
David hanya tersenyum pada sang Papa.
"Niah memang cantik, Tapi dia juga agak jutek beda sekali dengan Tante Ana yang lemah lembut," batin David.
David tidak tahu saja dulu waktu Ana gadis seperti apa? Ana juga jutek seperti Raniah.
"Pa, David ke kamar dulu ya!" Pamit David pada sang Papa.
"Kamu sudah menyiapkan undangan pernikahanmu?" Tanya Dimas, Yang membuat David langsung memberhentikan langkahnya.
"Aku serahin semuanya pada papa masalah yang lainnya," jawab David yang memang malas untuk mengurus semuanya.
Shinta yang baru datang langsung menyahuti obrolan sang anak dan suaminya.
"David, Papa, Mama sudah mengurus semuanya. Masalah undangan dan gedung pernikahan sudah mama urus semuanya." sahut Shinta, Dimas melihat kearah Shita lalu tersenyum pada Shinta.
"Baguslah Ma." jawab David singkat.
"Mama, Kok mama tidak bilang pada Papa?" Tanya Dimas sambil melihat kearah Shita.
"Aku sengaja Pa, Mama tahu pasti David tidak akan mau mengurus semuanya dan pasti akan menyerahkan semuanya padamu, Jadi ya mama langsung urus semuanya." jelas Shita, David hanya berdecak kesal lalu meninggalkan kedua orangtuanya masuk kedalam kamar.
Iyalah David tidak akan mau mengurus semuanya, Apalagi dirinya dan Niah itu jodohkan jadi David tidak mau ambil pusing dengan pernikahannya.
Dikamar David.
David langsung melempar jas nya ke sofa, Lalu dirinya merebahkan tubuhnya diatas kasur yang begitu empuk.
"Pernikahanku tinggal menghitung hari," kata David yang langsung memejamkan matanya.
Hari ini David sangat lelah fitting baju pengantin, Mengantar Niah pulang dan pikirannya yang kacau karena pernikahannya sudah semakin dekat.
Dengan pikiran yang begitu kacau David memilih untuk tidur, Agar bangun pikirannya jadi fresh kembali.
Baru memejamkan matanya, Tiba-tiba ponselnya berbunyi.
"Hallo," sapa David yang masih memejamkan matanya.
"Tuan David, Hari ini ada klien penting yang ingin bertemu dengan anda." kata Randi.
"Tidak bisa ditunda besok saja Ran?" Tanya David.
"Tidak Tuan, Kliennya sudah dalam perjalanan menuju ke kantor." jawab Randi.
"Baiklah, Aku akan segera ke kantor." kata David.
David langsung mematikan saluran teleponnya, Lalu langsung bersiap-siap untuk segera pergi ke kantor.
Randi menaruh kembali ponselnya disaku celananya, Lalu kembali fokus dengan laptopnya. Randi adalah sekretaris David dan orang kepercayaan David.
Setelah selesai bersiap-siap, David langsung bergegas pergi menuju ke kantornya.
Dirumah Niah.
__ADS_1
Yang baru saja bangun dari tidurnya, Niah langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi setelah mandi, Niah langsung bergantian pakaian.
"Rasanya seger sekali," kata Niah yang baru selesai mengering rambut dengan hairdryer.
Niah langsung keluar dari kamarnya, Lalu duduk diruang tengah.
"Sepi sekali, Pada kemana?" kata Niah yang tidak melihat sosok orangtuanya, Niah juga tidak melihat Kevin "Kevin, Juga kemana ya pergi sama Vano tidak pulang-pulang," batin Niah.
Niah menyalahkan televisinya, Lalu Niah menonton drama kesukaannya.
Niah senyam-senyum sendiri seperti orang tidak waras, Bakhan Niah juga sampai menangis gara-gara flim drama "I Miss You".
"Flimnya bagus banget, Bikin baper." kata Niah sambil senyam-senyum.
Kevin dan Vano tiba-tiba masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu, Melihat Niah menangis Vano langsung mendekatinya karena merasa kawatir.
"Niah, Apa David menyakitimu?" Tanya Vano yang sudah memegang kedua pipi Niah, Membuat Niah langsung mengembangkan senyumnya.
"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Vina dengan tatapan begitu lembut.
"Lucu saja, Aku menangis gara-gara nonton flim I Miss you. Cowoknya begitu sabar menanti sang kekasih selama 14 tahun lamanya, Bahkan cowoknya rela menjadi detektif hanya untuk mencari wanita yang dicintainya yang hilang dari kecil." jelas Niah dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, Vano langsung tersenyum lalu duduk disamping Niah.
"Ketika seorang laki-laki tulus mencintai seorang wanita, Makan dia akan rela berkorban." sambung Vano, Yang membuat Niah langsung menyadarkan kepalanya di bahu Vano.
Vano dan Niah memang sangat dekat, Namun Kedekatan mereka hanya sebagai sahabat. Apalagi Niah tidak tahu kalau Vano punya perasaan khusus pada dirinya.
