Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
264. Senjatah makan tuan.


__ADS_3

Keesokan harinya, Rama langsung berangkat ke kantor setelah selesai sarapan.


Ana sedang mengendong Niah, Rama langsung menghampiri Ana yang sedang menggendong Anaknya.


"Sayang, Aku berangkat kerja dulu ya." pamit Rama sambil mencium kening Ana.


Rama juga mencium kedua Pipi Niah dengan begitu lembut.


"Anak Papa, Papa berangkat kerja dulu ya Kamu jangan rewel ya sama Mama dirumah!" Rama berpamitan dengan Niah.


"Iya Papa, Kamu hati-hati ya Pa." jawab Ana yang seolah-olah menjadi Niah.


"Iya Anak Papa." jawab Rama.


Ana mengantarkan Rama menuju kedepan rumahnya, Bagas dan Rehan sudah menunggu didepan rumahnya.


"Kak ayo cepatan nanti terlambat." kata Rehan yang hari ini ikut satu mobil dengan Bagas dan Rama.


Rama melangkahkan kakinya, menuju ke mobil, lalu Rama langsung naik dan kini Rama duduk di jok belakang.


"Lama sekali Kak." kata Rehan.


"Kamu yang ke pagian Anak ingusan." jawab Rama.


Bagas langsung menyalahkan mesin mobilnya, untuk melajukan ke kantor tempat mereka bekerja.


Setelah melewati perjalanan yang tidak terlalu Macet, akhirnya mereka sampai dikantor.


Bagas langsung memarkirkan mobilnya, kini mereka langsung berjalan menuju ke dalam kantor untuk menuju keruangan masing-masing.


"Tuan Rama masih tampan sekali ya, padahal sudah jadi Bapak Anak satu."


"Iya istrinya juga cantik."


"Pingin punya Suami seperti Tuan Rama."


"Aku juga mau."


Para pegawai yang melihat Rama berjalan dihadapan mereka, kini berbagai pujian keluar dari mulut mereka.


"Bagas, Rehan, ikut keruanganku dulu." pinta Rama.


"Baik Tuan." jawab Bagas.


Kini Bagas dan Rehan mengikuti langkah kaku Rama menuju ruangannya.


Diruangan kerja Rama.


Rama, Bagas Rehan, kini mereka duduk di sofa.


"Ada apa Kak.?" tanya Rehan.


"Iya ada apa Tuan.?" sambung Bagas.


"Kalian yang nanti malam tidak sibuk siapa?" tanya Rama pada Rehan dan Bagas.


Bagas dan Rehan sama-sama melihat kearah Rama, lalu menjawab pertanyaan dari Rama.


"Aku tidak sibuk." jawab Bagas.


"Aku juga tidak sibuk Kak." jawab Rehan.


"Nanti malam Aku titip Niah dengan kalian ya." kata Rama tiba-tiba.


Rehan dan Bagas saling menatap karena merasa bingung.


"Maksudnya.?" tanya Rehan dan Bagas secara bersamaan.

__ADS_1


"Iya kalian pasti tahulah, Aku sudah lama menahannya tapi setiap kali mau melakukannya pasti Niah nangis jadi kalian bantu Aku menjaga Niah ya, nanti setelah selesai Aku akan mengambil Niah." kata Rama menjelaskan maksudnya pada Rehan dan Bagas.


Bagas dan Rehan yang tahu arah pembicaraan Rama, akhirnya mereka saling menatap satu sama lain.


"Titipkan Niah pada Kak Bagas saja, kan Kak Lena lagi hamil jadi pasti Kak Bagas tidak sibuk kalau malam." kata Rehan sambil melihat kearah Bagas.


"Memangnya Kamu sibuk apa Han?" tanya Bagas pada Rehan.


"Aku sedang fokus membuat adonanku Kak kalau malam." jawab Rehan sambil memasang wajah melasnya.


Rama melihat kearah Bagas, lalu bertanya pada Bagas.


"Gimana Bagas, maukan bantu Aku.?" tanya Rama.


"Baiklah Aku dan Alena akan menjaga Niah." jawab Bagas dengan pasrah.


"Padahal Aku memberikan saran ini pada Rama, biar Rehan yang menjaga Niah ini malah Aku yang kena." gumam Bagas.


Setelah selesai dengan obrolannya, mereka langsung kembali keruangan masing-masing.


Pagi ini Ana sedang bermain dihalaman rumah dengan Niah, Via datang sambil membawa Vano, Alena juga datang karena dirumah sendirian.


"Na, sepi banget dirumah." kata Via.


"Iya, untung sudah ada Niah." jawab Ana.


Kini mereka sedang duduk di bangku taman yang ada dihalaman rumah Rama.


"Vi, sudah sarapan belum?" tanya Ana pada Via.


"Sudah, tadi Aku bikin nasi goreng buat sarapan Rian." jawab Via.


Tiba-tiba Alena datang, sambil membawa kue yang Alena buat tadi pagi.


