Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
103. Makan bersama


__ADS_3

Bagas menerima pesanan makanan yang tadi dia pesan dan segera membayarnya dan langsung membawanya menuju keruangan Rama.


Tuk..tuk..


"Masuklah" Ucap Ramambu dari dalam ruangan.


"Tuan, ini makanan pesanan tuan" Ucap Bagas sambil memberikan makanan yang dibawah olehnya.


Rama menerima makanan tersebut Ana terbangun karena mendengar suara yang begitu berisik dan mencium bau aroma makanan yang sangat harum.


"Tuan, kenapa kamu begitu berisik??Aromanya wangi sekali" Ucap Ana sambil mencari asal aroma tersebut seperti kucing.


"Dasar gadis bodoh!! kamu sudah seperti kucing Ana" Ucap Rama yang melihat tingkah konyol istrinya.


"Apakah ini bau makanan sayang?kebetulan aku sangat lapar sekali" Ucap Ana sambil tersenyum manis pada Rama.


Rama membawa makanan tersebut ke meja, Ana mengikuti langkah suaminya.


"Iya aku belikan makanan untukmu makanlah dulu sayang" Ucap Rama dengan nada lembut sambil membukakan makanan untuk istrinya.

__ADS_1


"Aku disini sudah seperti obat nyamuk" Ucap Bagas tiba-tiba, dan ingin segera pergi meninggalkan ruangan Rama namun ditahan oleh Rama.


"Hey, mau kemana kamu? siapa yang mengizinkan kamu pergi dari ruanganku? kamu duduklah dulu dan makan bersama kami" Ucap Rama dengan ke bawelannya.


Ana tersenyum melihat sikap suaminya.


"Tidak tuan nanti saya akan menganggu tuan dan nona" Ucap Bagas yang merasa tidak enak.


"Apakah aku meminta jawabanmu!! aku juga tidak menerima penolakanmu Bagas!!" Ucap Rama yang membuat Bagas langsung duduk atau sendok ditangan tuannya akan melayang untuk kesian kalinya.


Akhirnya mereka bertiga makan bersama.


"Bagas, apakah kau sudah punya kekasih?" Tanya ana tiba-tiba.


Bagas tersenyum jail pada Rama yang membuat Rama membalasnya dengan senyuman pahitnya.


"Saya, akan mencari kekasih yang seperti nona" Ucap Bagas tiba-tiba.


Yang membuat langsung kesal dan meliriknya dengan tajam.

__ADS_1


"Katakan tuan, hadiah apa yang akan kau berikan pada saya jika saya punya kekasih dan menikahinya" Ucap Bagas tiba-tiba.


"Aku akan memberikan rumah baru dan tiket bulan madu kemanapun kau mau" Ucap Rama penuh keyakinan.


"baiklah tuan, aku akan segera mengenalkan ke tuan, tapi tuan harus ingat dengan janji tuan" Ucap Bagas penuh kemenangan.


"Haahh s*alan apa kau sedang menjebakku?" Ucap Rama tidak terima karena ternyata sekretaris diam-diam ini sudah punya pacar.


Ana dan Bagas tertawa bersama melihat Rama, tapi ana juga bahagia karena melihat suaminya bersikap seperti itu pada sekertarisnya.


*Pantas saja Bagas sangat betah bekerja dengan suamiku* Guman Ana dalam hati.


"Tuan, untuk masalah kejadian nona kemarin saya sudah menyelidikinya dan ternyata preman-preman itu semuanya suruhan, hanya siapa yang menyuruhnya saya belum tau" Ucap Bagas tiba-tiba.


"Terus selidiki semuanya dengan baik" Ucap Rama dengan nada serius.


"Sayang, Angga juga mengirimkan pesan padaku dan meminta aku untuk bertemu dengannya" Ucap ana tiba-tiba.


"Temui saja sayang, aku yakin Angga juga ikut terlibat didalam semua rencana ini" Ucap Rama pada Ana, biarpun merasa cemburu tapi tidak apa-apa. Rama tau kalau istrinya tidak mungkin menghinatinnya.

__ADS_1


"Baiklah, atas izinmu aku akan menemuinya tapi kamu tidak boleh curiga padaku ya" Ucap ana yang berusaha meyakinkan Rama.


Bersambung


__ADS_2