
Rama langsung masuk ke ruangan Dokter Bayu dan langsung bertanya keadaan istrinya dengan perasaan yang sangat kawatir.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya Dok?" Ucap Rama dengan nada kawatir.
"Istri Tuan, sedang hamil muda dan dia mengalami ke guguran" Ucap dokter Nisa.
"Apa dokter?? ini tidak mungkin istri saya tidak mengatakan kalau dirinya sedang hamil Dok" Ucap Rama yang sudah meneteskan air matanya.
"Istri Tuan sudah hamil 6 minggu ini dan kandungannya yang begitu lemah, terus mungkin istri Tuan juga terlalu banyak pikiran dan kelelahan" Dokter Nisa menjelaskan pada Rama.
"Tidak mungkin Dok, ini tidak mungkin" Ucap Rama yang tidak terima mendengar kenyataan yang ada.
"Sabar ya Tuan Rama, untuk sementara istri Tuan Rama harus dirawat dirumah sakit" Ucap Dokter Nisa.
Rama hanya menganggukkan kepalanya yang berati Rama setuju jika Ana dirawat inap untuk beberapa hari karena memang kondisi tubuhnya yang masih lemah.
Ana segera dipindahkan keruang inap.
Ana yang masih pingsan, Rama duduk menemani Ana sambil memegang tangan Ana dengan erat.
"Sayang, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sedang hamil??" Ucap Rama penuh sesal karena bisa tidak tau sama sekali tentang ke hamilan Ana.
__ADS_1
Ana perlahan-lahan membuka matanya.
"Sayang, aku dimana? apa yang terjadi??" Tanya Ana pada Rama yang masih merasa bingung.
"Sayang, kenapa kau tidak menceritakan tentang kehamilanmu selama ini?" Tanya Rama ingin tau.
"Sayang, apakah aku sekarang sedang hamil?" Ucap Ana dengan nada polosnya karena Ana memang tidak tau jika dirinya sedang hamil waktu itu.
"Kamu sudah hamil masuk 6 minggu" Ucap Rama dengan air mata yang sudah mengalir.
"Aku memang sudah telat, tapi aku tidak berpikir kalau aku itu sedang hamil" Ucap Ana dengan jujur.
"Tapi Allah berkehendak lain sayang, Allah mengambil bayi kita!! bayi kita sudah berada disisinya sayang" Ucap Rama sambil menggenggam erat tangan Ana.
"Kamu mengalami keguguran sayang karena kandunganmu begitu lemah" Ucap Rama yang sudah menteskan air matanya.
Ana memberontak tidak percaya dengan apa yang terjadi, Ana menangis tidak mungkin anak dalam kandungannya meninggalkannya sebelum Dia melihat dunia.
Akhirnya Dokter datang dan memberikan suntikan penenang agar Ana tertidur.
Rama merasa lemas mendengar kenyataan yang ada namun Rama juga harus bisa menerima kenyataan yang ada.
__ADS_1
Mami menelpon.
"Kamu dimana sayang?" Tanya Mami pada Rama.
"Aku sedang dirumah sakit Mami" Ucap Rama dengan nada sesak.
"Apa kau habis menangis, ada apa sayang?" tanya Mami merasa kawatir.
"Ana mengalami keguguran Mami dan sekarang Ana sedang dirawat dirumah sakit" ucap Rama dengan Isak tangisnya.
"Mami akan segera pulang sayang" Ucap Maminya dan langsung mematikan saluran teleponnya.
Hari ini juga Mami dan Papi langsung terbang dari luar negeri untuk segera bertemu dengan Ana.
Rama tertidur sambil mengeggam erat tangan Ana begitu erat.
"Sayang, aku minta maaf!! andai saja keamrin kita tidak bertengkar dan kamu tidak harus berkerja capek-capek kerja bahkan aku membiarkanmu memikirkan tentang Elina" Ucap Rama dengan penyesalan begitu dalam.
"Dokter Nisa" panggil Rama.
"Iya Tuan, Nona sudah baik-baik saja, Nona Ana hanya perlu istirahat yang cukup" Ucap Dokter Nisa.
__ADS_1
Setelah selesai pemeriksaan akhirnya dokter Nisa meninggalkan ruangan tersebut Ana.
Bersambung