
Keesokan harinya, rama pun bangun lebih dari dulu dari ana tidak seperti biasanya ana bangun lebih dulu dari suaminya.rama pun perlahan-lahan melepaskan istrinya dari pelukannya.
"Sayang, kenapa pagi ini kamu kelihatan cantik apalagi dengan pipimu yang agak tembem ini rasanya aku ingin menggigitnya" Ucap rama, sambil memainkan pipi ana yang sudah mulai agak berisi.
"Andai saja kamu sedang tidak hamil, aku pasti sudah memakanmu dan tidak berangkat ke kantor karena sibuk denganmu" Guman rama penuh dengan pikiran nakal pada istrinya.
Ana yang merasa geli pada pipinya akhirnya membuka matanya perlahan-lahan.
"Rama, kamu sudah bangun" Ucap ana masih dengan nada mengantuk.
"Aku sudah bangun dari tadi istriku" jawab rama sambil mencium kening ana dengan begitu lembut.
Muka ana pun langsung memerah karena pagi-pagi sudah dimanjakan oleh suaminya sendiri.
"Sayang, mulai pagi ini kamu harus minum susu untuk ibu hamil ya aku tidak menerima penolakanmu dan alasan darimu" Ucap rama dengan nada seperti biasanya. membuat ana tidak bisa lagi membantah kata-katanya.
"Iya sayang, aku akan meminumnya" jawab ana dengan begitu lembut dan tidak melakukan protes pada suaminya.
"Kamu pergilah mandi dulu sayang, aku akan menyiapkan baju untukmu" ucap ana dengan lembut.
Seperti biasa rama pun menuruti ucapan istrinya dan langsung pergi menuju kamar mandi, ana pun bangun dan langsung menyiapkan baju kerja untuk suaminya.
__ADS_1
Setelah selesai menyiapkan keperluan suaminya ana pun duduk didepan meja rias, rama yang sudah selesai mandi tiba-tiba datang memeluk ana dari belakang.
"Aku mencintaimu sayang" ucap rama ditelinga ana dan langsung melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya.
Ana pun tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Sayang, aku pingin makan serabi solo" ucap ana tiba-tiba, rama pun kaget mendengar ucapan istrinya.
"Sayang, kadang aku lebih suka kamu ngidam meminta aku peluk, aku cium, aku temanin seharian daripada mencari makanan yang sulit dicari" ucap rama dengan nada tegas.
Tiba-tiba pun ana menangis, rama yang melihat istrinya menangis pun bingung.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya rama.
"Sayang, jangan menangis maafkan aku iya janji pulang kerja nanti aku pasti bawakan serabi solo buat kamu" ucap rama pada ana.
Rama menyesal sudah mengeluarkan ucapan yang membuat istrinya menangis, apalagi hanya gara-gara serabi solo yang harganya tidak seberapa.
Ana pun masih terdiam namun air matanya tidak mau berhenti. rama pun menghampiri istrinya dan memeluknya dengan pelan.
"Sayang, aku tahu aku salah maafkan aku ya, aku lupa kalau wanita hamil itu begitu sensitif sekali" ucap rama penuh penyesalan.
__ADS_1
Setelah berusaha menenangkan istrinya, rama pun mengajak istrinya turun kebawah untuk sarapan.
Dimeja makan.
Mami dan rehan sudah berada dimeja makan.
"Selamat pagi mami, rehan?" ucap rama pada mami dan adiknya yang sedang duduk dikursi meja makan.
"Selamat pagi juga" ucap mami dan rehan bersamaan.
Ana dan rama pun duduk.
"Sayang, kamu sarapan dulu ya aku suapin ya" Ucap rama penuh perhatian.
"Tidak usah, aku mau makan sendiri saja" jawab ana dengan nada masih sedih.
Rama yang mengerti istrinya kenapa, akhirnya segera menyelesaikan makannya dan segera berangkat ke kantor.
Setelah beberapa saat rama selesai makan dan langsung pamitan dengan semuanya untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, jangan ngambek lagi nanti papa bawakan serabi solo buat mama dan kamu nak" Ucap rama, sambil mencium bibir ana dengan pelan.
__ADS_1
Rama pun langsung berani ke kantornya setelah berpamitan dengan semuanya terutama dengan istri tercintanya.
Selamat malam semuanya, buat semua pembaca setia baca juga ya karya author "Perjodohan karena hutang" Cerita tidak kalah seru dengan rama dan ana, disana nanti ada Clarissa dan denis yang akan menemani kalian semua 😘😘🙏🙏