Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
220. Membasmi Hama.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dirumah Rama dan Ana.


Ana sudah bangun tidur dari tadi pagi, seperti biasanya Ana langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat suami dan adik iparnya.


Ana yang melihat Rehan keluar dari kamar terburu-buru bingung akhirnya Ana bertanya.


"Rehan kamu kenapa buru-buru? kamu tidak sarapan dulu?" tanya Ana.


"Tidak kakak, aku ada urusan!!" jawab Rehan.


"Urusan apa sepagi ini?" tanya Ana ingin tau.


"Rehan, akan membasmi hama yang begitu menganggu Rehan!!" jawab Rehan dengan nada kesal.


Ana hanya menggelengkan kepalanya.


"Hama? sudahlah tidak usah dipikirin!!" guman Ana dalam hati.


"Kak, aku berangkat dulu!!" pamit Rehan.


Ana menarik jas Rehan dengan tangannya.


"Kenapa kak Ana?" tanya Rehan.


"Minum susumu dulu, setidaknya kamu butuh tenaga untuk membasmi hama nanti!!" pinta Ana dengan senyum manisnya.


Rehan yang melihat senyuman dibibir kakak iparnya, merasa kurang sopan jika tidak mematuhi perintah dari kakak iparnya.


"Baiklah kak, Rehan akan minum susu lebihnya dulu!!" jawab Rehan, akhirnya Rehan meminum susu yang diberikan oleh Ana sampai habis.


Ana tersenyum.


"Berangkatlah, hati-hati dijalan!!" ucap Ana.


"Siap kak, terimakasih!!" jawab Rehan.


Akhirnya Rehan langsung pergi meninggalkan Ana untuk segera berangkat ke kantor.


Ana duduk dikursi meja makan karena sudah selesai menyiapkan sarapan.


"Rama kok belum turun?" tanya Ana pada diri sendiri.


Rama baru saja selesai berganti pakaian dan kini sedang berjalan untuk menemui istrinya yang sudah menunggunya dimeja makan.


Rama berjalan menuruni tangga dan melihat istrinya yang sedang duduk manis dikursi meja makan.


Ana yang melihat Rama langsung berjalan menghampiri suaminya dan memeluknya dengan begitu manja.


"Sayang kenapa kamu lama sekali?" tanya Aja dengan nada manja.


"Maafkan aku sayang, Rehan mana?" tanya Rama, yang tidak melihat Rehan berada dimeja makan.


"Rehan sudah berangkat, katanya mau membasmi Hama!!" jawab Ana jujur.


Rama dan Ana sudah duduk dikursi meja makan, pagi ini Ana menemani suaminya sarapan sebelum berangkat ke kantor.


Setelah selesai sarapan Rama langsung pergi menuju kantor sedangkan Ana kembali melanjutkan aktivitasnya.


Dikantor Rama.


Rehan baru saja sampai dan langsung masuk kedalam ruangan, Rahel yang dari tadi sudah berada dikantor langsung menuju keruangan Rehan karena melihat Rehan sudah datang.


"Lihat saja, aku pasti bisa mendapatkanmu!! jadi kamu tidak usah sombong!!" kesal Rahel dalam hatinya.


Rahel berjalan menuju ruangan Rehan tidak butuh waktu lama akhirnya sampailah diruangan Rehan. tanpa mengetuk pintu dulu Rahel langsung masuk kedalam ruangan Rehan.


"Selamat pagi sayangku!!" ucap Rahel dengan nada mesra, Rahel menghampiri Rehan yang sedang duduk dikursi kerjanya kini Rahel sudah mengalungkan tangannya dileher Rehan dari belakang.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan terus menolakku?" tanya Rahel ditelinga Rehan.


Rehan begitu geram dan merasa sangat kesal sekali. Rehan langsung bangun dan mengibaskan tangan Rahel yang berada di leher.


"Kamu itu seorang wanita, jagalah sikapmu!! jangan bersikap murahan seperti ini!!" kesal Rehan yang sudah begitu geram melihat tingkah laku Rahel.


"Aku menjadi murahan seperti ini, itu karena aku ingin mendapatkanmu!!" jawab Rahel dengan jujur.


"Dasar hama penganggu, jika kamu bukan seorang wanita mungkin aku sudah menghajarmu dan menjadikanmu sebagai debu!!" kesal Rehan dalam hatinya.


Rehan mencoba meredam emosinya dan kini berusaha bicara baik-baik dengan Rahel.


"Rahel dengarkan aku!! kamu itu cantik, kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dariku dan berhentilah mengejarku karena aku sudah punya kekasih dan akan segera menikah!!" ucap Regan dengan penuh penjelasan.


Rahel tetap tidak mau tau.


"Aku tidak peduli!! aku hanya ingin kamu menjadi milikku!!" jawab Rahel dengan nada tidak malu.


Rehan yang merasa kembali kesal dan takut kemarahannya tidak bisa ditahan, akhirnya menyuruh Rahel keluar dari ruangannya.


"Terserah kamu saja!! keluar dari ruanganku sekarang!!" usir Rehan dengan nada kesal.


