
Rama dan Rehan pun saling aduh mulut tidak mau ada yang kalah, akhirnya ana pun melerai perdebatan mereka.
"Berhentilah berdebat dengan adikmu sayang!!" Ucap ana sambil menggelengkan kepalanya tak percaya karena melihat suaminya bertingkah seperti anak kecil.
"Tau tuh kakak ipar, kak Rama tidak mau mengalah" Ucap rehan mengadu pada ana akan kelakuan Kakaknya pada dirinya.
"Rehan masuklah ke kamarmu dulu atau perdebatan ini tidak akan berakhir" Ucap ana pada Rehan yang tau kalo suaminya itu tidak akan mau mengalah.
"Baiklah kak" Ucap rehan Sambil jalan menuju kamarnya.
"Sayang, bukankah kamu akan pergi menyelesaikan masalah kantor hari ini, pergilah nanti terlambat" Ucap ana dengan kelembutannya.
"Apa kamu sedang mengusir suamimu secara halus ana" Ucap Rama yang memang sedang merasa kesal.
"Tidak, aku hanya menyuruh suamiku untuk segera berangkat ke kantor atau nanti akan terlambat" Ucap ana memberikan pengertian pada Rama.
"Baiklah sayang, jaga dirimu baik-baik, telpon aku kalau ada sesuatu" Ucap Rama Sambil mencium kening ana.
Rama pergi menuju kantor untuk menyelesaikan masalah dikantornya.
Ana langsung masuk kamar membaringkan tubuhnya diatas kasur.
__ADS_1
Dikantor Rama.
"Selamat pagi tuan Rama" Ucap semua kariawan yang menyambut Rama dipintu utama.
"Selamat pagi semuanya" Ucap Rama membalas ucapan semua kariawan dengan sopan.
Rama pun langsung menuju keruangan dan di sambut oleh Bagas.
"Selamat pagi tuan" ucap Bagas.
"Selamat pagi Bagas, kamu sudah menyiapkan semuanya untuk metting?" Ucap Rama pada Bagas.
"Ini semua berkasnya tuan sudah saya siapkan, kalau proyek ini suskes pasti masalah saham kita akan selesai tuan" ucap Bagas menjelaskan pada Rama.
Rama tak pernah meragukan kemampuan Bagas, buat Rama Bagas adalah orang kepercayaan sekaligus sahabatnya.
Rama dan Bagas pun pergi keruangan metting untuk bertemu dengan klien didalam ruang meeting Bagas mempresentasikan semuanya dengan Sangat baik dan membuat klien setuju dan langsung menanda tangani kerja sama tersebut.
"Syukurlah, semuanya bisa di atasi dengan baik" Ucap Bagas.
"Terimakasih bagas, ini semuanya karena kecerdasanmu dan presentasimu hari ini" Ucap Rama pada Bagas.
__ADS_1
"Ini semua karena kerja keras kita semua tuan" Ucap Bagas pada Rama.
Setelah semuanya selesai, jam makan siang sudah tiba Rama dan Bagas pun makan siang bersama.
"Bagas, apa kau sudah menemukan kekasih?" ucap Rama pada Bagas.
"Belum tuan, saya belum memikirkan untuk mencari kekasih" Ucap Bagas Dengan percaya diri.
Setelah selesai makan siang Rama dan Bagas kembali ke kantor, dikantor Rama sangat gelisah karena memikirkan istrinya dan sudah sangat merindukan istrinya.
Sedangkan dirumah, Ana sedang nonton tv bersama dengan Rehan.
"Kak ipar, apakah ayu itu begitu sombong" Ucap Rehan tiba-tiba.
"Tidak Rehan, ayu orang yang sangat lembut dan sederhana, dia bisa bergaul dengan siapa saja dengan baik tapi ada satu hal yang sulit buat dia" Ucap ana menjelaskan tentang ayu pada Rehan.
"Tapi apa kakak" Ucap rehan penasaran.
"Ayu tidak tertarik dengan laki-laki kaya rehan, makanya dia selalu bersikap dingin, jutek setiap kali ada laki-laki kaya yang mendekatinya apalagi laki-laki yang kaya raya" Ucap ana menjelaskan pada rehan lagi.
"Kenapa ayu tidak tertarik dengan laki-laki kaya kakak ipar" Ucap rehan ingin tau.
__ADS_1
"Ntalah, tapi ayu pernah bilang pada kakak kalau laki-laki kaya itu sama saja" Ucap ana pada Rehan.
Nanti malam dilanjutin lagi ya, setelah author pulang kerja tunggu ya episode selanjutnya 😘😘😘