"Kamu darimana sama Kevin?" Tanya Niah.
"Habis ngabis-ngabisin uang." jawab Vano.
"Kak Vano, Habis beli celana dalam kak." sahut Kevin, Yang membuat Niah langsung tertawa sedangkan Vano langsung menatap Kevin dengan tatapan kesal.
"Dasar anak kecil tidak bisa menjaga rahasianya orang dewasa," omel Vano yang membuat Kevin malah cengengesan.
"Kalian tidak membelikan sesuatu padaku?" Tanya Niah sambil memanyunkan bibirnya.
"Tidak, Aku kira tadi kakak pergi jalan-jalan sama Kak David." jawab Kevin.
"Tidak, Tadi aku tidur ngantuk sekali," jawab Niah sambil melihat kearah Kevin.
Sambil mengobrol mereka juga asik menonton film drama, Akhirnya Kevin dan Vano juga ikutan baper melihat flim drama tersebut.
Dikantor David.
David baru saja menyelesaikan mettingnya, Lalu David Randi langsung menuju keruang David.
"Ran, Aku akan menikah jadi nanti aku minta tolong kamu urus semua pekerjaan kantor selama aku ambil cutti pernikahan." jelas David pada Randi.
Randi terkejut mendengar David akan segera menikah, Apalagi selama ini David tidak pernah mengenalkan siapa pacarnya? David yang terkenal playboy itu juga ntah benar atau tidak gosip yang beredar itu.
"Tuan David akan menikah dengan siapa?" Tanya Randi dengan rasa penasarannya.
"Dengan wanita asing yang tidak pernah aku kenal sebelumnya," jawab David.
__ADS_1
"Ohh aku kira Nona Cynthia," cetus Randi yang membuat David langsung menatap dengan tatapan tajam.
"Sekali lagi kamu menyebut namanya, Aku akan memecatmu!" ancam David.
Randi tahu David paling benci jika ada yang menyebut nama wanita itu dihadapannya, Tapi Randi suka keceplosan.
"Maaf Tuan, Saya permisi dulu." Randi meminta maaf lalu langsung pergi meninggalkan ruangan David.
David duduk dikursi meja kerjanya, Kini dirinya memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Aku harus melupakan dirinya," batin David.
Ntah siapa Cynthia ini hanya David yang tahu dan pastinya juga Randi juga tahu tentang Chyntia. Hanya saja David selalu melarang Randi menyebut nama itu.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, David langsung bergegas pulang dari kantornya.
Sesampainya dirumah, David langsung pergi lagi ntah mau kemana David pergi. David terus melajukan mobilnya.
Sore ini Niah, Vano, Kenan, Ralin dan Kevin sedang menyiapkan berbagai keperluan untuk mereka BBQ an malam ini.
Mereka sengaja mengadakan acara BBQ an malam ini, Karena sudah lama mereka tidak berkumpul karena kesibukan masing-masing jadi membuat mereka kadang tidak punya waktu untuk sekedar berkumpul.
"Ralin kamu sama Kenan darimana?" Tanya Niah pada Ralin.
"Main sepeda air kak, Di danau dekat sini." jawab Ralin.
Vano dan Kevin sedang menyiapkan api unggun untuk nanti malam, Kenan juga sedang membantu mereka. Tapi bukannya Kenan membantu malah asik main game.
"Kamu tadi kemana sama Ralin?" Tanya Vano pada Kenan.
"Jalan-jalan ke danau kak," jawab Kenan.
"Aturan tadi Kak Kenan sekalian mancing, Jadi ikannya bisa dibakar buat malam ini." sambung Kevin.
"Iya ada baiknya tadi mancing konde Ken, Biar dijewer sama Ralin." sahut Vano yang membuat Kevin langsung tertawa.
Kini mereka bertiga langsung mengeluarkan tawanya secara bersamaan.
"Kalau masalah mancing wanita, Kevin jagonya Kak Vano." timpal Kenan.
Dalam hal wanita Kevin memang paling senang menggoda wanita, Bahkan dia kalau ada wanita cantik jalan pasti dikasih tumpangan dimobilnya.
Yang paling kalem adalah Vano, Mungkin Karena Vano yang paling tua diantara Kevin dan Kenan. Jadi dalam hal wanita Vano tidak terlalu genit seperti Kevin.
Dan yang plin-plan siapa lagi kalau bukan Kenan, Dia selalu plin-plan dengan Ralinsyah bahkan dia tidak rela Ralin dekat-dekat dengan laki-laki lain, Tapi dia juga tidak memperbolehkan Ralin menyebutnya dengan sebutan calon suami.
Setelah semuanya siap mereka semua langsung pulang untuk mandi dulu.
Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam, Niah baru saja keluar dari dalam rumahnya. Namun disengaja menabrak tubuh kekar seorang laki-laki, Membuat Niah terkejut.
"Auh," rintih Niah sambil sosok laki-laki yang ada dihadapannya.
Bersambung 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