
Ana membuka matanya dan melihat Rama sudah tidak ada disampingnya tidur.
"Kemana Rama? kok tidak ada disampingku" Ucap Ana pada diri sendiri.
Rama yang sedang duduk menonton televisi kaget karena telponnya berdering dan pas dilihat itu telpon dari Elina. Rama mengangkat telpon tersebut.
"Elin, ada perlu apa kau menelponku?" Ucap Rama yang merasa kesal dengan Elin.
"Rama sayang, pelankan suaramu atau istri kecilmu akan mendengarnya nanti" Ucap Elin dengan nada sedikit genit.
Tiba-tiba.
"Kak Rama, Aku antar Ayu pulang dulu" Ucap Rehan yang berpamitan dengan dirinya, Rama pun membalas ucapan Rehan dengan menganggukkan kepalanya.
Melanjutkan telpon.
"Berhentilah menggangguku Elina, lagian apa maumu?" Ucap Rama dengan nada kesal.
"Aku hanya menginginkanmu sayang, kembalilah padaku atau aku akan melukai istrimu" Ancam Elina.
Namun Rama tidak mempedulikan ucapan Elina dan langsung mematikan saluran telponnya.
"Lihat saja nanti Rama" Ucap Elina dengan nada yang begitu marah dan langsung membanting ponselnya.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu, agar Rama kembali ke sisiku lagi" Ucap Elina sambil memikirkan ide.
__ADS_1
"Cuma ana yang harus aku sentuh agar Rama menyerah dan kembali padaku" Gumam Elina.
Dikamar Rama.
Ana duduk ditepi ranjang, merasakan perutnya yang begitu sakit ntah kenapa?
Rama yang sedang berjalan menuju kamarnya langsung membuka pintu kamar dan begitu kaget melihat Ana sudah bangun dengan wajah yang begitu pucat.
"Kamu kenapa sayang" Ucap Rama dengan nada kawatir.
"Aku tidak tahu, sakit banget perutku" Ucap Ana sambil memegang perutnya.
"Kita ke rumah sakit sekarang sayang!" Ajak Rama Karena sangat kawatir pada istrinya.
Ana membaringkan tubuhnya ketempat tidur untuk merebahkan tubuhnya. Ana semakin merintih kesakitan ntah kenapa dengan perutnya.
"Apakah sakit sekali sayang? apa kamu makan sesuatu yang pedasnya berlebihan?" Ucap Rama yang merasa semakin kawatir pada Ana.
"Aku tidak makan yang pedas-pedas sayang, bahkan aku tidak makan yang aneh-aneh" Ucap Ana apa adanya dengan jujur.
Ana mengeluarkan keringat dingin membuat Rama semakin kawatir.
"Tahan ya sayang, kita akan segera sampai dirumah sakit" Ucap Rama sambil memegang tangan Ana.
Rama mengecangkan laju mobilnya karena sudah tidak tega melihat istrinya yang merasa kesakitan.
__ADS_1
Sampailah dirumah sakit.
Rama langsung menggendong istrinya keruang dokter pribadinya yaitu dokter Bayu.
"Tuan Rama, istri tuan kenapa?" Tanya dokter Bayu pada Rama.
"Saya kurang tau Dok, tapi dari tadi istri saya merintih kesakitan dibagian perutnya Dok" Ucap Rama dengan nada kawatir.
"Tunggu sebentar Tuan, saya akan memeriksanya dulu" Ucap Dokter Bayu.
Akhirnya Dokter Bayu memeriksa Ana dengan teliti tanpa ada kesalahan dokter Bayu melihat flek darah dibagian belakang Ana. akhirnya dokter Bayu segera memanggil Dokter Nisa untuk membantu memeriksanya.
Dokter Nisa pun langsung datang keruangan Dokter Bayu.
"Dok, tolong bantu periksa keadaan Nona Ana" Ucap Dokter Bayu.
"Baik Dok, apa di pingsan Dok? tanya Dokter Nisa.
Akhirnya Dokter Nisa memeriksa Ana dengan teliti.
"Boleh panggilkan suaminya kesini Dok!" Ucap Dokter Nisa.
"Tentu saja Dok" jawab Dokter Bayu, yang langsung keluar memanggil Rama untuk masuk kedalam ruangannya.
setelah dipanggil oleh dokter Bayu akhirnya Rama masuk ke dalam.
__ADS_1
Bersambung