Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
9. Mengantarkan makanan


__ADS_3

Keesokan harinya ana terbangun dari tidur seperti biasa ana bangun jam 4 pagi, ana melaksanakan sholat subuh dan melanjutkan dengan mengerjakan pekerjaan rumah. setelah semuanya selesai, ana pun bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Sampe ditempat kerja.


"Selamat pagi, ana? "sapa ayu.


"selamat pagi ayu?" jawab ana dengan nada lemas.


Ayu yang sedari tadi memperhatikan ana yang sikapnya beda dari biasanya, akhirnya memberanikan bertanya. ayu tau pasti bibi Rani sudah menyiksanya. ayu yang melihat pipi ana memar, ayu pun memegang pipi ana


"Ana, pipi kamu kenapa?" tanya ayu.


"Tidak apa-apa ayu, hanya terbentur tembok semalam. biasa ayu aku yang kurang hati-hati" jawab ana berbohong


Ayu yang paham akan sifat ana dan ayu juga paling tau kalo ana sedang berbohong.


"Ana, jangan berbohong padaku!? aku tau kamu sekarang sedang berbohong dan nyembunyiin sesuatu dari aku" jelas ayu


"Apa, bibi Rani menyiksamu lagi?" tanya ayu.


Ana, yang tak bisa menjawab apa-apa lagi karena ana paling tau, ayu bakalan tau kalo dirinya berbohong pada ayu.


Ana pun langsung tiba-tiba menangis, ayu pun langsung memeluk ana.


"ceritakan padaku ana jangan kamu simpan sendirian"pinta ayu.


"Ayu, aku lelah Setiap hari bibi Rani selalu menyiksaku. padahal aku udah lakuin semua yang bibi mau" jawab ana sambil nangis.

__ADS_1


Ayu langsung menyeka air matanya ana.


"ana yakinlah semuanya akan baik-baik saja, kalau kamu mau tinggal saja dirumahku!! orang tuaku juga pasti tak akan keberatan ana, kamu tau sendiri orang tua menyangimu seperti beliau menyangiku"ajak ayu.


"Terimakasih ayu, kamu memang sahabatku yang paling baik. tapi maaf ayu aku tidak bisa menerima tawaran kamu" jawab ana.


ayu tau kenapa ana menolak tawarannya.


"iya ana aku paham. jangan bersedih lagi ya cantik!! yakinlah penderitaanmu akan segera berakhir"jawab ayu sambil menyeka air mata ana.


Tiba-tiba pak Rian memanggil ana.


"Ana, keruangan saya sekarang ya?" suruh Rian.


"Baik pak" jawab ana sambil buru-buru membersihkan air mata diwajahnya.


Ana pun, langsung tersenyum dan langsung berjalan pergi menuju ruangan pak Rian.


"Ayuuu.. makasih cantik" ucap ana sambil berjalan. yang dibalas ayu dengan senyuman.


Kasian ana, tapi aku yakin suatu saat pasti kebahagiaan akan datang padamu ana. dalam hati ayu bicara.


Diruangan pak Rian.


Tuk..tuk...


"Iya silahkan masuk!" jawab pak Rian.

__ADS_1


"Ana, silahkan duduk!" suruh pak Rian.


"Baik pak" jawab ana.


"Ana, mulai sekarang saya akan memberikan tugas tambahan untuk kamu, yaitu setiap hari kamu harus mengantar pesanan buat ceo perusahaan Rama grup. yaitu untuk tuan Rama Ardiyansyah. jelas Rian untuk tugas baru ana. oh iya kamu tidak usah kawatir saya akan menaikkan gaji kamu untuk hal ini" jelas rian menerangkan tugas baru ana.


"Baik pak" jawab ana.


"Oke, sekarang antarkan makanannya ingat jangan sampe buat masalah. kamu mengerti?" tegas Rian.


"Saya mengerti pak Rian" jawab ana.


Ana pun, meninggalkan ruangan Rian dan menuju dapur untuk mengambil pesanan Rama.


sambil memegang makanan yang dipesan oleh Rama, hari ini aku akan bertemu dengan manusia aneh tapi tidak apa-apa demi mendapatkan uang lebih.


Sampe dikantor Rama.


"Nona ana?"tanya repseonis


"Iya nona" jawab ana.


"Langsung saja masuk keruang tuan Rama nona, tadi tuan Rama sudah bilang pada saya!!" ucap repseonis


Baik nona.


Bersambung..

__ADS_1


MAAF.... ya kalo masih acak-acakan nulisnya maklum saya nya masih belajar. terimakasih buat yang sudah membaca, memberikan like dan komen mudah-mudahan kalian suka ya dengan novel saya


__ADS_2