"Alena.." sapa Ana dan Via.


"Kalian pagi-pagi sudah ngehibah saja." kata Alena.


Ana yang melihat Alena membawa piring yang berisi kue buatan Alena, akhirnya Ana bertanya pada Alena.


"Len, Kamu bawa apa?" tanya Ana.


"Oh iya, Aku bawa kue buatanku. kalian cobain ya.!" pinta Alena.


Alena menaruh kuenya dimeja depan Ana duduk, Ana mengambil kuenya, Via juga ikut mengambil kuenya lalu mereka memakannya.


"Enak sekali.." kata Ana sambil mengunyah kue bikinan Alena.


"Iya ini, enak sekali." sambung Via.


"Oh iya Ayu mana?" tanya Alena, karena tidak melihat sosok Ayu.


"Ayu sudah pulang semalam," jawab Ana.


****Dikamar*** Ayu*.


Ayu hari ini hanya merebahkan dirinya di atas kasur, setelah selesai mandi Ayu juga kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Rasanya lemas sekali hari ini." keluh Ayu.


"Pingin kerumah Kakak Ipar, tapi males banget." kata Ayu.


Kini Ayu hanya berbaring saja ditempat tidur, karena sedang males ngapa-ngapain.


Dikantor Rama.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Rama langsung bergegas untuk segera pulang, Rama sudah tidak sabar menunggu nanti malam.

__ADS_1


Rama berjalan menghampiri ruangan Alan.


"Bagas, ayo pulang." ajak Rama.


Rehan juga sudah menunggu Bagas didepan pintunya.


"Iya ayo." jawab Bagas.


Kini mereka bertiga langsung menuju ke parkiran mobil. kali ini Rehan yang menyetir mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan macet akhirnya mereka sampai dirumah.


Rehan memarkirkan mobilnya didepan rumah Bagas, lalu Rehan langsung pulang kerumah, Rama juga langsung menuju rumahnya, Bagas juga langsung masuk kedalam rumahnya.


Rama langsung menghampiri Ana yang sedang duduk sambil nonton televisi.


"Sayang Aku pulang." kata Rama.


"Kamu mandi dulu, terus makan." pinta Ana.


Rama duduk disebelah Ana, lalu langsung mengangkat Ana agar duduk dipangkuannya.


"Ada apa?" tanya Ana kaget karena tidak biasanya Rama bersikap seperti ini pada Ana.


Ana duduk tepat paha Rama, kini Ana merasakan ada tonjolan dibagian bawahnya.


"Punyamu bikin Aku tidak nyaman sayang." gumam Ana.


Rama sengaja menggoyang-goyangkan pahanya agar Ana merasakan tonjolannya.


"Sayang, nanti malam kita titipkan Niah pada Bagas dan Alena ya." kata Rama.


Ana sudah mengalungkan tangannya ke leher Rama.


"Kok dititipin?" tanya Ana.


"Adik kecilku sudah tidak tahan, pingin masuk kedalam goa kamu." kata Rama yang terus menggoyangkan pahanya.


"Kamu merasakannya kan sayang." tanya Rama yang sudah memberhentikan goyangannya.


Ana hanya tersenyum pada Rama, lalu menyuruh Rama mandi lebih dulu.


Dirumah Rehan dan Ayu.


Ayu sedang menyiapkan makan malam untuk Rehan dan dirinya, Rehan yang baru keluar dari kamarnya langsung menuju ke dapur lalu memeluk Ayu dari belakang.


Ayu melihat kearah Rehan.


"Sayang, kok hari ini Kamu pucat sekali, Apa Kamu sakit.?" tanya Rehan dengan penuh rasa khawatir.


"Aku tidak apa-apa, mungkin hanya kecapean dari tadi rasanya lemas sama males mau ngapa-ngapain." jawab Ayu.


Rehan menyentuh jidat Ayu, lalu memeriksanya dengan tangannya.


"Ya sudah Kamu istirahat saja, tidak usah masak!" pinta Rehan.


"Tidak apa-apa, ini sudah hampir selesai." jawab Ayu.


Setelah selesai masak Rehan membantu Ayu menyiapkan makanannya dimeja makan, kini mereka menikmati makan malam bersama.


Malam ini setelah selesai mandi dan makan malam Rama dan Ana membawa Niah kerumah Bagas dan Alena. untuk menitipkan Niah pada mereka.


Semua perlengkapan Niah sudah dibawah, termasuk susu formula dan pampres.


Ana tidak khawatir jika harus menitipkan Niah pada Bagas dan Alena, karena mereka berdua adalah sahabat baiknya dan rumahnya juga hanya didepan rumah Rama.


Malam ini Bagas dan Alena harus menjaga Niah, kini seperti senjatah makan tuan memberikan saran pada Rama, namun Akhirnya Bagas yang kena.

__ADS_1


Bersambung 🙏


Terimakasih buat para pembaca setia 😊


__ADS_2