Rahel yang melihat wajah Rehan penuh dengan amarah, akhirnya Rahel langsung pergi keluar meninggalkan ruangan kerja Rehan.


"Bagaimana cara membasmi satu Hama itu!! rasanya sangat menganggu sekali!!" tanya Rehan dalam hati.


Rehan kembali duduk dan langsung membuka laptopnya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Rama dan Bagas.


Pagi ini Rama dan Bagas berangkat bareng satu mobil dengan Rama, kini keduanya sudah sampai dan sedang berjalan menuju keruangan mereka masing-masing.


"Lihat tuan Rama dan sekertaris Bagas pagi ini terlihat tampan sekali!!"


"Mereka itu idaman setiap wanita!!"


"Sayangnya mereka sudah menikah!!"


"Mudah-mudahan anakku tampannya seperti mereka!!"


"Mereka tersenyum!!"


"Senyum mereka manis sekali!!"


Berbagai ucapan terlontar dari para pegawai yang melihat Rama dan Bagas berjalan berdampingan.


Akhirnya Rama dan Bagas sampai diruangan Rama.


"Bagas, kamu mau kemana?" tanya Rama.


"Keruangan saya tuan!!" jawab Bagas.


"Masuklah keruanganku dulu!!" pinta Rama.


Akhirnya Bagas mengikuti langkah kaki Rama untuk masuk kedalam ruangan Rama.


Bagas duduk disofa yang ada diruang kerja Rama.


Bagas hanya terdiam.


"Kenapa kamu terdiam?" tanya Rama, yang melihat muka Bagas pagi ini agak lemas.


"Tuan muda tau, doa tuan muda keamarin benar-benar terkabul!!" aduh Bagas.


Rama yang merasa bingung, akhirnya bertanya.


"Doa apa?" tanya Rama bingung.


"Doa yang nonton film kemarin!!" jelas Bagas.

__ADS_1


Rama yang tau maksud pembicaraan Bagas, akhirnya tertawa dengan penuh kemenangan.


"Hahaha, baguslah kalau gitu!!" ucap Rama dengan tawa penuh kemenangannya.


Bagas menatap Rama dengan tatapan kesal.


"Salahku menghibah dipagi hari!!" sesal Bagas dengan nada pelan.


Rama masih tertawa dengan senang.


"Bagas, kita sama-sama puasa!!" ledek Rama.


Bagas merasa kesal pada Rama.


"Saya pamit keruangan saya dulu tuan, nyesal sudah ngehibah dipagi hari!!" pamit Rehan dengan membawa penyesalannya.


"Pergilah!!" jawab Rama, yang masih tertawa penuh kemenangan.


Bagas langsung bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Rama sedangkan Rama sudah sibuk dengan pekerjaannya.


Dirumah Rama dan Ana.


Ana sedang duduk dihalaman depan rumah sambil menyiram tanaman, Alena yang masih cutti kerja akhirnya datang kerumah Ana.


Alena berjalan menuju rumah Ana sambil membawa beberapa tentengan plastik yang berisi cemilan dan minuman kemasan.


"Ana..!!" panggil Alena.


"Alena!!" saut Ana, yang melihat Alena menuju kearah dirinya duduk.


Ana bangun dari duduknya.


"Kamu sedang apa?" tanya Alena.


"Menyiram tanaman, daripada duduk tidak ada kerjaan!!" jawab Ana.


Ana langsung mematikan kran airnya dan langsung mengandeng tangan Alena untuk mengajak Alena masuk ke dalam rumahnya, kini keduanya sedang duduk diruang tengah.


"Apa yang kamu bawa?" tanya Ana.


"Cemilan dan berbagai minuman kemasan!!" jawab Alena.


Alena menaruh cemilan dan minuman tersebut diatas meja.


"Makanlah!!" suruh Alena.


Akhirnya Ana membuka salah snack untuk mereka nyemil.


"Untung kita punya rumah yang berdekatan!!" ucap Alena penuh rasa syukur.


"Iya aku jadi tidak kesepian!!" jawab Ana.


"Ana, bagaimana rasanya hamil?" tanya Alena tiba-tiba.


Ana tersenyum pada Alena.


"Rasanya begitu nikmat dan suami juga lebih sayang dan perhatian!!" jawab Ana dengan jujur, karena itu yang Ana rasakan selama hamil.


Alena diam membayangkan ucapan Ana.


"Nanti kalau aku hamil, Bagas akan seperti apa ya??" tanya Alena dalam hatinya.


"Alena kamu kenapa?" tanya Ana, yang melihat Alena terdiam.


"Tidak apa-apa, aku jadi pingin cepat-cepat hamil!!" jawab Alena dengan senyum malunya.


Ana tertawa mendengar jawaban Alena.


"Semangat, berjuanglah lebih keras lagi agar adonan kalian cepat jadi!!" ucap Ana dengan begitu jailnya.

__ADS_1


Akhirnya Ana dan Alena saling mengobrol dengan penuh tawa canda sambil menunggu suami mereka pulang kerja.


Bersambung.


__ADS_2