
Selesai BBQ semuanya langsung masuk kedalam kamar masing-masing.
Dikamar Ayu dan Alena.
Ayu dan alena langsung tertidur karena begitu lelah seharian menghabiskan waktu bersama yang lainnya. mereka sekarang sudah tertidur pulas.
Dikamar Bagas dan Rehan.
Bagas dan rehan masih saling mengobrol.
"Han, seberapa yakin kamu sama ayu?" tanya bagas tiba-tiba.
"Lebih dari 100 persen kak" jawab rehan
"Jawaban macam apa itu?" keluh bagas
"Jawaban yang aku punya kak" saut bagas.
"Tidurlah sekarang sudah malam" kesal bagas
Akhirnya bagas dan rehan pun tertidur dengan begitu nyenyak, bahkan mereka saling berpelukan saat ini.
Dikamar Via dan Rian.
Via baru selesai mandi dan segera sudah memakai baju tidur yang begitu sexy yang ibelikan oleh rian. ntah apa yang rian saat membeli baju tidur tersebut begitu terbuka dan sangat transparan.
"Apa kau berniat menggodaku" tanya rian
"Apa maksudmu, bukannya kamu yang menyuruhku membawa pakaian ini" kesal via
"Bilang saja, kamu sengaja ingin mengodaku" jawab rian tidak mau kalah dengan istrinya.
Via yang begitu kesal langsung naik keatas tubuh suaminya.
"Apa salahnya jika aku menggoda suamiku sendiri, apa kamu keberatan?" bisik via ditelinga rian dengan penuh kegenitan.
__ADS_1
Rian pun langsung bangun dan membuat via sekarang berada dibawah tubuhnya.
"Bagaimana seorang wanita, bisa memulai duluan. aku yakin itu pasti tidak akan baik" Ledek rian yang meremehkan istrinya, kalo permainan ranjang via sangatlah payah.
"Jadi..?" ucap via, yang belum selesai bicara dan sekarang rian sudah ******* bibir via dengan lembut dan penuh kenikmatan.
Perlahan-lahan via, pun membalas ciuman rian dan berusaha mengimbangi permainan rian, rian pun menadai seluruh tubuh istrinya dengan penuh tanda merah, namun tidak dibagian lehernya karena takut terlihat oleh sahabat-sahabat yang sekarang sedang berlibur bersama.
Via pun sudah mulai kuwalahan dengan permainan rian yang malam ini begitu hebat di ranjang dan membuat dirinya benar-benar merasa puas. desahan dan erangan keluar dari mulut via membuat rian semakin kenikmatan hingga akhirnya rian dan via pun sama-sama mencapai puncaknya. rian pun langsung menjatuhkan dirinya disamping via.
Dan akhirnya malam ini rian dan via tidur dengan berpelukan dengan begitu hangat.
Dikamar Rama dan Ana.
Ana sudah berbaring ditempat tidurnya menunggu rama yang sedang mendi, tidak berapa lama rama pun keluar dari kamar mandi dan kali ini sudah memakai kaos oblong dan celana pendek untuk tidur.
"Sayang kamu belum tidur?" tanya Rama
"Aku belum ngantuk" jawab ana, yang sekarang sedang tengkurap sambil membaca buku novel yang dibawahnya.
"Apa yang kamu baca kenapa begitu serius?" tanya rama yang sedikit kesal karena ana menatap buku novel itu dengan serius.
"Aku membaca buku novel" jawab ana, sambil menghadapkan wajahnya ke wajah rama.
Rama pun mendekat wajah lebih dekat ke ana, tangannya membuang buku yang dibaca oleh ana dan dengan cepat rama membalik tubuh ana dan menindih dengan tubuhnya, rama pun mulai mencium bibir ana dan mengunci tangan ana dengan kedua tangannya, disela ciuman rama membisikkan sesuatu ditelinga ana.
"Aku tidak suka diabaikan sayang" bisik rama, yang sudah mulai menegang. ana yang merasakan ada tonjolan dibagian bawahnya membuat ana kaget. padahal ini bukan pertama kalinya.
Rama kembali mencium bibir ana dengan lembut dan nafas yang begitu memburu.
rama memberikan tanda merah dibagian seluruh tubuh istrinya. ana begitu menikmati permainan ranjang suaminya malam ini.
desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya, sampai akhirnya rama sudah tidak tahan dan langsung membuka sl*kangan istrinya untuk memasukkan adik kecilnya yang sedari tadi sudah menegang saat ini dan begitu keras. akhirnya rama dan ana sama-sama mencapai puncaknya. rama menjatuhkan dirinya disamping ana kedua sudah begitu polos karena rama melepaskan baju ana dan baju dirinya dan membuangnya kesembarang tempat.
"Sayang apa aku menyakitimu?" tanya rama
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang" jawab ana yang kini telah memeluk rama dengan hangat.
"Maafkan papa nak, papa malam ini tidak bisa menahan nafsu papa apalagi melihat mamamu yang begitu cantik malam ini" ucap rama, sambil mengelus perut ana yang belum terlalu buncit.
Ana pun hanya tersenyum dan memejamkan matanya begitu juga dengan rama, Rama juga tidur sambil memeluk erat istrinya.
Keesokan harinya, semuanya pun sudah bersiap untuk segera pulang kerumah rian karena semua mobil mereka berada disana.
Kali ini rama dan rian menyuruh Bagas yang menyetir mobilnya, karena mereka masih sangat lelah dan tubuhnya terasa pegal semuanya karena ulahnya tadi malam.
"Bagas, kamu yang bawa mobil" ucap rian dan rama secara bersamaan.
"Kalian kompak sekali, apa kalian sudah janjian?" tanya bagas ingin tau.
"Sudah jangan banyak tanya!!" jawab rian dan rama secara bersamaan lagi.
"Sepertinya terjadi sesuatu" Timpal Rehan.
"Diam kau anak kecil" bentak rian dan rama secara bersamaan lagi.
"Bagas ini kunci mobilnya, kalian itu kenapa? tumben kompak sekali?" tanya via, sambil menyerahkan kunci mobilnya pada bagas.
Ana, ayu dan alena hanya terkekeh melihat rian dan rama yang begitu kompak pagi ini.
"Sudahlah ayo, kita berangkat atau kita tidak jadi pulang hari ini!!" ucap ana tiba-tiba.
Akhirnya mereka semua pun menuju mobil dan setelah semuanya masuk kedalam mobil Bagas pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah rian.
Setelah beberapa jam, sampailah dirumah rian.
Bersambung ...
Jangan lupa like, komen, vote dan rate ya. biar authornya makin semangat 🙏🙏
Buat yang suka dengan novel perjodohan dan romantisme boleh ya mampir ke novel author yang lainnya "PERJODOHAN KARENA HUTANG" DAN "AMANAH DARI ISTRIKU"
__ADS_1
Ditunggu jejaknya dinovel author yang lain ya. kakak-kakak semuanya, terimakasih atas dukungan kalau semua 😘😘