Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
413.Khalisa & Shakila S2


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Dokter keluar dari dalam ruang persalinan.


"Tuan David......" Kata-kata Dokter terpotong.


"Dok, katakan bagaimana keadaan istri dan anak saya?" Tanya David, wajahnya begitu sangat kawatir.


"Ibu dan anaknya baik-baik saja. Selamat anak kembar anda lahir dengan selamat dan mereka adalah perempuan." Jawab sang Dokter, membuat hati David merasa lega.


Akhirnya sih kembar yang dinantikan oleh David, telah lahir ke dunia dengan selamat. David merasa bahagia dalam hatinya ia terus mengucap rasa syukur, akhirnya keluarga kecilnya lengkap dengan kehadiran buah hati kembarnya.


"Tunggulah, anak dan istri anda akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap." Kata sang Dokter, ia kembali masuk ke dalam ruang persalinan.


David terjatuh lemas, ia menyadarkan tubuhnya ditembok, ia merogoh ponselnya dalam saku celananya. Lalu ia segera menghubungi kedua orang tuanya dan orang tua Niah. Ia menelpon orang tua Niah lebih dulu.


Mendengar ponselnya berbunyi, Ana langsung mengangkat telponnya.


"David, menelpon. Apa terjadi sesuatu?" Pikir Ana, ia menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.


"Hallo nak." Sapa Ana dengan lembut.


"Mama, Niah sudah melahirkan dan sekarang Niah dirumah sakit xx." Kata David, dengan nada yang begitu bahagia.


"Mama dan papa, akan segera datang kesana nak." Jawab Ana, ia mematikan saluran teleponnya.


Ana langsung mengajak suaminya pergi ke rumah sakit. Dan Rama dan Ana langsung pergi menuju ke rumah sakit.


David menelpon orang tuanya.


Shinta dan Dimas yang sedang menonton televisi, mendengar ponselnya berbunyi Shinta mengangkatnya.


"Siapa ma?" Tanya Dimas.


"David yang menelpon pa." Jawab Shinta.


Shinta menggeser tombol hijaunya dan menaruh ponselnya tepat ditelinganya.


"Hallo anak mama." Sapa Shinta.


"Mama, Niah sudah melahirkan dan sekarang sudah dirumah sakit xx." Kata David dengan nada yang begitu bahagia.


"Menantuku sudah melahirkan, tunggu nak mama dan papa akan segera kerumah sakit." Jawab Shita, ia buru-buru mematikan saluran teleponnya.


Shita dan Dimas langsung pergi menuju ke rumah sakit, mereka sudah tidak sabar ingin melihat cucu kembar mereka.


Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Niah sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.

__ADS_1


David, Vina, Ralin dan Valin langsung masuk ke dalam ruang rawat Niah.


Vina, Valin dan Ralin, mereka duduk di sofa sedangkan David berjalan untuk melihat keadaan Niah yang saat ini masih terbaring lemah diranjang pasien.


"Sayang, terimakasih kamu sudah melahirkan bidadari-bidadari cantik untuk melengkapi keluarga kecil kita." David mencium kening Niah dengan penuh cinta.


Niah tersenyum ia menggegam tangan suaminya dengan erat, hatinya begitu bahagia, wajahnya juga terlihat bahagia.


"Sama-sama suamiku, mana putri kembar kita?" Tanya Niah dengan suara lirih.


Dua suster datang sambil menggendong putri kembar Niah, mereka memberikan kedua bayi itu satu pada Niah dan satu lagi pada David.


"Tuan, ini putri anda yang lahir pertama dan ini yang kedua Nyonya." Kata para suster, mereka menyerahkan dua bayi kembar yang begitu lucu pada David dan Niah.


Anak yang lahir pertama ada di gendongan David dan anak yang lahir kedua ada dipangkuan Niah.


Setelah memberikan bayi-bayi itu kepada kedua orang tuanya, para suster itu pamit keluar dari dalam kamar Niah.


Niah dan David saling menatap satu sama lain, mata mereka saling memancarkan kebahagiaan.


"Suamiku, putri kembar kita mau dikasih nama siapa?" Tanya Niah, ia menatap wajah cantik putri kecilnya.


"Kahlisa artinya murni, Shakila artinya cantik, jadi aku akan memberikan nama untuk putri kembarku Khalisa Putri Pratama dan Shakila Putri Pratama." Jawab David, ia menatap wajah cantik putrinya yang saat ini berada digendongannya.


