
Dua hari kemudian, Kevin, Valin, Kenan dan Ralin mereka pergi fitting baju pengantin bersama di butik yang sama.
Mereka pergi menggunakan satu mobil, kini mereka sedang mengobrol bersama di dalam mobil.
Kenan yang menyetir, Ralin duduk disamping Kenan sedangkan Kevin dan Ralin di jok belakang.
"Vin, kamu mau bulan madu kemana?" Tanya Kenan pada Kevin. Kevin membenarkan posisi duduknya, ia menyadarkan kepalanya di bahu Valin sambil memainkan rambut panjang Valin.
Kalau disamping Valin, Kevin demen banget mainin rambut panjang Valin bahkan sesekali ia juga menciumnya.
"Bulan madu di kamar saja buat dede bayi," Jawab Kevin, yang membuat Valin langsung mendorong kepalanya dari bahunya.
"Kenapa?" Kevin menatap Valin dengan kesal.
"Calon istriku, dimana-mana bulan madu itu dikamar. Katakan padaku kamu mau kemana?" Kevin terus menggoda Valin dengan manja.
Yang sama-sama calon pengantin, mereka sama geleng-geleng kepala.
"Bulan madu itu berlibur kak, ayo kita pergi ke pantai! Kita menginap di hotel yang dekat dengan pantai." Kata Ralin dengan begitu antusias.
"Kita? Apa kamu ingin pergi bulan madu bersama mereka calon istriku?" Tanya Kenan yang terus fokus menyetir.
"Apa salahnya? Memangnya kenapa kalau pergi bulan madu bersama?" Ralin mengerucutkan bibir mungilnya.
Kenan tersenyum simpul, ia mencerna perkataan Ralin.
"Benar juga, apa salahnya pergi bulan madu bersama? Kan kita juga tidur di kamar yang berbeda." Batin Kenan dalam hatinya.
"Tapi benar juga sih, Kevin, Valin, kalian mau kan pergi bulan madu bersama?" Tanya Kenan sambil fokus menyetir.
"Tentu saja mau, lagian kita kan tidurnya di kamar yang berbeda." Jawab Kevin sambil tersenyum manis pada Valin.
Dalam hal ini, Valin hanya menuruti apa yang Kevin mau. Kalau Kevin mau ya Valin juga akan mau.
.
.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, akhirnya mereka sampai Kenan memarkirkan mobilnya, lalu mereka langsung masuk ke dalam butik.
"Kak Valin, tidak menyangka sebentar lagi kita akan menikah." Kata Ralin dengan senyum bahagianya.
"Iya Alin, aku juga tidak menyangka." Jawab Valin yang juga tersenyum bahagia.
Dua pelayan butik, langsung menghampiri Valin dan Ralin. Mereka langsung membawa kedua gadis cantik itu ke ruang ganti untuk fitting baju pengantin.
.
__ADS_1
.
Kevin dan Kenan, mereka duduk sambil menunggu calon-calon istri mereka yang sedang mencoba gaun pengantinnya.
"Ken, aku sudah mengabari Kak Vano untuk datang ke pernikahan kita. Aku berharap dia pulang membawa calon istri, aku tidak mau dia terus-terusan memikirkan Kak Niah yang sudah bahagia dengan Kak David." Kata Kevin, dengan raut wajah kurang bahagia, ia tahu jika Vano pulang tanpa membawa seorang gadis pasti Vano akan sedih melihat Niah yang sudah bahagia dengan suaminya.
"Kita doakan saja, mudah-mudahan Kak Vano segera menemukan gadis yang dia cintai." Kenan menepuk bahu Kevin.
.
.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Valin dan Ralin keluar dari ruang ganti.
Mata Kevin dan mata Kenan tertuju pada calon-calon istri mereka.
"Sungguh cantik sekali." Puji Kevin yang melihat Valin memakai gaun pengantin warna putih, yang begitu indah dan dihiasi dengan mahkota kecil di atas kepalanya.
Valin tersenyum malu-malu, wajahnya sudah memerah membuat Kevin merasa sangat gemas sekali.
"Tidak sabar buat main kuda-kudaan sama dia nanti, pacar pura-puraku akhirnya menjadi jodohku yang sebenarnya." Batin Kevin dalam hatinya.
Ralin berjalan mendekat ke tempat Ken duduk, lalu ia tersenyum dengan begitu manis pada calon suaminya.
