruang makan, Sedangkan Rehan cengengesan karena puas menjaili ponakannya.


Dimeja makan.


Niah mengambil makan untuk dirinya sendiri, David merasa kesal pada Niah.


"Kamu ini istri macam apa? Bukannya ambilkan suaminya dulu, Ini malah suaminya dicuekin begitu saja." David kesal karena Niah tidak mengambilkan makanan untuk dirinya.

__ADS_1


Karena tidak mau berdebat, Niah langsung mengambilkan makanan untuk sang suami.


"Jangan berdebat dimeja makan, Ini makanlah!" Pinta Niah yang langsung menaruh makanan yang telah diambilnya lalu menaruhnya dihadapan David.


David hanya diam dan menikmati makanan yang sudah diambilkan oleh Niah.


"Jadilah istri yang patuh." Gumam David.


Setelah selesai sarapan David dan Niah langsung berpamitan untuk pergi jalan-jalan, Hari ini David mau mengajak Niah untuk berbelanja sekalian membelikan oleh-oleh untuk mama dan papanya dirumah.


Hari ini Niah dan David pergi diantar oleh supir, Karena David juga belum paham jalanan disitu.


"Kita mau kemana?" Tanya Niah.


"Aku mau menyuruhmu menghabiskan uangku." Jawab David dengan wajah sombongnya, Membuat Niah langsung menatapnya dengan kesal.


"Uangku juga banyak," Niah tidak mau kalah.


"Simpanlah uangmu, Sekarang aku ini suamimu jadi gunakanlah uangku, Untuk membeli semua kebutuhanmu!" Tegas David yang langsung mengeluarkan kartu ATM nya Lalu memberikannya pada Niah.


Niah menerima kartu ATM tersebut, Lalu langsung memasukkan kedalam dompet miliknya.


"Senangnya punya suami," Batin Niah.


Sesampainya dipusat perbelanjaan, David langsung mengajak Niah pergi menuju ke toko sepatu bermerk.


"Kemana?" Tanya Niah karena David menarik tangannya tiba-tiba.


"Antarkan aku beli sepatu dulu." Pinta David.


"Bukankah, Kamu bilang kamu menyuruhku menghabiskan uangmu? Tapi kamu malah yang mau belanja." Protes Niah.


David tidak menghiraukan protesan dari Niah, Niah dan David terus berjalan, Tiba-tiba ponsel dalam tas Niah berbunyi.


"Sebentar aku angkat telpon dulu!" Pinta Niah yang langsung mengangkat telpon, Niah juga berdiri agak jauh dari tempat David berdiri.



Visual David dan Niah.


Niah mengangkat telpon.


"Hallo," Sapa Niah.


"Niah, Aku merindukanmu." Ucap Riko diseberang sana.


"Riko, Ada apa dia menelponku?" Gumam Niah.


"Niah aku mohon jangan tinggalkan aku, Aku masih sangat mencintaimu." Ucap Riko lagi.


David yang ternyata dari tadi sudah berdiri dibelakang Niah, Langsung merebut ponsel Niah dari gegaman tangan Niah.


"David, Kembalikan!" Pinta Niah yang berusaha merebut kembali ponsel miliknya.


"Sebenernya siapa yang menelpon Niah?" David pemasaran."Riko, Riko siapa? Awas saja Niah jika kamu sampai macam-macam dibelakangku, Jangan harap kamu akan selamat." Kesal David dalam hatinya.


David langsung menaruh ponsel Niah ditelinganya.


"Hallo ini siapa?" Tanya David dengan tegas.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2