"Khalisa kakaknya dan Shakila adiknya, nama-nama yang sangat cantik suamiku." Jawab Niah, ia tersenyum begitu bahagia.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya kedua orang tua David dan kedua orang tua Niah sampai dirumah sakit.


Mereka masuk ke dalam rumah sakit, Rama bertanya pada salah satu suster dimana ruangan atas nama pasien Raniah Putri Ardiyansyah? Dan sang suster menujukan ruangan itu.


David, Ana, Shinta dan Dimas, mereka bersama-sama menuju ke ruang rawat Niah.


Sesampainya di depan ruangan Niah, Rama mengetuk pintu dengan pelan.


"Tok...tok..." suara ketukan pintu.


"Masuk." Sahut Vina dengan nada lembut.


Rama dan yang lainnya masuk, melihat ternyata yang datang orang tua Niah dan orang tua David, Vina dan yang lainnya langsung mencium tangan mereka secara bergantian.


Setelah bersalaman, Ana, Rama, Shinta dan Dimas langsung berjalan menuju ke tempat David dan Niah.


"Bahagianya aku, sekali punya cucu dua." Shinta mengambil Khalisa dari gendongan David.


"Aku juga sangat bahagia, akhirnya aku menjadi seorang nenek." Ana mengambil Sahkila dari pangkuan Niah.

__ADS_1


Ana dan Shinta mengendong cucu kembar mereka dengan begitu senang, sekali-kali mereka menciumi pipi mereka dengan lembut.


"Namanya, siapa nak?" Tanya Ana dan Shinta secara bersamaan.


"Khalisa dan Shakila, ma." Jawab Niah.


"Nama-nama yang sangat cantik." Kata Ana dan Shinta secara bersamaan.


Rama dan Dimas, mereka memainkan pipi-pipi cucu mereka dengan tangannya. Mereka juga sangat bahagia karena cucu kembarnya telah lahir ke dunia ini.


"Vina, Valin, Ralinsyah, terimakasih ya untung tadi kalian datang tepat waktu." Kata Niah, ia melihat kearah Vina, Valin dan Ralinsyah.


"Sama-sama, tadi kita sangat panik sekali." Jawab Vina, seketika rasa paniknya hilang saat melihat bayi kembar Niah.


Shinta dan Ana duduk ditengah-tengah Vina dan yang lainnya. Membuat Vina dan yang lainnya bisa melihat wajah cantik putri kembar Niah.


"Kenalkan tante-tante cantik, aku Khalisa dan ini Shakila." Kata Ana, Vina yang duduk tepat disebelah Ana, ia memainkan pipi Shakila dengan tangannya.


"Kalian sebentar lagi juga akan segera melahirkan, pasti nanti anak-anak kalian begitu lucu." Kata Shinta, membuat Ralinsyah semakin tidak sabar ingin segera melahirkan.


Tunggu beberapa bulan lagi, mereka juga akan segera melahirkan dan keluarga kecil mereka juga akan dihadiri malaikat-malaikat kecil yang akan menghiasi keluarga kecil mereka.


Jam menunjukkan pukul tiga, Vina dan yang lainnya berpamitan untuk segera pulang. Karena takut suami-suami mereka pulang dari kantor. Orang tua David dan orang tua Niah juga pulang.


Kini dirumah sakit tinggal David, Niah dan kedua putri kembar mereka.


"Lihat sayang, hidungnya sangat mirip denganku. Katakan padaku wajahnya mirip dengan siapa?" Tanya David, ia begitu antusias.


"Emm mirip denganku, tapi sepertinya lebih banyak mirip denganmu. Lihat saja matanya saja sangat mirip denganmu." Jawab Niah.


David tersenyum bahagia, dalam hatinya asal jangan mirip tetangga saja sayang anak-anak kita.


"Kamu tahu, kenapa anak-anak kita lebih mirip denganku?" Tanya David, membuat Niah penasaran.


"Coba katakan, kenapa?" Tanya Niah.


"Karena, aku yang lebih kuat main diatas ranjang." Jawab David, ia tertawa senang membuat Niah menjulurkan lidahnya.


"Dasar suamiku, padahal waktu membuatnya aku juga ikut bekerja keras." Batin Niah dalam hatinya.


Keluarga kecil Niah dan David, sudah terasa lengkap dengan kehadiran bayi kembarnya yang diberi nama Khalisa Putri Pratama dan Shakila Putri Pratama.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


Maaf baru sempat up 🙏


__ADS_2