"Bagaimana?" Tanya Ralin dengan manja.
Setelah calon-calon istri mereka selesei, kini giliran Kenan dan Kevin masuk ke ruang ganti untuk mencoba baju mereka.
.
.
Setelah beberapa lama, Kenan dan Kevin keluar dengan setelan jas yang begitu rapi mereka terlihat begitu tampan sekali. Membuat Valin dan Ralin sama-sama melempar senyum manisnya.
"Kamu tampan sekali sayang?" Puji Ralin sambil tersenyum melihat Kenan.
"Aku memang tampan dari dulu." Jawab Kenan dengang songong, membuat Ralin ingin menjewer telinga calon suaminya itu.
Kevin melihat Valin diam saja, lalu Kevin mendekatinya. Valin tidak berkata apa-apa melihat wajah tampan calon suaminya.
"Kamu kenapa? Apa kamu memikirkan malam pertama kita nanti? Tidak usah dipikirkan jika kamu tidak bisa, kamu cukup dibawa dan biarkan aku yang bekerja keras." Bisik Kevin di telinga Valin, membuat Valin merasa kesal.
"Dasar laki-laki mesum, bisa-bisanya dia membahas masalah malam pertama di saat seperti ini." Batin Valin dalam hatinya.
"Aku bisa, kamu tenang saja, kamu mau gaya yang seperti apa?" Bisik Valin di telinga Kevin, dengan nada menggoda.
Dalam hati Kevin, ternyata diam-diam biarpun dia polos mungkin kalau urusan ranjang dia bisa melayaniku dengan baik.
__ADS_1
.
.
Setelah selesai fitting baju pengantin, mereka langsung pulang kerumah karena sudah sangat lelah.
Niah dan David.
Mereka juga sedang sibuk mencari gaun untuk Niah menghadiri pernikahan Kenan dan Ralinsyah, Kevin dan Valin.
Mungkin mereka di butik sudah hampir 2 jam, tapi Niah belum juga menemukan gaun cocok untuk dirinya.
"Suamiku, jangan yang itu." Niah memayunkan bibirnya.
"Lalu mau yang mana?" David mulai kesal pada istrinya, karena sudah banyak baju yang Niah coba tapi Niah masih belum cocok juga.
"Kalau yang ini, lihat perutku jika aku memakai gaun ini pasti akan terlihat buncit." Niah kembali memanyunkan bibirnya, sungguh mungkin kalau istrinya tidak sedang hamil pasti David akan mengomelinya.
"Sayang, namanya sedang hamil." David mengusap rambut panjang Niah.
David begitu sabar, melayani istrinya yang tidak mau dengan gaun ini dan itu.
"Sabar, aku yang sudah membuatnya hamil jadi aku harus sabar." David meyabari hatinya agar tidak sampai marah pada istrinya.
"Nona, tolong carikan gaun yang lain." David memberikan gaun yang Niah tidak mau pada pelayan butik.
Pelayan butik itu kembali mencari gaun yang cocok untuk Niah. Setelah beberapa lama sang pelayan kembali dengan membawa beberapa gaun yang menurutnya cocok dipake ibu hamil.
"Mari Nyonya, saya bantu mencoba gaun ini." Sang pelayan mengarahkan Niah untuk berjalan menuju ruang ganti.
Setelah beberapa lama, akhirnya Niah keluar dengan gaun yang begitu cantik dan sangat cocok dipakai oleh wanita hamil.
"Ini cocok sekali nyonya." Kata sang pelayan.
Niah tersenyum, lalu keluar dari ruang ganti tersebut. Ia berjalan menuju ke tempat David sedang duduk menunggunya.
"Ini sangat cocok sayang." Kata David, yang sudah bangun dari tempat duduknya, kini ia berjalan mengitari istrinya.
Akhirnya setelah berulang kali mencoba banyak gaun, Niah menemukan gaun yang cocok untuk dirinya nanti pakai di acara pernikahan Kenan dan Kevin.
Wajarlah Niah sedang hamil, dan kehamilannya sekarang sudah semakin membuncit jadi setiap membeli gaun pasti Niah lama sekali dan membuat suaminya kadang merasa kesal.
Hari ini Niah membuat David kesal, tapi David juga bahagia melihat kehamilan istrinya yang mulai terlihat membuncit.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1